Part 7-Taehyung

349 65 9
                                    

CHEONGJU

Di tengah malam yang dingin Taehyung berdiri di balkon lantai dua rumahnya menikmati sensasi angin kutub yang membekukan. Untung saja secangkir coklat panas mampu membuat suhu badan laki-laki itu tahan dari udara rendah yang menerpanya.

Sejam yang lalu ia baru sampai rumah. Latihan hari ketiga puluh delapan tidak sebaik biasanya, namun tak buruk juga. Sekiranya berada di level 'cukup'. Jeon Wonwoo sedang dalam kondisi kurang vit karena terlalu lelah, sehingga permainan cello-nya sedikit lengah. Sementara tempo akordeon Taeyong agak tak karuan sebab ia memikirkan remidial testnya akibat terlalu banyak latihan. Berbeda dengan kesalahan-kesalahan yang dibuat Sujeong saat memainkan gitarnya. Akhir-akhir ini ia terlihat kacau. Senyum manis dengan lesung pipi yang biasa terulas di wajahnya tiba-tiba hilang entah ke mana. Hal itu membuat anggota pemegang saxophone turut menjadi penyebab mengapa latihan hari ini tidak maksimal.

Sambil memegang erat cangkir coklatnya, Taehyung membiarkan pikirannya refleks. Baru beberapa saat lalu ia berhasil menyimpulkan kenyataan aneh yang ia sesali mengapa ia mau menyimpulkan itu. Sepertinya terlalu ilmiah bila simpulannya disebut sebagai hipotesis, sebab ini bukan suatu penelitian. Namun entah apa, sepertinya sedikit banyak ia memang sudah menganalisa sesuatu. Sesuatu yang aneh, janggal, ganjil, dan mungkin di luar akal logika manusia. Tak habis pikir mengapa ia sendiri bisa melakukannya.

Hatinya terus menolak, meyakinkan diri bahwa itu semata-mata hanya persepsinya saja. Tapi... tidak. Ini menyangkut Sujeong, gadis itu.

FLASHBACK ON (30 Minutes Ago)

Taehyung tahu ini sudah malam ketika ia sampai rumah setelah mengantar Sujeong pulang. Jam sebelas lewat sedikit kira-kira. Otaknya sejak tadi diserang oleh pikiran-pikiran yang sangat mengganggu. Bukan hanya otaknya saja, namun juga hati dan jiwanya. Semua terjadi setelah ia mendapat keterangan tak mengenakan malam ini.

Masih berseragam, Taehyung memainkan jarinya di atas keyboard komputer di dalam kamarnya dan mengetikkan sesuatu. Ia bingung harus memulai dari mana, sebab otaknya tak mampu berpikir jernih lagi.

Jadi ia memutuskan agar pencariannya dimulai dari, 'Kecelakaan 2 Tahun Lalu.'

"Ahh, kurasa bukan itu kata kuncinya," gumam Taehyung diiringi degup jantung yang berpacu tak normal.

Mulai lagi. 'Kecelakaan Motor di Cheongbuk November 2014'

Menanti hasil yang begitu cepat itu, Taehyung menutup matanya. Berdoa dalam hati semoga apa yang tidak ia harapkan takkan muncul di layar komputernya. Sembari berusaha meyakinkan diri, jari-jari lelaki itu mengetuk-ngetuk meja dengan tempo cepat.

Dan...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebenarnya Taehyung tak sekaget tadi, sebab tujuannya melakukan pencarian di internet adalah untuk memastikan kebenaran dari berita yang telah ia peroleh. Kakinya lemas mendadak setelah hal itu dipastikan. Perasaannya kalut, sesungguhnya masih tak percaya bahwa telah terjadi kecelakaan maut yang menimpa Sujeong hingga menewaskan laki-laki yang paling gadis itu cintai dua tahun kurang lima belas hari yang lalu.

Puzzle of the Memory [TaeJeong Vers.]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang