part 6

109 4 0
                                    

Author pov

Sara akhir nya pergi bersama bu Ningsih keluarga nya melepas kan dengan rasa biasa saja, hanya Kayla dan mungkin mas Ady karna mereka tau kalau Sara bukan pergi jalan jalan tapi pergi bekerja dan tidak tau kapan Sara akan kembali

Sara pun tiba di bandung tempat di mana bu Ningsih tinggal, dan bu Ningsih mengajak nya pergi ke makam anak nya Aldy begitu panggilan nya. Mereka tinggal beberapa hari disana, untuk mempersiapkan keberangkatan bu Ningsih dan Sara ke Paris.

" bu sini Sara aja yang packing baju ibu.."

" jangan sayang, kamu bukan pembantu disini, ibu juga bisa beresin baju baju ibu.." ucap bu Ningsih

" tapi inikan tugas saya bu,, Sara mau ikut ibu kan memang untuk bantu ibu.."

" bukan berarti kamu pembantu Sara, perlu kamu tau nak ibu selalu menginginkan seorang anak disisi ibu, seorang anak yang menemani ibu kapan pun dan dimanapun,dan ibu ingin kamu lah anak itu apa kamu mau nak..?" ucap bu Ningsih penuh harap

" hah,,? Oh..ya.. Ya tentu saja boleh bu.." Sara juga merasa bahagia karna dia menemukan orang yang tulus sayang padanya

" kalau begitu panggil ibu dengan sebutan momy nak... Ayo sayang mom ingin dengar.."

" mom.." ucap Sara sedikit janggal tapi Sara akan belajar memanggil bu Ningsih dengan panggilan momy supaya orang yang menyayangi nya ini senang.

" oh.. Sara anak momy..." bu Ningsih lalu memeluk Sara hangat merasa senang karna dia memiliki seorang anak yang sangat ia impikan, dia sangat yakin bahwa Sara adalah orang yang baik, dia berbeda dengan kebanyakan perempuan yang dikenal nya, Sara orang yang tegar menjalani hidup, dan dia juga sangat mencintai keluarga nya dan terutama mas Ady anak semata wayang nya. Jangan tanya dari mana bu Ningsih tau tentang Sara, karna pertama kali bertemu Sara waktu Sara menolong nya dari preman pasar dia sudah suka melihat nya suka melihat seorang yang sangat feminim ternyata bisa bela diri dan menghajar tiga preman sekaligus, dan bu Ningsih mulai mencari tau kisah hidup Sara dari puri teman nya. Saat itu hati bu Ningsih sangat sedih mendengar kisah Sara, tapi dia tidak melihat kesedihan di wajah Sara karna anak itu wanita yang sangat tegar yang pernah bu Ningsih temui.

Mereka pun kembali mengemasi barang barang mereka yang akan di bawa ke paris dengan canda tawa layak nya seorang ibu dan anak. Setelah selesai mengemasi barang barang bawaan, Sara pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk mereka makan malam ini, karna di rumah ini tidak ada pembantu tetap. Pembantu hanya datang pagi hari untuk membereskan rumah bu Ningsih, dan pembantu itu akan pulang apabila pekerjaan nya sudah selesai. Makanya Sara yang akan membuat kan makan malam untuk nya dan untuk momy nya.

Sara membuka kulkas bu Ningsih dan dia tidak menemukan apa apa selain mie instan karna mungkin bu Ningsih sengaja tidak mengisi kulkas nya dengan bahan makanan karna bu Ningsih tidak berniat untuk lama lama disini pikir Sara. Sara pun membuka kemasan mie dan mulai memasak nya, selesai memasak Sara memanggil momy nya untuk turun dan makan bersama.

Di meja makan momy nya cerita planning mereka kedepan nya nanti di Paris

" sayang,, momy akan melanjutkan sekolah momy di IFA University di paris.."

" itu sekolah fashion ya mom ?" tanya Sara

" ya sayang, dulu momy pernah sekolah di sana, tapi momy berhenti saat tau kalau Aldy sakit kanker otak jadi momy berhenti dan sekarang momy mau melanjut kan study momy di sana .."

" oh..." ucap Sara sambil mendengar kan momy nya bercerita

" momy akan sekolah dan akan belajar jadi designer. Karna itu cita cita momy.."

" oh,, wow Sara suka mendengar nya mom,, sara akan bantu momy semampu yang Sara bisa.."

" terimakasih sayang.. " bu Ningsih pun memeluk putri nya. Selesai makan mereka langsung pergi tidur karna besok mereka akan terbang ke paris jadi mereka tidak ingin terlalu capek nanti nya.

°°~~°°

Jam sepuluh pagi Sara dan momy nya berangkat ke bandara dan sekarang mereka telah duduk di dalam pesawat dan menunggu pesawat akan lepas landas. Perjalanan yang panjang kira kira sepuluh jam di pesawat Sara habis kan dengan tidur dan tak terasa mereka sudah sampai di bandar udara Charles de Gaulle atau terkenal juga dengan bandar udara Roissy dalam bahasa perancis. Mereka tiba jam sembilan malam waktu setempat jadi momy nya Sara memutus kan untuk tidur di hotel terdekat, besok baru melanjut kan perjalanan ke kota starsbourg tempat ibu Ningsih tinggal.

Mereka memesan satu kamar untuk mereka tidur. Lalu mereka memesan makanan kepada petugas hotel untuk di bawa kekamar langsung karna Sara tidak mau turun untuk makan malam. Karna mereka sama sama capek kalau harus turun dan makan malam di luar.

Sara berjalan ke dekat jendela besar lalu membuka tirai jendela dan Sara terpesona melihat pemandangan Paris di malam hari. Sungguh indah apalagi Sara melihat dari lantai dua puluh kamar hotel nya.

" mom.. Indah banget pemandangan nya.." ucap Sara

" ada yang lebih indah sayang.. Ayo ikut momy.." lalu momy nya menarik tangan Sara dan membuka pintu balkon kamar hotel bintang lima itu dan Sara sekali lagi di buat terkejut dan terpesona melihat langsung pemandangan malam hari di kota paris. Apalagi dari sini mereka dapat melihat menara paling terkenal di kota paris apalagi kalau bukan menara Eiffel

" wow.. Mom it's so beautiful.."

Tok..tok.. Bunyi bel menghentikan Sara akan keterpesonaan nya  memandangi jalanan kota paris dimalam hari

" excuse me.." petugas hotel masuk membawakan makanan kepada Sara dan momy nya. Momy nya pun mengucap kan terimakasih kepada petugas hotel dan memberi tip untuk nya,

" thank you madam,, and good night.." ucap petugas hotel itu dan pergi. Sara dan momy nya pun makan bersama.

Tbc
Segini dulu ya maaf karna saya kecapek an
See you and happy new year,,!!

Miss Frozen And Hot DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang