"hufff" hembusan napasku yang membuat kertas-kertas sedikit berterbangan dari tempatnya dan sebagian jatuh ke lantai.
"hey Ayu!!!! Cepat selesaikan kerjaan mu, dokumen itu harus selesai hari ini juga. Jangan bermalas-malasan saja kalau tidak ku potong gaji mu!" teriak pemilik perusahaan atau yang biasa kupanggil dengan sebutan bos dan mempunyai kebiasaan memarahi dan selalu membentak siapa saja yang bermalas-malasan.
"TIDAKK!! Jangan potong gaji ku bos. Akan segera aku selesaikan dokumennya ini" teriak aku kepada bosku dan bos hanya nyengir karena dia tahu bahwa aku ingin mempunyai uang lebih untuk pergi keluar negeri.
Andai saja besok adalah hari dimana aku dapat bersantai dan bersenang-senang dengan teman-teman ku yang lain.
Tak lama kemudian aku mulai mengerjakan pekerjaan ku. Disaat aku sedang asik-asiknya mengerjakan pekerjaanku, hape berbunyi memutar lagu kesukaanku, sepertinya ada pesan dari seseorang. Dan ku baca isi pesan tersebut 'kita ngumpul bareng yuk malam ini di restoran biasa tempat kita bertemu! Ku tunggu kau nanti jam 8 malam ya!' ternyata yang mengirim SMS adalah Mavey, temanku yang selalu saja mengajakku untuk bersenang-senang. Lebih parahnya lagi, dia tidak pernah memperdulikan betapa sulitnya keadaan ekonomi ku sekarang.
*************************************************************************
Sesampainya aku di restoran belum tampak vevey (panggilanku kepada Mavey) yang membuat janji untuk bertemu. Sepertinya itu sudah menjadi kebiasaannya, dia yang membuat janji untuk bertemu dan dia juga yang telat.
"Padahal sudah ku sempatkan waktu ku dengan tergesa-gesa menyelesaikan kerjaan ku!" aku yang mulai kesal karena sudah hampir 15 menit menunggu. "seharusnya hari ini waktu nya kupakai untuk lembur saja daripada membuang waktu untuk menunggunya disini!" selama ini pun dia belum datang emang kebiasaannya yang selalu ngaret. Lebih baik aku men-searching idola ku saja!
"hey! Maaf ya aku telat soalnya tadi aku ketiduran. Hehehe..." aku yang sedang keasyikkan mencari foto-foto dan info tentang artis favoritku tidak menghiraukan nya yang baru saja datang. "eh kamu dengar gak sih aku ngomong apa? Kamu sedang apa sih?"
"Ahhhh! Ryeowook lucu banget dengan style baru nya!" aku mulai heboh sendiri karena melihat foto idola kesukaan ku. "eh, maaf ada apa ya ? oh ya kamu datang? hahaha aku sedang melihat foto-foto pacar ku hehe. By the way ngapain kamu ngajak aku ngumpul? Berdua doang lagi sama kamu."
"Apa pacarmu?! Mana coba kulihat!" sambil merebut hape ditanganku. "ini yang kau bilang pacarmu? Ah! Ini mah artis yang kau sukai. Kupikir kau beneran mempunyai pacar. Oh ya aku baru ingat aku mengajak mu kesini karena aku mau mengenalimu dengan seorang pria."
"tidak! aku tidak mau!"
"kenapa? Padahal kupikir kau akan cocok dengannya loh!"
"sudah ku bilang aku tidak mau! Aku tidak tertarik dengan laki-laki yang kau kenalkan kepadaku. Dulu kau mengenalkan aku kepada laki-laki yang hyper-protektif aku tak mau sampai itu terjadi lagi. Lagipula aku sedang ingin mencari uang untuk hal yang sedang kuinginkan"
"ah! Itu kan dulu Yun! Sekarang kamu pasti mau deh sama dia! Pasti kamu sedang ingin pergi ke Korea kan? Sudahlah mending kamu memiliki pacar dulu. Impian mu keliling dunia dan pergi ke Korea itu gak akan pernah tercapai sampai kapanpun."
"oh jadi begitu? Gak akan tercapai ya? Bukannya kamu yang selalu mengimpikan sesuatu tetapi tak pernah mau berusaha. Selalu saja mau mempunyai kesenangan. Tak pernah kan kamu berpikir rasanya kerja keras itu seperti apa?!"
Aku pun mulai meninggalkan Vevey dari restoran itu. Aku kesal sekali dengannya selalu saja mengajakku keluar dan bersenang-senang tanpa memikirkan perasaanku. Dan dia selalu bilang 'impian mu tidak akan tercapai' padahal dia saja tak pernah mencoba untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Langkah ku menuju rumah mulai menjadi cepat karena aku masih sangat marah memikirkan perkataanya itu kepadaku.
