Yuuta POV
TOK, TOK.
Cklek.
"Whoa, Yuuta?" panggilnya dengan wajah senang.
"Hai, Aniki. Aku datang kesini untuk mengganggu." Kataku.
"Aah, masuk, masuk."
Syukurlah, tanpa dijelaskan pun kurasa dia sudah tau tujuanku kesini. Dia memang bukan kakak kandungku, tapi kami sudah saling menganggap sebagai saudara.
"Hari ini aku buat kare, kau mau?"
"Yatta! Aku suka kare buatan Aniki." Kataku.
"Jadi, kali ini karena apa? Rasanya bukan karena keluargamu." Tanyanya. Ya ampun, inilah yang kumaksud tadi.
"Aniki, kau ini punya semacam kekuatan ya? dugaanmu itu selalu tepat sasaran, membuatku jengkel."
"Ahaha, yah, sejak kecil aku memang selalu dikaruniai keberuntungan."
"Wah, sombong! Lalu kenapa kau masih tinggal di apartemen ini, aniki. Seharusnya kau pindah ke yang lebih mewah." Balasku.
"Kalau aku pindah, kau tak akan tau aku dimana kan?"
"Iya juga ya..." aku tak kepikiran. Dan setauku dia tak punya Hp...
Dia menaruh nasi kare didepanku, "Ittadakimasu!" kataku.
"Ittadakimau." Sambungnya.
"Begini, aniki. Aku diganggu oleh siswa yang tak tau diri, dan kebetulan dia kakak kelasku. Dia menjelek jelekkan pacarku, dan itu membuatku kesal!"
"Hoo? Lalu?"
"Dan kebetulan juga, pacarku dan siswa ini ternyata teman dekat..."
"Ya?"
"Lalu, aku tak sengaja membantingnya dan dia bilang bahunya terluka, tapi, masa cuma gara gara dibanting saja dia jadi seperti itu?! kan tak mungkin! Apalagi dengan badannya yang sepeti monster itu!"
"Tapi bukankah mungkin saja."
"Loh, kok Aniki membelanya?!"
"Hei, kau tak ingat kalau kau pernah ikut Judo dan Aikido? Apalagi kau unggul dikeduanya."
Oh iya, aku lupa!
"Ta-tapi, untuk seorang laki laki sepertinya itu hampir tidak mungkin!"
"Terus, kenapa kau jadi kabur hanya gara gara itu?"
"Si-siswa ini, secara kebetulan putra sulung pemilik sekolah..."
"Whua, 'kebetulan'nya banyak sekali ya, rasanya seperti takdir." Katanya mengejek.
"Aniki!"
"Aku hanya bercanda. Teruskan, teruskan."
"Dia kebetulan memiliki kebijakan-"
"Nah loh, 'kebetulan' lagi."
"Aniki!!"
"Ahahahaha."
"lalu dia memberiku sanksi."
"Sanksinya?"
"Di-dia ingin aku menjadi budak-nya."
Sekejap hening, lalu...
"Bwahahahahaha!! Apa itu?! Permintaannya hebat sekali!! Ahahaha! Shojo Manga Mitai (seperti di komik cewek), Khahaha!"
"Aanikiii!"
"Jadi kau kabur karena tak ingin menjadi budaknya, begitu?"
Aku mengangguk.

YOU ARE READING
Not Devil, Just Evil [BXB]
RandomAku memang tak pernah suka dengan makhluk itu. Aku malah heran kenapa tuhan mengirimnya ke bumi -Yuuto. __________________________________________________________________ Dia sasaran empuk yang kucari. Jadi, bagaimana cara membuatnya kacau ya...