Di tengah keasikan Juno dalam mengerjakan soal, seseorang mengetuk pintu kamarnya. Juno menoleh ke sumber suara, yang tak lama kemudian pintu kamarnya terbuka. Seakan-akan sudah hapal gaya membuka pintu anggota keluarganya, Juno mengembuskan napas jengkel. Ia kembali menantap soal yang ada di hadapannya.
"Tuh, kan, tebakan gue bener. Pasti lo lagi belajar," ujar Reo seraya menutupi pintu kamar Juno. Ia berjalan menghampiri adiknya yang tidak menoleh ke arahnya sama sekali. "Sebenernya, lo belajar buat apa? Kalo buat seleksi OSN, yang bener. Jangan main asik sendiri." komentar Reo, matanya menatap soal yang sedang dicoret oleh Juno.
Gerakan tangan Juno terhenti begitu mendengar komentar Reo. Ia mengembuskan napasnya kesal dan melepas pensil mekaniknya dengan sedikit membanting. Juno menatap Reo yang membalas tatapannya dengan sebelah alis yang terangkat. Pandnagan Juno sama sekali tidak ramah. Amarahnya seperti tersulut oleh Reo.
"Apa?" tanya Reo beberapa detik setelah Juno hanya menatapnya kesal.
"Kalo lo masuk ke kamar gue cuma pengin bikin gue naik darah, mending lo keluar deh. Lo ganggu banget, Re," ujar Juno menunjuk ke arah pintu kamarnya.
"Gue kakak lo. Sopan sedikit kalo ngomong," ujar Reo santai, namun terkesan dingin.
Juno mendengus. "Halah, bodo. Beda setahun doang. Pengin banget lo dihormati kayak beda 3 tahun."
"Jun, gue serius," sahut Reo yang amarahnya ikut tersulut. "Gue dateng ke kamar lo buat pastiin kalo itu serius ikut seleksi OSN. Karena gue berharap setidaknya lo punya penghargaan dari sekolah. Lumayan, Jun. Kalo lo sampe menang, sertifikat itu bisa lo pake buat SNMPTN." jelas Reo, namun tidak menghilangkan amarahnya.
"Tolong jangan ceramahin gue soal sertifikat dan SNMPTN. Urusin diri lo aja dulu yang tahun depan UN," sahut Juno ketus.
"Yeh, dikasih tau sama yang lebih tua, malah ngeyel." kata Reo.
"Lah, bodo. Gue juga nggak minta dikasih tau sama lo," sahut Juno. Raut wajahnya berubah dan terlihat amat jengkel. "Mending lo keluar deh. Gue mau belajar untuk seleksi OSN Fisika yang lo mau gue menangin itu."
Reo mengembuskan napasnya, mencoba menelan rasa jengkel yang ditimbulkan oleh Juno barusan. Tatapan menajam seakan-akan sanggup memancarkan laser dari sana. Ia mendecak lidah, kemudian berkata, "Terserah lo deh. Padahal niat gue baik loh, mau kasih motivasi biar adek gue menang. Eh, malah ditolak mentah-mentah."
Juno kembali mendengus setelah mendnegar perkataan kakaknya itu. Kemudian, senyum yang diakibatkan oleh dengusannya menghilang seketika digantikan dengan wajah datar dan terkesan dingin.
"Nggak, makasih. Sekarang gue minta lo keluar dari kamar gue, Re." ujar Juno kembali menunjuk ke arah pintu kamarnya.
"Fine, don't you ever ask my motivation to win a competition." ujar Reo yang kemudian berjalan menuju pintu kamar Juno.
"Calm down, i'll never ask you about that." balas Juno sensi, membuat Reo mendesis.
Reo keluar dari kamar Juno dengan membanting pintu. Juno mendesis sebal karena kehadiran kakaknya itu hanya membuyarkan fokus dirinya yang sedang mendalami soal latihan untuk seleksi OSN kelak. Sebenarnya, bukan OSN sih. Lebih tepatnya OSK, itu adalah perlombaan tingkat kota. Karena tidak ada yang langsung ke tingkat negeri.
Tingkat kota aja udah mabok gue belajarnya, gimana tingkat negeri? ujar Juno dalam hati.
Juno mengusap wajahnya frustasi. Ia tidak benci dengan kakaknya, tapi ia cenderung kesal. Ia kesal karena Reo sering kali memamerkan kemenangannya di berbagai macam lomba yang berhubungan dengan bahasa. Masih mending kalau Reo memamerkannya ketika ia sedang mengangkat piala di lokasi lomba atau di upacara sekolah. Tapi, ini beda. Reo memamerkan kemenangannya di hadapan Juno dan kedua orang tuanya ketika makan malam.

KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
Fiksi RemajaSeperti cerita kebanyakan, Juno adalah seorang laki-laki populer akan fisiknya yang begitu memikat. Ia dicap sebagai flower boy oleh angkatannya dan adik kelas, bahkan angkatan kakaknya sendiri. Bahkan, ia disebut-sebut akan mengangtikan posisi kaka...