SEOUL
Bulu mata lentik gadis itu terangkat ketika alarm membangunkannya dari tidur singkat. Sesuai yang telah diatur, matanya terbuka pukul setengah sebelas. Ia terbangun di meja belajarnya yang menghadap ke arah jendela, di mana pemandangan di luar sana langsung tertuju pada kemegahan kota beserta gedung-gedung yang tinggi menjulang.
Suara berisik dari arah dapur disertai bau harum masakan menarik tubuh Sujeong untuk turun. Meski matanya memerah menahan rasa kantuk dari tidurnya yang belum terpuaskan, gadis itu tetap memaksakan diri untuk bangkit dan menemui orang tercintanya di bawah sana.
"Oppa!"
Didapati seorang laki-laki dengan kemeja putih bersih dan celana hitam panjang tengah menyibukkan diri pada resep masakan. Dengan manja Sujeong memeluk tubuh semampai itu dari belakang. Waktunya untuk bermanja-manja pun dimulai, sebab kini pangerannya telah datang.
"Sujeongie!" panggil pemilik tubuh tinggi tegap itu.
"Seokjin Oppa, bogosipeo..."
Ryu Sujeong melepaskan backhug-nya kemudian menjatuhkan diri di kursi makan. "Oppa tak pernah langsung menemuiku atau sekedar mengganti baju terlebih dahulu. Setiap pulang ke rumah selalu saja sibuk di dapur!" protes gadis itu merasa dihiraukan oleh Sang Kakak.
"Tutup mulutmu dan makanlah!" ujar lelaki yang dipanggil Seokjin tadi sembari menuangkan hidangan yang dimasaknya dan menyuguhkan itu tepat di depan meja adiknya.
Mau tak mau, didesak oleh rasa lapar juga, akhirnya Sujeong menjejalkan beberapa suapan perut babi asam manis buatan kakaknya ke dalam mulutnya hingga penuh.
"Bagaimana belajarmu hari ini?" tanya Seokjin sambil sesekali melahap masakannya sendiri.
"Tak ada istimewanya," jawab Sujeong malas.
"Apa kau tak ingin pergi ke sekolah formal saja? Di sana kau akan mendapatkan pembelajaran yang istimewa bersama siswa lainnya," usul Seokjin yang keseratus ribu kalinya mungkin.
Sujeong mendesah, "Untuk apa kulakukan itu kalau berada di apartmen bersamamu saja sudah cukup membuatku menjadi manusia yang istimewa?"
Seokjin memilih diam. Selalu itu yang diucapkan adiknya ketika mereka membahas tentang sekolah, atau kegiatan lain yang bisa dilakukan di luar apartmen. Pria itu merasa prihatin, sudah dua tahun terakhir malaikat kecilnya itu memilih menutup diri dari dunia luar, bersembunyi dari sapaan orang-orang sekitar. Seokjin paham, mungkin gadis itu masih merasa terpukul semenjak tragedi dua tahun lalu. Yang menjadi tidak logis, umumnya trauma akan hilang seiring berjalannya waktu, namun sampai saat ini Ryu Sujeong masih menjadi gadis yang mengisolasikan diri dari jangkauan duniawi.
"Oppa!" tegur Sujeong membuyarkan lamunan lelaki yang baru kembali dari kampus itu.
"Mm?"
"Apa di universitasmu ada klub orkestra?" tanya Sujeong.
"Tidak. Tapi di jurusan musik, kau akan menemukan banyak mahasiswa belajar itu. Kenapa?"
"Aku dipaksa untuk bergabung dengan klub orkestra," jelas Sang Adik dengan diselingi kunyahan daging di mulut.
"Apa yang bisa kaulakukan? Kau tahu apa tentang musik?"
"Seokjin Oppa, aku ini bisa bermain gitar!" bantah Sujeong.
Sedang yang dibantah malah merespon dengan nada ejekan, "Gitar saja tidak punya, bagaimana kau akan memainkannya? Memangnya atas misi apa Guru Choi memaksamu bergabung dengan klub orkestra?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Puzzle of the Memory [TaeJeong Vers.]
FanficCast : Ryu Sujeong - Lovelyz Kim Taehyung - BTS Kim Seokjin - BTS Support Cast : Namjoon&Yoongi (BTS), Sowon (GFriend), Jaehyun (NCT U), Yugyeom (GOT7), Wonwoo (Seventeen). Summary : Ryu Sujeong, seorang gadis berusia...