Adios?

683 25 14
                                    

Happy Reading ;)

___________________________________

Deniz pov*

Pagi hari jam 07.15

Aku tak henti-hentinya memikirkan perkataan ara kemarin malam.

"Ok.Adios "

Adios
Adios
Adios
Adios

Arghhh...Aku jadi menyesal dengan tindakan bodohku kemarin. Hanya karena aku terpancing emosi karena Ara membahas tentang orang tuaku. Aku dengan seenaknya pergi meninggalkan rumahnya.
meskipun ada hal lain juga yang menggerahkan hatiku. Itu karena tiba-tiba aku teringat akan Devina. Dia adalah perempuan masa laluku.
Kami berteman sejak kecil hingga pada umurku yang ke 17tahun kami berpisah karena orang tuaku menyuruhku untuk melanjutkan kuliah di negeri Turki.

Sejak saat itu aku berusaha dengan sangat keras untuk menghubunginya. Tetapi, Devina seakan menghindar dariku. Dan sudah 3 tahun lamanya aku tak tau bagaimana keadaannya dan dimana dirinya. Karena hal itulah aku jadi menjaga jarak dengan kedua orang tuaku.
Dan sebenarnya Adella bukan adik kandungku. Ya, aku anak tunggal. Aku menemukan Adella yang menangis di jalan lalu aku menjadi sayang dan mengangapnya sebagai adikku sendiri.

Ayah dan ibuku? .tentu saja mereka tau. Dan mereka mengizinkan selama kegiatan kuliahku baik-baik saja.
Meskipun aku menjaga jarak tapi aku kerap kali menelpon ibuku. Sebatas memberi kabar & meminta doanya.


****

Aku memutuskan untuk menjelaskan semuanya pada Ara. Entah mengapa ada dorongan dari hati kecilku yang menyuruh aku melakukannya .

Aku telah tiba didepan gang flatnya. Aku menunggu cukup lama sampai akhirnya aku melihat dia berjalan kearahku.

'Pagi ini dia terlihat cantik 'Batinku.

Lalu kulihat sosoknya menegang saat matanya menatapku. Dan sengaja dia berjalan melewatiku tanpa sepatah kata pun.

"Ara!"

Dia semakin mempercepat langkahnya.aku mencoba mengimbanginya.

"ARA! dengarkan aku seben-"
Kupegang pergelangan tangannya. Dia lantas berbalik badan.

"LEPASKAN!"
Dia melepaskan genggamanku dengan paksa.

"Ara kita harus bicara! "

"Tidak ada yang perlu dibicarakan antara Anda dengan saya tuan, maaf saya buru-buru "

Lalu dia melenggang pergi. Dan dia memanggilku apa? Anda?
Hei, ara harusnya kau dengarkan penjelasanku. Aku benci keadaan ini , hampir sama dengan kejadian 3 tahun yang lalu.

Flashback on*

Aku memasukkan pakaian dan barang -barang yang aku perlu kedalam koper. Tak lama seorang gadis masuk kekamarku dan duduk diatas tempat tidurku.

"Deniz kau mau kemana?"

"Aku akan berangkat ke Turki besok pagi"

Deniz (&) Armenia seviyorum Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang