사랑해요 I love you

58 2 0
                                    

PLAKK!!

Wajahnya!

Apakah itu dia?

"Oppa? Kau kenapa?"

°°°

throwback

Jimin POV

Sekolah masih sepi. Aku memang sengaja datang jauh lebih awal dari biasanya.

Sudah lama aku menunggu saat ini, hanya butuh keberanian saja hingga akhirnya aku melakukannya hari ini.

fuhh...

Aku benar-benar butuh tekad yang kuat untuk melakukan ini. Kuberanikan diriku memasuki kelas itu. kosong. seperti yang kuharapkan.

Kudekati meja no 2 dari depan di dekat jendela itu. Perlahan kukeluarkan sebuah amplop kecil yang sudah kuisi dengan puisi cinta.

Ketika aku hendak memasukan amplop tersebut ke dalam laci mejanya , gerakan tanganku terhenti.

Tidak kah cara ini tidak namja sama sekali. Seharusnya aku menyatakannya secara langsung. Tapi, bukankah surat ini sudah kuupayakan selama seminggu. Berapa kali aku membuang -buang kertas hanya karena beberapa kata yang menurutku tidak cocok. Alay.sedikit , buang. Romantis sedikit., buang. Hingga akhirnya aku menemukan isi yang tepat untuk suratku.

Hah , tidak! Lupakan tentang semua usaha yang kulakukan untuk membuat surat itu. Jika aku memang sangat mencintainya , aku harus menjadi namja sejati. Bukannya namja yang pengecut menggunakan surat seperti ini. Segera ku masukkan surat itu ke dalam saku seragam sekolah ku.

"Jimin?"

Ya tuhan , nyawaku hampir melayang karena serangan jantung. Aku terkejut sehingga kakiku tertabrak meja karena aku mengambil langkah mundur akibat suara tadi.

Lihatlah , seorang gadis cantik berperawakan menawan melihat tingkahku yang kelam kabut saat ini. Rambutnya yang terurai menambahkan lagi kejelitaannya. Rok mininya bergoyang , sangat menawan.

"Kenapa kau mendekati mejaku?"

***

Hye Ri POV

Aku berjalan di sepanjang koridor sekolah nenuju kelas. Sepi. Jalan menuju kelas masih lengang , hanya ada satu dua murid yang terlihat juga menuju ke ruang kelasnya masing-masing.

Menyegarkan. Udara dan cahaya matahari yang segar sangat menyenangkan suasana hatiku. Inilah alasanku selalu berangkat awal ke sekolah. Pemandangan pagi seperti inilah yang sangat kunikmati. Sepanjang koridor , aku berjalan santai sambil menatap jendela kaca. Menikmati pemandangan , sehingga akhirnya aku tiba di depan ruang kelasku.

Hmmm.. ada yang aneh.

Pintu ruang kelas terbuka.

Ahh,, paling teman-teman malas yang mengerjakan pr di sekolah, atau mungkin lebih tepatnya hendak mencontek pekerjannku. Bukankah kebanyakan teman-teman di kelas selalu meminta jawabanku disemua tugas yang diberikan guru? Tidak apalah, lagi pula lama-lama mereka juga akan tahu kalau perbuatan tersebut tidak ada gunanya.

Aku sedikit mengintip dari daun pintu. Tampak(belakangnya saja) seorang anak laki-laki berdiri di dekat mejaku. Dia tampak bingung. Yah, anak itu bodoh benar , mana mungkin juga aku menyimpan jawabanku disitu.

Eh, tapi tunggu. Anak itu bukan dari kelasku. Lalu, mengapa dia mendekati mejaku? Tidak mungkin untuk mencari jawaban , bukan?

Hmmm.. sepertinya aku mengenalnya. Pendek. Gempal. Ooh..

"Jimin?" Aku menegurnya. Dia tampak agak terkejut melihat kedatanganku. Sampai-sampai kakinya menabrak meja. Haha , lucu sekali melihat tingkahnya

"Kenapa kau mendekati mejaku?"

"Hye Ri , ahh.,. aku.. mmm.. Annyeong.  Apa kabarmu?"

Kenapa anak ini? Kesambet setan pohon pisang kah? Gugup sekali. Seolah-olah aku ini Kuntilanak di pagi buta. Begitu menyeramkan.

Plak! Aku mataku menemukan sebuah objek di saku bajunya. Amplop? Mungkinkah...

"Ya , Jimin. Apa yang di saku bajumu itu? Surat untuk guru , kah? Ada yang tidak masuk hari ini , ya? Sini , titipkan saja padaku. Tak usah takut , aku pasti akan memberikannya , kok. Lagian aku tidak suka mengerjai orang. Tidak sepertimu." Aku menjulurkan tanganku , hendak menerima surat izin itu. Dasar , Jimin idiot. Kalau mau minta tolong padaku untuk menyerahkan surat itu  berikan saja padaku , tidak usah sembunyi-sembunyi kaya buronan aja.

"Ahh , iya. Emm, sepertinya aku salah kelas deh. Surat ini bukan untuk anak kelas ini. Sudah ya, aku harus mencari kelasnya. Lagian aku belum selesai.mengerjakan tugas yang diberikan ssaem kemarin. Dah ya , Hye Ri"

Aku menatap punggungnya yang berjalan keluar kelas dengan tergesa-gesa. Aneh. Tapi aku tak peduli. Ahh, Jimin mah gitu. Biasa.

***

Jimin POV

Ini benar-benar gila! Aku hampir ketahuan! Apa yang akan kulakukan jika dia mengetahuinya! Ah , aku memang benar-benar namja yang pengecut! Tidak bisakah aku sedikit lebih berani ketika berhadapan dengannya.

Aku sedikit gugup , memaksa kakiku untuk berjalan menuju kelasku. Aku sangat menyesali sikapku yang tadi. Jadilah aku sepanjang pagi ini hingga jam pelajaran dimulai mengurung diri di ruang kelas , tidak ingin bermain untuk sementara.

Throwback end

Jimin POV

Hye Ri? Tidak! Tidak mungkin! Apa yang terjadi?

"Oppa , kau kenapa. Apa ada sesuatu dari diriku yang membuatmu takut?" Gadis itu menatapku bingung. Aku sudah tidak memperdulikan bagaimana raut wajahku saat ini. Yang aku pikirkan hanyalah gadis di hadapanku ini. Dia sangat mirip dengan Hye Ri. Tapi Hye Ri tidak mungkin melupakanku. 5 tahun sudah kejadian itu terjadi , hilang ditelan waktu dan kesibukan dunia. Hari ini , kenangan 5 tahun itu kembali lagi. Tuhan , kuatkan aku.

"Maaf , kalau boleh tau siapa  namamu?"

Aku bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu memerah karena malu.

"Yoo In , Oppa. Namaku Lee Yoo in."

Gadis itu tersenyum padaku. Senyum yang sudah 5 tahun tidak pernah kulihat lagi. Mirip sekali seperti saat itu. Hanya saja kali ini diperankan oleh orang yang berbeda.

deg...

deg deg..

deg deg deg..

Ya Tuhan. Aku tak mampu menahannya. Rasa ini. . .

mianhae chingu , typo dimana-mana
JiminArmy👍👍

You Are BeautifulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang