Part 18 : What's Wrong With Me?

8.1K 282 15
                                    

Ditempat lain, Rio yang masih terbaring di ranjang rumah sakit dikejutkan oleh kedatangan Erica, sang mama yang membawa sebuah kotak makan untuk Rio.

"Loh mama, tumben jam segini datengnya."

"Iya nih. Nih mama bawain kamu makanan kesukaan kamu yang lainnya. Dimakan ya sampe habis," kata Erica sambil menyerahkan kotak makanan tersebut kepada Rio. Rio pun mulai menyuapkan makanannya. Namun tiba-tiba Rio teringat akan sesuatu.

"Ma, Giselle mana?" tanya Rio penasaran. Karena biasanya yang membawa makanan kepada rio adalah Giselle bukan sang mama.

"Tumben kamu nanyain Giselle. Kalian udah baikkan ya?"

"Ya gitu sih ma, cuman belom resmi baikkan juga."

"Oh ya bagus deh kalo kalian udah mau baikkan. Itu si Giselle diajak pergi sama Evan, gatau tuh kemana. Paling jalan-jalan tuh mereka." Kunyahan Rio sesaat berhenti begitu mendengar kabar tersebut.

"Ma, emangnya Giselle sama Evan deket banget gitu ya. Sampe-sampe tiap weekend kayaknya jalan terus," tanya Rio lagi yang kelihatan seperti tidak suka?

"Mereka itu udah deket dari TK, sayang. Ya memang Evan kan anaknya baik, jadi dari dulu mama udah percayakan Giselle sama dia. Lagian Evan memang anak yang bertanggung jawab dan selalu jagain Giselle dengan baik. Jadi kalo Giselle pergi sama Evan, mama udah percaya langsung." Rio menelan ludahnya. Kini Rio baru tersadar jika Evan memang sosok yang penting dalam kehidupan Giselle dan sang mama pun sudah sangat percaya pada Evan.

"Nah, kalo kamu udah baikkan sama Giselle, kamu harus bisa kayak Evan yang jagain Giselle dengan baik. Kalo bisa sih lebih dari Evan karena sekarang kan kamu adalah kakaknya dan sebagai seorang kakak yang baik apalagi kamu cowok, kamu harus jagain adek kamu dengan baik dan bertanggung jawab. Jangan sampe adek kamu tersakiti. Ngerti kan Rio maksud mama?"

"Rio ngerti kok ma. Rio janji kok sama mama bakal jagain Giselle sebaik mungkin dan gak akan ngebiarin Giselle merasa tersakiti oleh orang lain," kata Rio mantap dan membuat Erica tersentuh mendengar kata-kata Rio.

"Iya mama percaya sama kamu. Mama tahu dari papa kalo kamu itu cowok yang bertanggung jawab apalagi sama cewek," kata Erica sambil mengelus puncak kepala anak tirinya ini. Erica pun mengecup puncak kepala Rio dan berkata, "ya udah mama pergi lagi ya. Mama masih ada urusan sebentar di kantor. Nanti kalo sempet, mama bakal suruh Giselle sama Evan jenguk kamu."

"Oke ma. Ma, tapi kayaknya gak usah deh, Kasian Giselle cape tuh pasti abis jalan sama Evan." Erica mengangguk.

"Okay see you, kid." Rio melambaikan tangannya pada Erica. Setelah Erica pergi, Rio pun meraih smartphonenya lalu mendiall nomor Giselle.

"Hallo?" suara dari seberang. Rio menghela nafasnya lagi. Ia tahu pasti jika ia menelpon Giselle, pasti Evan yang akan mengangkatnya. Sepertinya Giselle sangat percaya kepada Evan sampai ada telepon dari orang lain, Evan boleh mengangkatnya.

"Hallo Van. Btw, lo sama Giselle udah balik?"

"Udah kok bro, santai aja. Giselle aman sama gue. Lo ga perlu khawatir gitu. Eh btw, lo masuk rumah sakit lagi?"

"Oh ya udah kalo kalian udah pulang. Iya gue masuk rumah sakit lagi."

"Oh gitu. Terus telfon ini mau nanyain Giselle aja atau lo perlu sesuatu? Bilang aja biar gue bawain sekalian kesana mumpung masih bisa mampir ke rumah sakit."

"Oh engga-engga. Gue cuman nanyain Giselle aja kok. Selo bro, gue ga perlu apa-apa kok. Ya udah makasih, bro."

"Sip bro." Selepas menutup telfon dari Evan, Rio menghela nafas lega. Setidaknya firasat yang baru-baru ini muncul tidak benar adanya.

My Lovely Sister (S1) [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang