KEDUDUKAN SHALAT BERJAMAAH DAN ADAB MENGHADIRINYA

1.3K 4 0
                                    

الْحَمْدُ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أََمَرَنَا بِالْاِجْتِمَاعِ عَلَى دِيْنِهِ وَالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِهِ، وَنَهَانَا عَنِ التَّفَرُّقِ وَالْاِخْتِلاَفِ لمِاَ فِي الْاِجْتِمَاعِ مِنَ القُوَّةِ وَالأَُلْفَةِ وَمَا فِيْ الْاِفْتِرَاقِ مِنَ الضَّعْفِ وَالنُّفْرَةِ أَحْمَدُهُ عَلَى نِعْمَةِ الْإِسْلاَمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه، شَهَادَةً تَفْتَحُ لِمَنْ قَالَهَا صَادِقًا دَارَ السَّلاَمِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِلَى جَمِيْعِ الأََنَامِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ الْكِرَامِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا عَلَى الدَّوَامِ أَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ صَلاَةَ الْجَمَاعَةِ مِنْ أَعْظَمِ شَعَائِرِ الْإِسْلاَمِ

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah

Segala puji bagi Allah Subhanahu wata'ala yang telah mensyariatkan bagi kaum muslimin sebaik-baik ajaran dan aturan yang sempurna. Saya bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi selain Allah Subhanahu wata'ala semata serta saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa Allah Subhanahu wata'ala karuniakan kepada Nabi kita Muhammad dan keluarganya serta kaum muslimin yang senantiasa mengikuti petunjuknya.

Hadirin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wata'ala, serta marilah kita senantiasa mengingat dan menyadari bahwa di antara ajaran Islam yang paling penting dan syiar Islam yang paling besar adalah shalat berjamaah di masjid. Bahkan, karena tingginya kedudukan shalat berjamaah, Allah Subhanahu wata'ala menyatakan persaksiannya terhadap orang yang menjaga kewajiban ini di masjid bahwa dia adalah orang yang beriman, sebagaimana dalam firman-Nya,

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

"Tidaklah yang memakmurkan masjid-masjid Allah kecuali orangorang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Merekalah orang-orang yang termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (at-Taubah: 18)

Di samping itu, karena penting dan tingginya kedudukan shalat berjamaah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bertekad hendak membakar rumah-rumah orang yang tidak mau memenuhi panggilan azan untuk shalat berjamaah, sebagaimana dalam sabda beliau Shallallahu 'alaihi wasallam,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلاَةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا تَألََوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا، وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

MATERI KHUTBAH JUM'AT PILIHAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang