I'll never give up on you

525 20 10
                                    

Happy Reading
Maaf kalo ada Typo : v
Lagi males cuap-cuap

🌹🌹🌹🌹

Deniz Pov*
Bukan Deniz namanya kalo tidak bisa memperjuangkan cintanya.
Kali ini tekadku sudah bulat.
Aku benar-benar menyadari semua kesalahanku selama ini. Aku hanya mempermainkan hatinya sesuka ku. Aku bahkan tak berfikir betapa terlukanya dia.  Brengsek!  Itulah julukan yang pantas untuk diriku.  Aku sadar akan hal itu.

Kali ini aku sedang menunggu ara di depan gang flatnya. Aku sengaja berangkat sangat pagi. Aku tidak ingin sampai melewatkan kesempatan ini. Setelah 30 menit aku berdiri di samping mobil sportku,Akhirnya aku melihatnya. Iya, dia 'Ara' gadisku.

"Hei, good morning ". Sapaku.

"......" . Dia tetap diam seribu bahasa dan melanjutkan langkah kakinya.

'Sabar Deniz, Calm down ' batinku.

"Ara ..listen to me please, I need to speak with you ".

" You've spoke, right?!". Ucapnya.

"Yeah, I knew but,just once , let me tell you the truth " . Kataku.

Kulihat sorot matanya mulai meneduh dan dia menatapku datar. Oh, ara tidak adakah ekspresi lain yang lebih manis.

"Ok, masuklah ke mobil aku akan menceritakan semuanya tapi disuatu tempat"

"Dimana?"

"Rahasia"

"Come in, Now"

"I do, dude "

Setelah aku dan ara masuk mobil aku melihat dia yang sudah sedikit lebih tenang. Dia beberapa kali menghela nafas.
Aku pun melajukan mobilku ke suatu tempat.

*****

Hening suasana di mobil ini begitu tenang. Kulihat ara hanya memainkan ponselnya.  Entah apa yang sedang ia perhatikan.
1 jam sudah aku melajukan mobilku. Aku benar-benar tidak sabar ingin segera sampai ke tujuanku, 'Cappadocia ' .
Apa kalian pernah mendengar nama wilayah itu?. Kuharap kalian sudah tau.

"Den, where we are going to?"

"Somewhere". Jawabku asal.

"Den, please tell me! "

"Cappadocia ".

"WHAT!?"

"Iya, kita akan kesana ara ".

"Bu..bukankah perlu 5-6 jam untuk kesana?". Tanyanya.

"Iya, kau pandai sekali nona".

"Den! Aku ada jam kuliah siang ini. Dan kau seenaknya mengajakku tanpa berniat memberitahu terlebih dahulu?
How insane you're". Ucapnya dengan masih emosi.

"Calm down ara , aku sudah perhitungkan semuanya. Aku bahkan sudah meminta izin pada dosenmu selama 2 hari"

"Apa?! 2 hari?"

Deniz (&) Armenia seviyorum Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang