First Enter School

55 14 6
                                    

Sang putri dari kerajaan La Chilles bersekolah di Aoura School ya, dimana putri putri atau bahkan putra dari kerajaan lain pun bersekolah ditempat itu. Karena dikalangan kerajaan sekolah itu sekolah terbaik di antara yang lain, semua murid yang ada di sekolah itu memiliki kekuatan yang berbeda beda. Sesampainya di gerbang sekolah itu, sang putri yang notabenenya murid baru disambut dengan penjaga sekolah untuk diantarkan ke ruangan kepala sekolah.

"Baiklah kau tunggu sebentar disini dan duduklah" ucap sang penjaga sekolah tersebut yang bernama Afran, seraya masuk ke ruangan kepala sekolah dan memberitahu murid barunya sudah berada didepan ruangannya. Setelah tau sang putri ada didepan, kepala sekolah pun memberitahu Afran agar ia bisa masuk.

"Masuklah eumm .... " ucap Afran

"Adefa, panggil aku adefa" ucap Adefa seraya tersenyum

"Aku Afran, silahkan masuk karena kepala sekolah telah menunggumu" ucap Afran

"Terima kasih Afran" ucap Adefa dan memasuki ruangan tersebut, ya dia sedikit terkejut karena ruangannya benar-benar seperti di Bima Sakti dan membuat semua orang terheran jika masuk ke ruangan itu pastinya. Dan Adefa ditepuk pundaknya

"Duduklah" tepuk Jovan (kepala sekolah) dan memasang wajah datarnya, dia menanyakan murid barunya tersebut

"Siapa namamu? Dan dari kerajaan mana?" ucap Jovan, ya Jovan dikagumi para murid putri dikarenakan wajahnya yang tampan dan memiliki mata berwarna biru tosca. Dia memiliki kekuatan sekaligus kelemahannya juga. Sikap dinginnya lah yang membuat rata-rata murid putri penasaran dengannya

"Namaku Adefa Nila Fark dari kerajaan La Chilles" ucap Adefa

"Apa kekuatanmu? Tunjukkanlah" ucap Jovan

"Kekuatanku Api dan hanya bisa dilakukan ketika aku sedang marah" ucap Adefa "suasana hatiku kini sedang baik, tolong mengertilah aku sedang tidak ingin menunjukkannya padamu" lanjut Adefa sambil menundukkan wajahnya

"Baiklah, tapi suatu saat aku ingin melihatnya kau harus menunjukkannya padaku" ucap Jovan "Tunggu disini sebentar, aku akan memanggilkan pelatihmu disini" lanjutnya

"Cepat ke ruanganku Revan" Jovan melalui telpon

"Ada perlu apa?" jawab Revan dengan malas

"Kau harus menjemput putrimu (murid yang akan dilatih menguasai kekuatan atau memiliki kekuatan lebih dari satu)" Jovan

"Baiklah tunggu 1 abad lagi hahaha" tawa Revan, dia memang sering membuat Jovan kesal karena ulahnya. Karena Revan bisa dibilang pelatih yang ceroboh, cerewet tapi sangatlah peduli hal sekecil apapun

Sesampainya Revan di ruangan Jovan dia langsung masuk begitu saja, padahal Jovan sudah memperingatinya agar mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan Revan melihat gadis dengan jubah berwarna merah maroon dengan mata berwarna merah 'karena melambangkan kekuatan api'. Revan langsung duduk disamping gadis itu, sementara Adefa memperhatikan orang yang berada disebelahnya dengan tatapan bertanya tanya.

"Pergilah dengannya karena dia pelatihmu selama disini" ucap Jovan " Dan kau, jagalah putrimu dan jangan melakukan kesalahan kedua kalinya" lanjut Jovan

"Ya" ucap Revan malas "cepat kau bawa barang barang kau ke kamar, jangan harap kau bisa dimanjakan di sekolah ini" lanjut Revan kepada Adefa

Disaat Revan ingin mengantar Adefa ke kamar asramanya

"Hei" ucap perempuan berambut panjang sebahu, berwarna abu abu dan memiliki mata berwarna abu abu juga seperti warna rambutnya

"Ada apa" ucap Revan dingin

"Siapa perempuan disampingmu itu? Hei aku Glydice dan kau siapanya Revan? Putrinya kah?" ucap Glydice

"Tak usah dijawab, cepat bawa kopermu ke kamar" ucap Revan dingin dan langsung meninggalkan Glydice, dan ia tersenyum smirk kepada Revan

"Entah hanya Deja vu atau itu dia" ucap Glydice menatap ke arah Adefa dan Revan











#maaf segini dulu ya ^_^ jangn lupa vote dan sarannya

Prince Cold Vs Princess FireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang