Suprise

559 23 24
                                    

Happy Reading ♡♡

___________________________________

Ara pov*

Aku mencoba menormalkan nafasku setelah insiden di parkiran tadi, kini aku sedang duduk di bangku Taman kota.

Flashback on*

Saat aku hendak menuju mobil deniz,tiba-tiba aku disuguhkan pemandangan yang membuat hatiku mencelos. Entah perasaan apa, aku merasa tidak bisa melihat deniz memeluk wanita lain. Aku masih berdiri diposisiku. Menyaksikan deniz dan wanita itu, tak lama kudengar sayup-sayup percakapan mereka.

"Den, I really miss you. Aren't you too?". Kata wanita itu.

"....." .deniz hanya diam saja.

"Den, Do you hear me? "

"...."

"Aku minta maaf den,karena aku pergi dan menghilang selama ini "

"Kau tau aku sangat syok mendengar bahwa kau akan melanjutkan kuliah diturki, jad-"

"Diamlah. Aku merasa tidak ada yang perlu dijelaskan lagi Dev"
. Kata deniz.

"So, Can we go now?"

"Where are you go dev?"

"I am going to your heart, babe" kata wanita itu sambil kembali memeluk deniz.

Dan mereka masuk mobil lalu deniz melajukan mobilnya. Kakiku luruh dan lemas. Bodohnya aku jatuh pada pesona deniz. Aku bahkan hanya upik abu dimatanya. Tak terasa air mataku membasahi pipiku.
Dan setelah itu aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu.



Flashback off*

Aku kembali menegak kopi hangat yang kupegang. Suasana malam ini cukup dingin tapi yang lebih dingin lagi adalah mendapati deniz bahkan tidak memberiku kabar sama sekali.

'Memang siapa aku? Bisa berharap lebih pada deniz?' Batinku.

Ribuan pemikiran buruk berkecamuk di otak ku . Aku harus pulang sekarang. Aku harus menenangkan diriku.
Aku melangkahkan kaki ku menuju halte bus terdekat. Tak lama bus datang dan mengantarkanku ke flat.

***

Deniz pov*

Dia kembali. Ya masa laluku kembali menghampiriku. Aku sangat terkejut mendapati dia di samping mobilku. Entah kenapa tiba-tiba dia kembali setelah hampir 3 tahun tak ada kabar darinya. Dan kenapa ia tau aku disini? Oh, pasti dia menyuruh orang suruhan ayahnya untuk mencari informasi diriku. Ya, Ayah Devi adalah Detective terkenal di dunia. Saat langkahku mulai dekat tiba-tiba dia refleks memelukku erat.
Sambil mengatakan bahwa dia merindukanku.

Aku hanya diam, bahkan aku tak berniat membalas pelukannya. Rasanya berbeda dengan dulu, kini tak ada getaran menggebu di hatiku saat ia memelukku. Semua terasa hambar. Dia merengek minta menginap di Apartementku. Apalah dayaku. Meskipun aku menolak aku tau dia akan melakukan segala cara agar dapat meluluhkan hatiku.
Tapi, kurasa semua tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi.
Aku memasuki mobil dan segera melajukan mobilku. Sepanjang perjalanan Devi terus mengoceh tanpa henti. Dan aku hanya sesekali menjawab pertanyaannya. Lalu tiba -tiba aku teringat seseorang.
Ara!. Tadi aku pergi bersamanya. Dan aku adalah pria brengsek yang meninggalkannya. Bahkan aku tidak mengirim pesan padanya.

'Bodohnya aku' batinku.

****

Setibanya di apartementku , aku menyuruh devi untuk mandi terlebih dahulu. Karena dia bilang tadi dia baru saja dari bandara lalu menemuiku. Bukan berarti aku sudah tidak Cinta lalu aku tidak memperdulikannya. Aku tidak sebrengsek itu,Aku masih punya rasa kemanusiaan. Sebenarnya dari dulu ia sudah kuanggap sebagai Adikku sendiri. Tapi ,saat usia 15 tahun Devi meminta ku untuk menjadi kekasihnya.
Daa hubungan kami berjalan selama 2 tahun .

Deniz (&) Armenia seviyorum Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang