Giselle yang baru selesai mandi ingin mengambil minum. Namun saat ingin keluar dari kamarnya, terdengar suara ribut-ribut dilantai bawah.
"Apalagi sih ini ribut-ribut! Ganggu orang mau istirahat aja," seru Giselle yang memutuskan untuk melihat keadaan di lantai bawah. Saat tiba di anak tangga paling terakhir, perasaan Giselle mulai tidak nyaman. Saat mengintip keruang tengah, ternyata Rio mengundang beberapa teman satu gengnya untuk bermain di rumah.
"Aduh Rio kampret! Udah dibilang jangan bawa temen ke rumah, malah dibawa lagi! Ishhh," batin Giselle sambil mengahampiri Rio di ruang tengah. Saat memasuki ruang tengah, semua mata tertuju pada Giselle dan mau tak mau Rio menoleh kearah Giselle yang dalam posisi melipat kedua tangannya.
"Ngapain lo disini?" tanya Rio seperti orang merasa tidak bersalah.
"Lo tanya gue ngapain? Harusnya gue yang nanya sama lo! Ngapain lo bawa temen-temen lo kerumah? Lo tau ga ini rumah gue! Bukan rumah lo!" teriak Giselle yang mulai menggila. Rio yang sadar bahwa pembicaraan mereka mulai privacy, Rio pun menarik tangan Giselle menjauh dari jangkuan teman-temannya.
"Eh Rio lo itu mikir gak sih, dengan lo ngajak temen-temen satu geng lo itu malah bawa dampak yang ga enak buat kedepannya. Emang lo mau ya semua orang tau kalo kita itu sodara tiri?! IYA?! Bukannya lo sendiri yang ngomong kalo lo itu gak sudi kan temen-temen lo itu atau satu sekolah tau kita sodara tiri. Tapi kenapa Rio, lo itu bawa temen lo kesini? Bego tau ga lo!" jerit Giselle menumpahkan segala kekesalannya. Rio yang baru sadar langsung menepuk jidatnya terdiam melihat reaksi Giselle.
"Kenapa sih lo demen banget buat gue marah? HA?! Lo sengaja ya ngajak temen-temen lo itu untuk bales dendam sama gue? Okay, kalo kayak gitu, lo menang Rio. LO MENANG! PUAS LO?!"
"Sell, gue-"
"Udah Rio, gue akuin lo menang sekarang. Lo bener-bener bales dendam sama gue dengan ngajak temen-temen lo itu. Tapi gue mau nanya sama lo, apa lo sama perjanji-"
"Sell, cukup! Oke, hubungan kita dari awal sampe saat ini pun gak baik. Tapi jujur, gue bener-bener ga ada niat bales dendam. Dan gue juga lupa kalo kita punya perjanjian itu. Gu-gue minta maaf Sell. Gu-"
"Ha.. Ha.. Ha.. Bagus banget akting lo Mario Reynaldo. Gue tau ini bagian dari akting busuk lo kan? Untuk situasi kayak gini, gak mungkin seorang Mario Reynaldo tiba-tiba berubah dan minta maaf ke gue. Gila ya, sejak kapan sih lo belajar akting kayak gitu?" Rio mengusap wajahnya kasar. Ingin rasanya Rio teriak didepan wajah Giselle bahwa saat ini, dia benar-benar minta maaf.
"Udah gue cape berdebat sama lo. Tapi sebelumnya, inget ya kalo lo emang gamau ada orang yang tau akan hal ini, jangan bawa temen-temen lo ke rumah. Karena gue pun juga sama ga akan bawa temen-temen ke rumah kecuali kita berdua udah siap buat semua orang tau akan hal ini," seru Giselle yang mulai tertunduk lemas dan berjalan kembali ke kamarnya. Rio hanya menatap punggung Giselle dengan tatapan bersalah dan Rio pun tertunduk lemas.
****
Sabtu pagi ini berbeda dengan sabtu kemarin. Hari ini sejak pukul 5 subuh, langit sudah meneteskan air matanya dan mengguyur kota yang sedang dalam mimpinya ini.
Sama seperti cuaca pagi ini, Giselle yang sejak semalam mengalami insomnia, saat ini berdiam diri hanya memandangi langit yang berwarna kelabu dan meneteskan air matanya itu.
"Lo tau ga langit, warna lo yang kelabu itu mirip banget sama suasana hati gue, butek. Gak jelas warnanya apa. Terus air hujan itu sama kayak air mata gue semalem yang ga berenti keluar," kata Giselle pada langit dan hujan yang sedang menemaninya. Giselle menghela nafas berat. Ia masih tak terima dengan perbuatan Rio yang mengajak teman-temannya ke rumah. Sebenarnya Giselle tak apa jika banyak yang tahu akan perihal Giselle dan Rio adalah saudara tiri. Namun, jika seperti ini Rio sama saja melanggar perjanjian mereka yang sudah pernah disepakati.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Sister (S1) [COMPLETE]
Teen Fiction#1 on Sister Tag (14-07-2020) #2 on SHS Tag (26-06-2020) #54 on Fiksi Remaja Tag (14-05-2018) #95 on Story Tag (06-03-2020) • • Sial! Gara-gara dia, hidupku jadi berantakan. Siapa lagi kalau bukan cowok rese super nyebelin itu. Sebenernya cowok itu...