Seharusnya sore tadi aku tidak boleh membuka sesuatu yang tidak boleh kubuka dan kulihat, akan tetapi rasa penasaran serta rindu ini bisa menggoyahkan tekadku, dan alhasil semua berujung dengan sakit di hatiku.
Pikiranku kalut, sesuatu yang kulihat di sore tadi benar-benar menamparku serta menyadarkanku bahwa aku memang bukan siapa-siapa untuknya. Dan kenyataan ini membuatku tidak berdaya, dan seketika membuat moodku down.
Dengan sisa-sisa tenagaku yang masih ada, aku pergi untuk jalan-jalan, setidaknya dengan berjalan-jalan mungkin moodku akan membaik.
Selama berjalan pikiranku terus melayang memikirkan apa yang kulihat sore tadi, aku menyesal telah membukanya dan aku merasa dunia ini tak adil, aku merasa semua yang terjadi padaku saat ini benar-benar tidak adil. Tak terasa air mataku menetes, aku berhenti dan duduk di bangku taman, sendiri dan hanya di temani cahaya lampu yang menerangi taman.
"Wae? Naega wae?" Gumamku, air mataku sudah tidak bisa dibendung lagi saat ini, aku menangis meratapi nasibku yang seperti ini.
Seharusnya saat ini aku sudah melupakannya, ternyata hanya dengan melihat foto dia dengan seorang wanita itu membuatku sakit, dan kenyataan itu membuatku sadar bahwa aku belum sepenuhnya melupakannya, ternyata waktu selama 7 tahun tidak bisa membuatku lupa akan dirinya sepenuhnya.
Setelah puas menangis aku melangkahkan kakiku untuk pulang.
Aku tidak mengerti apakah saat ini takdir tengah mempermainkanku? Di perjalanan pulang aku bertemu dengan dia, dia yang aku tangisi tadi, seperti biasa dia hangat senyumnya selalu membawa kehangatan tersendiri untukku, dia tersenyum kepadaku.
"Anyeong Sang mi-ya!" Sapa nya ramah.
Aku masih terdiam menatapnya dalam.
"eum sang mi?" Ulangnya.
"Eoh, anyeong taehyung-ah." ucapku tesadar.
Lagi, dia tersenyum lagi, akupun membalas senyumannya meskipun ini sangat perih.
"Wah, sudah lama ya kita tidak bertemu, dan aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini." Ucapnya memulai pembicaraan.
"ne, aku juga tidak menyangka bisa bertemu denganmu." Aku menjawab dan tersenyum padanya.
"Apa kabarmu? Sehat?"
"Ne, aku sehat, bagaimana sebaliknya? Kau juga sehat kan?" Tanyaku kembali.
"Ya tentu saja, aku sangat sehat." Jawabnya semangat.
"Kau mau kemana?" Aku mencoba bertanya.
"Hmmh hanya jalan-jalan saja, dan kau dari mana? Tidak baik loh seorang gadis keluar malam-malam apalagi hanya sendiri." Candanya.
Aku tersenyum
"Sama halnya denganmu, aku juga sedang berjalan-jalan untuk menenangkan pikiranku." Ucapku.Dia tersenyum,
"Kau mau pulang sekarang?" Tanyanya, dan dibalas anggukan olehku."Aku antar." celetuknya.
Aku reflek menoleh ke arahnya,"Ah tidak usah, aku akan pulang sendiri, lagipula rumahmu kan jauh dengan rumahku." elakku.
"Tidak apa-apa, ayo. Aku kan sudah bilang tidak baik seorang gadis berjalan sendirian, apa lagi malam hari. lagipula aku kan masih ingin jalan-jalan, sudahlah ayo." Jelasnya panjang.
"Haah baiklah aku menyerah, ayo." Ucapku menyerah. Dia tersenyum.
Kami berjalan bersama. Aku menghela nafas panjang,
"Kau kenapa? Apa ada masalah?" Ucap taehyung setelah mendengar helaan nafas panjangku."Anni, hanya saja aku merasa sangat sedih." Ucapku.
"Sedih? Jika boleh tau, kenapa?" tanya taehyung kembali.
Aku menghela nafas panjang kembali.
"Kau tau? Aku merasa semua yang terjadi padaku ini tak adil..." aku menggantungkan kalimatku dan melihat taehyung sedang mengerutkan dahinya menunggu kelanjutan kalimatku.
"Yah kau tau? Aku rasa semua sudah jelas setelah benar-benar melihatnya." Lanjutku, taehyung masih mengerutkan dahinya tanda dia belum paham dengan ucapanku.
"Aku rasa ini semua salahku, seharusnya dari awal aku tidak boleh menyukainya, karena ini memang sudah salah dari awal, apalagi ketika melihat foto itu aku mengerti semua sudah salahku dari awal, dan ketika bertemu dengannya ini semakin terlihat jelas." aku melanjutkan kalimatku.
Aku merasa raut muka taehyung berubah, raut wajah tidak mengerti yang tadi dia tunjukan menjadi raut perasaan bersalah yang nampak saat ini.
"Yah aku tidak boleh menyesali semua yang terjadi bukan? Karena memang ini adalah pilihanku dari awal." lanjutku tersenyum miris.
"Ah maaf aku jadi menceritakan isi hatiku padamu." Ucapku tersenyum kikuk.
"Mianhae." Ucap taehyung tiba-tiba, dan reflek aku menoleh ke arahnya dan mengerutkan dahi, 'untuk apa dia meminta maaf' batinku.
"Jeongmal Mianhae Sang mi-ya." Lanjutnya masih meminta maaf, aku semakin mengerutkan dahiku tidak mengerti.
"Kau minta maaf untuk apa?" Ucapku menyakannya.
"Aku minta maaf buat semuanya, semua yang tadi kau ceritakan" lanjutnya, reflek aku membelalakan mataku 'tidak mungkin, tidak mungkin dia tahu kan?' Batinku berperang.
"kau tahu, sang mi-ya? Bisa dibilang aku tahu, hanya saja aku tidak mau sok tahu." Lanjutnya.
sontak aku membelalakan mataku, entahlah apa yang kurasakan saat ini, kaget, malu semua menjadi satu. Tanpa sadar air mataku keluar, aku tidak percaya dia mengetahuinya.
"Sang mi-ya." Panggilnya, lalu dia melangkah mendekatiku.
"Jangan mendekat!" cegahku, dan sukses menghentikan langkahnya.
"Wae? kenapa jika sudah tau kau... setidaknya..." aku kehabisan kata-kata, aku tidak bisa melanjutkan kalimatku rasanya lidahku kelu, air mataku terus menerus mengalir tak dapat dibendung lagi.
"Maaf sekali lagi maaf." Ucapnya kembali meminta maaf.
"geumanhae!" Bentakku sambil menutup telinga berusaha tidak mendengar apapun yang dikatakan taehyung.
"jangan berbicara apapun lagi, cukup! ini sudah sangat menyakitkan." Lanjutku.
Dia meraih tanganku,
"sang mi-ya, maafkan aku, aku benar-benar minta maaf." Ucapnya."Kau tahu? aku sangat berharap kau menemukan seseorang yang sangat baik dan sangat mencintaimu." Lanjutnya.
Aku masih menangis, 'kau tahu? bukan ini jawaban yang ingin kudengar, sungguh!' Batinku bergumam aku sudah tak sanggup lagi berbicara dengannya.
"Sudahlah, kau tidak usah mengantarku lagi, pulanglah!" aku menyuruhnya pulang setelah kekuatan untuk berbicaraku kembali.
Aku melangkah pergi, Dan berhenti untuk sesaat, aku berbalik lagi menatap wajahnya.
"Maaf sudah berani menyukaimu, dan terimakasih untuk cinta yang kudapat darimu, meskipun hanya aku yang mencintaimu." Ucapku tersenyum miris.
kulangkahkan kakiku kembali, aku rasa cukup sampai di sini, di mulai saat ini aku benar-benar harus melupakannya.Sorry, Thank you.
Haiii... every body... *tereakpaketoa
Yeon bwain ff oneshot absurd nih..
Hadeeeeuuuhh, ini ff oneshot perdananya yeon nih hehe😆😆 kalian tahu? *yaenggaklah 😂Yeon bkin ff kok jadi baper sendiri ya? Berasa mengulik masa lalu gitu, jiaah malah curhat *plaaak
*cieeauthornyabaper 😂Oke lah gk usah panjang lebar yeon ngomong disini...
Happy reading guysss...!!!😄😄😄
Ooh iya, yang mampir baca ff ini boleh lah klik simbol yg bertanda bintang 😄
Dan,, kritik serta sarannya boleh kok!!!! d tunggu yy d kolom coment nya 😄😄😄😄
gomawo yeorobuunnn😚😚😚

KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, Thank You
RomanceApakah melupakanmu sesulit ini,? Jika aku tahu melupakanmu akan sesulit ini, dari awal aku tidak akan berani-berani mencoba untuk mencintaimu. "Jeon Sang Mi"