Aku mencintaimu karena semua yang kau beri, tanpa harap kembali❤
....................
Disinilah aku. Berdiri tegap, berusaha menutupi kegugupan lantaran lelaki yang tengah berpidato di aula sekolah ku, lelaki itu berusaha menyampaikan informasi. Luasnya pemikirannya membuatnya terpilih mewakili kelas lainnya untuk menyampaikan pendapat yang ia peroleh.Mataku tak bisa lepas darinya. Pandanganku hanya tertuju padanya. mendengar setiap kata yang ia lontarkan.
"Gila keren parah..." puji Utari teman semejaku. Aku tidak menanggapinya, berusaha fokus pada titik pusat yang menjadi perhatian banyak orang.
Senyum tipisnya selalu terukir disetiap jeda katanya. Lesung pipi yang berada di kanan pipinya membuatnya tampak manis tak kesat mata.
"Pacar gua ganteng amat dah."
"Set orang apa angle... Perfect banget."
"Calon menantu bapak gua..."
"Aihss... Masa depan."
"Njirr my handsome husband."
Komentar demi komentar di lontarkan oleh para gadis yang dipenuhi rasa kagum. Akuan yang di ucapkan dengan cukup keras tanpa rasa malu. Namun itu semua tak berlaku pada Senja, ia hanya bisa tersenyum bahagia melihat sosok pria tersebut dan hanya bisa memujinya dalam hati. senja sesekali merasa gugup saat sepasang mata itu menatapnya dari jarak yang cukup jauh dari pandangannya, karena Senja berdiri dibarisan paling akhir.
"Asli, gaada letak salahnya. Semuanya sempurna." Ujar Utari yang membahas pidato tadi.
"Lu suka sama isi pidatonya atau orang yang baca pidatonya?" Tanya Senja. Mereka sudah sampai di kelasnya '11-3'.
"Lu pasti taulah..." Jawab Utari tersenyum misterius sambil menaik-turunkan sebelah alisnya.
"Ehh orang..." Balas Senja.
"Ihh keren bangett pacar gua pidatonyaaaa! Maygattt." Ujar Viola.
"Si Tayi, jangan ngaku-ngaku! The boy is mine!" Balas Mia.
"Paansi, kaga dia cuma milik gua. Milik gua!" Timpal Viola lagi.
"Tai apa yak, kayak dia mau aja apa, ama lu lu pada!" Ucap Riki yang merasa keberisikan akibat perdebatan 2 ABG centil itu.
"diem dah lu!" Omel Mia.
"Au.. Jb,jb aja!" Ucap Viola sengit.
"Kalau suka bilang aja si..." Tambah Viola.
"Eh sorry yak VIO gua masih normal, gak mukin juga gua demen ama cowok klemer-klemer kek gitu!" Balas Riki.
"Berati kalau dia ga klemer-klemer lo suka dong!!" ujar Viola.
"Ahaha njik bener juga lo Vi!" Angga tertawa diikuti oleh orang-orang yang mendengar bacotan Riki dan Viola.
"Eh kampret ya kagalah bego! Kasih aja noh si Angga baru doyan dah! Demi diakan homo akut." Riki tak terima di tertawakan.
"Sialan lu! Si ridho aja noh..." Balas Angga.
"Apaan, apaan? Nama gua kok di sebut-sebut." Ucap Ridho yang memang baru nongol di pintu kelas itu.
"Engga, ada kucing lewat pake helm dho." Sahut Angga asal.
"Babii, di kata mau balapan." Ujar Ridho.
"Gua bilangnya kucing yakk..." Ucap Angga.
"Ett... kaga ngarti orang." Ridho berucap 'babi' dalam bentuk umpatan bukan untuk topiknya tapi emang dasar si Angga tablo.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bersama Elang
Teen FictionPribadi dingin yang kamu miliki membuatku tidak bisa mengerti akan sifat-sifat mu. Aku tidak tau kamu akan membawa cintaku kemana? Tetapi selama kamu masih ada disisiku aku akan terus mengikutimu. Dan selalu bersamamu... -[Senja Riana] . . Kamu hany...