Part 5

18 3 0
                                    

Pandangan Alia tertuju pada bintang dilangit malam ini ia duduk di teras atas rumanya untuk memandangi bintang

Jauh dalam dirinya ia bertanya
Apakah ia jatuh cinta pada dhika atau pada Adit

Ia belum pernah sekalipun berinteraksi dengan Adit,
Tapi ia sudah mulai akrab dengan Dhika bahkan malam ini ia menerima pesan dari nomor tidak dikenal

"ini Alia bukan?"
Demikian bunyi pesan itu

Alia kebingungan siapakah ini? Siapa yang mengetahui nomor ponselnya bahkan teman sekolahnya pun tidak ada yang mengetahui kecuali Rara

"Iya ini Alia, maaf ini siapa?"
Balas Alia pada pesan singkat itu

3 menit
4 menit
Drrrtttttt.....

"Hai Al ini Dhika maaf ya"

Mata alia melotot sebesar buah apel ia kaget sekali.
DHIKA
Jantung Alia berdegup kencang
Dibalasnya pesan singkat itu.

"Oh ini Dhika? Dapet nomor aku darimana?"

1 menit
Drrtttt

"Dari Rara tadi saya minta, kamu ga marah kan?"
Tanya Dhika dalam pesan singkat itu

Drrrrtttt drrrtttt
'incoming call Dhika'

Alia bingung
Dalam hatinya ia sangat senang mendapat telefon dari Dhika, sebenarnya pada awalnya ia menyukai Adit

Alia memutuskan menekan tombol
yes
Perxakapan di telepon itupun di mulai
"halo"
"Al? Saya ganggu? "
Suara khas Dhika kini berdengung di kuping Alia
"eh gak Dhika kamu ga ganggu"
"Al besok berangkat bareng ya"
"loh memang kamu ga kesiangan?"
"Gak Al sama sekali gak Justru saya senang bisa bareng sama kamu"
"eh iyadeh Dhika"
"saya jemput kerumah kamu ya"
"I-iya Dhika"
"see you"

Dhika menutup teleponnya 

Alia merasakan guncangan di dada nya senyumnya merekah ia tak mengerti apa artinya ini semua

Bukankah awalnya ia menyukai adit?

~~~

"Alia liat siapa yang datang nak"
Panggil ibu Alia

"iya mah siapa?"
Tanya Alia sambil berjalan ke ruanh tamu

"tadaaaaa kejutan Al"
Seorang wanita muda melebarkan tangannya menyambut pelukan Alia

"kak kemala uugghh kangen"
Ucap Alia sambil memeluk wanita bernaman Kemala itu

Sudah lebih satu tahun Alia berpisah dengan Kemala,
Kemala adalah anak tunggal ia sepupu Alia, orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan pesawat 6 tahun silam
Kini Kemala akan tinggal bersama Alia

"Sudah besar kamu Alia sayang"
Ucap Kemala seraya mengusap rambut Alia

Umur mereka tak berbeda jauh justru membuat mereka merasa seperti saudara kandung

"Kak mala capek Al biar istriahat dulu"

"Iya mah sipp"
Alia mengancungkan jempolnya

"Ayo kak aku antar"

"Ayo al"

Kedatangan Kemala memunculkan kisah baru..
Cerita baru..

Langit sore itu mendung Alia ingat ini sudah mulai memasuki bulan Desember
Alia mengecek ponselnya ia menunggu pesan singkat dari Dika
Namun
Sore itu.
Ditengah langit mendung
Alia melihat Dika berdiri di depan rumahnya dengan wajah memar...

Jangan lupa like dan comen yaaa

Dan, ketika cinta memilihTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang