04. Trio Idiot

20 1 0
                                    

Farel Mahesa : Mau ikut mkn ga. Brg gue sma Dino.

Keana F : Bertiga doang?

Keana F : Kecuali klo lo mau traktir, bru gue mau.

Farel Mahesa : Iy, bertiga doang. Tpi jgn byk-byk. Gue setiap jln sma lo, pasti tekor.

Keana F : Lo kira gue apaan, gue tau dri jga kali.

Farel Mahesa : Gue depan rumah lo.

Keana F : Niat jir. Gue aj blm siap-siap msh beler bgt, Ya Allah.

Farel Mahesa : Gerak cepat bisa kali. Gue udh nungguin dri tdi.

Kea menaruh Handphonenya diatas nakas, cewek itu mengganti kaos oblongnya dengan baju perginya. Lalu menyambar tas kecilnya yang diisi dompet dan handphonenya.

Tak lupa, Kea menguncir kuda rambutnya. Dengan gerakan cepat Kea menghampiri Farel yang sudah menunggunya sedari tadi.

"Udah nunggu dari tadi ya?" Tanya Kea diikuti cengirannya. "Lo lama banget. Semua cewe gitu ya?"

Kea mengangkat bahunya, "Definisi lama buat cewe sama cowo itu berbeda."

"Yaudah ayo deh." Farel menarik tangan Kea kearah luar rumahnya,
"Hoi, lepas bisa kali. Modusnya bisa amat mas?"

"Oh iya, lupa gue."  Farel terkekeh sambil melepaskan tangan Kea yang sedari tadi ia gandeng. Kea masuk kedalam mobil milik Farel, setelah mendapat perintah dari Farel.

"Nyamper Dino dulu ya." Kea mengangguk, lalu mobil yang dikendarai Farel melesat kearah rumah Dino.

Dino : Lo udah otw 'kan sama farel?

Keana F : Iya,

Dino : Gue tunggu lima menit, gadateng gue gajadi ikut. Klo gue ga ikut lo bkln nyesel nantinya.

Keana F : Njs, sok penting banget lo. Dibandingin lo, gue sama Farel. Sosok lo yang paling gapenting.

Dino : Dunia serasa milik berdua ya mba.

Keana F : Dini jomblo, Gue gak pacaran sama Farel.

Dino : Weh, Dini siapa? Boleh dikenalin gak sama gue? Kan jadi couple-an gitu namanya, Dino dan Dini.. leh ugha sih.

Keana F : Typo, tapi kalo seandainya ada temen gue ada yang namanya Dini, terus girlfriend goal elo. Gue ga yakin dia bakalan mau.

Dino : Siapa sih? Yang nolak aura gue?

Keana F : Aura siapa weh? Tadi katanya mau sama Dini? Playboy lo!

Dino : Aura itu pesona goblok! Gue setia sama Dini.

Kea menahan tawanya, "Dino goblok emang. Dini kan cuma cewek imagine dia." Farel mengernyit heran, "Lo napa Kea?"

Kea menggeleng, tanda dirinya tak apa.

"Lo tunggu sini dulu ya, gue mau nyamper Dino dulu." Kea menahan lengan Farel, "Gue ikut aja deh Rel." Lalu Kea melepas lengan Farel dan turun dari mobil cowok itu. Kini ia sudah didepan rumah Dino --partner in crimenya Farel, sekaligus teman sebangku--

Dino keluar dari rumahnya menampakan dirinya yang masih seperti baru bangun tidur dengan kaos putih polosnya dan celana pendek sedengkul,

"Jing, apa-apaan lo. Lo nyuruh gue cepetan jemput lo, taunya lo belom siap." Kea menatap Dino sinis, begitu tau tuan rumah yang akan dijemputnya belum siap. "Selo elah. Cowo mah bentar. Emang Cewe." Cibir Dino, lalu dia mempersilahkan kedua manusia yang mendatangi rumahnya untuk masuk.

"Maaa, ini ada temen Dino. Dino mau keatas dulu mau mandi." Serunya sambil menaiki tangga.

"Ya ampun Dino. Nyusahin aja deh, bukannya nyuruh temennya duduk dulu." Mamanya Dino yang diketahui bernama Rita hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkaca pinggang.

Lalu pandangannya teralih dari Dino ke Farel dan Kea. Senyumnya menggantikan amarah yang tadi ada dalam wanita itu.

"Duduk dulu, Farel. Ini, pacar kamu?"

Kea tersenyum simpul, mengikuti gerakan Farel yang salim pada Rita. "Saya, temen sekelasnya Tante. Kea."

Setelah Farel dan Kea duduk, Rita bertanya lagi "Oalah. Yaudah duduk dulu, mau minum apa?"

"Gak usah repot-repot, tante. Bentaran doang." Tolak Kea halus.

"Gak papa. Dino kalo mandi itu suka lama. Kayak cewek dia mah." Ujar Rita. Kea tertawa kecil begitu juga Farel.

"Udah ya, tante mau kedapur dulu."  Rita pergi kearah dapur, meninggalkan Farel dan Kea berdua.

"Dinooo, gue udah beli game baru!" Seru seseorang yang langsung nyelonong masuk. Dino yang masih pakai handuk, shirtless, menengok kearah Farel, Kea dan sosok baru itu,

"Apaan? Apaan? Ntar main bareng lagi kita Lih. Ikutan Rel."

dan tak salah lagi cowok yang nyelonong masuk itu,  Galih. Teman sekelasnya mereka bertiga sekaligus tetangga Dino.

"Hoi, goblok. Ada gue Pe'a. Belom pake baju lagi." Pekik Kea sambil memejamkan matanya melihat Dino yang bertelanjang dada.

"Oh, gue lupa ya. Elo sih Lih." Yang disalahkan hanya cengengesan Dino kembali ke kamarnya, "Lo mau jalan ya sama Dino?"

Farel mengangguk, Tatapan Galih berubah menjadi tatapan mengintimidasi. "Gue gak diajak?"

"Gak perlu gue ajak, juga gue yakin lo bakalan kesini dan minta diajak." Ucap Farel. Galih hanya nyengir, lalu pergi ke dapur. "Eh, Galih. Udah lama gak main kesini ya." Begitu terdengar Rita menyapa Galih. Lalu terdengar kembali Galih berkata, "Tante, Galih mau keatas dulu ya."

Galih segera naik keatas lebuh tepatnya kekamar Dino. "Dino, cepet darimana coba?" Cibir Kea.

Tak lama, Dino muncul diikuti Galih. "Weh, Galih. Baju gue tuh!" Tuduh Farel setelah melihat baju hitam yang dipakai Galih.

"Biarin aja napa Rel, gue ga mau minjemin baju gue. Suka ga dibalikin baju gue, sama dia mah." Semua orang disekolah tau Farel, Dino dan Galih dekat. Kebiasan mereka kalo ngga nginep dirumah Farel, ya Dino. Galih ngga pernah mau nyumbangin kamar buat tempat begadang mereka bertiga. Klise, cowok itu gak suka berantakan.

Padahal untuk seukuran cowo tengil kayak Rifaldi Galih , biasanya gak peduli keadaan kamarnya. Beda lagi sama Aldino Saputra, cowo ini paling suka godain cewek, tapi kenyataannya dia gak pernah pacaran. Dan, Farel Mahesa masuk dalam persahabatan Galih dan Dino.

Jadilah, Tiga Cogan SMA Angkasa.

[.]

A/N :

Part ini cuma ngejelasin Dino, Farel, sama Galih dan part ini useless tau ga? *maafkan gue Din, Lih. Baru ngenalin lo semua di part ini dan pas lo berdua muncul gue ngatain part ini useless* . Bagian Jalan-jalannya di part selanjutnya. Ditunggu oke? Feedback jangan lupa. Btw, gue Update FYH dua kali seminggu, tiap hari Jum'at sama Sabtu. Tapi gue kali ini rada ngaret. Ralat, ini udah ngaret parah.

Follow Your Hearbeat :: HiatusTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang