"SENJAAAAAA!!! ANJIR JUGA LU RUPANYA!!!" Niko menjerit sekeras geledek dari kamar tidurnya.
Celana dalam Niko hilang. Ya, siapa lagi yang sukanya nyolong celana dalam orang kalau bukan Senja?! Niko menaruhnya di atas ranjang, ia meletakkannya bersama dengan baju dan setelannya.
Senja terkekeh. Ia melempar celana dalam berwarna donker itu ke celah jendela kamarnya. Membiarkan jatuh ke dalam kubangan air lumpur bekas hujan semalam. Hatinya meringis keji, ia takkan tahan melihat reaksi kelimpungan kakaknya itu mengetahui jika celana dalamnya masuk ke lumpur.
"AWWWWWHHHH" Satu jitakan tepat mendarat cantik di atas kepala Senja. Jitakan penuh cinta dari Niko.
"SAKIT PALA GUE, KAKAK SAYANG!!!" Senja meringis kesakitan.
"SAYANG, SAYANG, PALA LO PEYANG. Daleman gue lo taro mana, tungau?!!" Niko menggeledah isi kamar Senja. Ia menemukan sekantong biskuit, bungkus kacang, dan kotak susu coklat bekas di bawah ranjang Senja. Niko mendumel,
"Iwhhh, lu najis banget sih. Kenapa sampah kagak lu buang? Sarang kecoak tau nggak?!"
Senja hanya nyengir. Kejorokannya sudah tertangkap basah Niko. Niko mengambil satu per satu sampah makanan itu, namun tiba-tiba tangannya menggapai sesuatu yang berkaret dan segitiga?!
HAP!!!
Niko mengernyit.
Senja membelalak dan bersemu merah.
Niko terdiam.
Senja terdiam.
Krik.. Krikk... Krikk...
Niko mendecak, "Udah berapa lama?"
"Ngggg...."
"Tell me the truth,"
Senja menggaruk punggung kepalanya yang terasa tak gatal, "Gue nggak tau kapan dia ada disana,"
Niko mendengus, "Entah apa nasibnya kalo gue nggak nemuin ini barang. Jijik gue. Nih!!"
Niko melempar benda itu dan tepat sasaran jatuh di wajah Senja. Niko berdeham lalu menutup pintu, "Jangan lupa dibersihin, kalo nggak bakal menjamur di muka lo."
"NIKOO GILAAA!!! SUMPE LO YA, KENAPA JUGA INI SEMPAK PINK ADA DI KOLONG GUE?!!" Senja menggerutu, menimpali kakaknya dengan berbagai cibiran.
"Besok-besok, gue nggak ada jatohin sempak lagi, Kak. Gue bahkan bakal nyelempitin kutang di kolong gue, HAHAHA!!!" Senja menjitak kepala sendiri sambil berdangdut seraya berjalan ke WC.
**********
Senja menyandarkan kepalanya di punggung meja, sekilas mengerjapkan mata, lalu terkatup. Rasa kantuk karena pelajaran sejarah Pak Bambang memang beken trending topic soal pelajarannya yang bikin ngantuk dan anak-anak yang menggeliat pengen keluar cepet dari itu kelas angker.
"Suram amat nih kelas, lama-lama gue bolos aja deh tiap ada sejarah. Bisa mati bosen gue," bukan Ara namanya kalau tidak mendumel sepanjang waktu. Menggambar, merobek, menggambar lagi, mencoret, robek lagi, itulah yang sedari tadi Ara lakukan untuk mengatasi kebosanannya.
"Nja, bangun. Temenin gue ke kantin yuk!" Ara mencolek pipi kanan Senja.
"Eh buset, coyy bangun coyy, lo nggak mau sekarat bosen disini, kan?"
"Hmm, entar lagi deh. Ngantuk."
"Aelah lu mah, gue mau makan juga lo kagak ngerti, Nja. Keki gue." Ara beranjak dari kursinya, meminta izin Pak Bambang dengan menjabat tangannya.
Pipi kanan Senja dicolek. Lagi.
"Sialan lo, Ra. Entar kantinnya napa?!"
Senja mengangkat kepalanya dengan sebal, lalu mendongak, "Eh elo, Res. Hehehe, gue kira Ara."
Ares yang mendengar itu langsung terkekeh, "Masa tangan mulus gue disamain kayak tangan sabun colek kek Ara."
Senja terkekeh sambil menggeleng-geleng.
"Eh, lo temenin gue ke bookstore yok nanti sore. Gue mau cari buku astronomi, gue bureng nih!" rengek Ares dengan mata kucing yang dibuat-buatnya.
Senja menghela napas. "Hmm, jam berapa?"
"Jam 5 sore. Gue jemput lo, di depan rumah lo," jawab Ares.
Senja nyengir. Otak kreditnya muncul kembali.
"Res, Ares ganteng, kan? Hehehe," kata Senja sembari mentoel-toel lengan Ares.
"Lo mau minta apa?" kata Ares singkat. Seakan tau pikiran Senja.
Senja menatap Ares dengan manja. "Beliin gue novel terbarunya Tere Liye, dong. Ntar uangnya gue ganti setengahnya deh."
Ares berdecak. "Nah, gue mah dah tau pikiran kredit lo itu."
Senja nyengir polos. "Kan lo sayang gue, Res."
"Kampret lo!" Ares mengeleng-gelengkan kepalanya.*Pendek ya?? Penulis kebingungan mencari ide, borr. Hehehe. Bagian selanjutnya panjang deh:")))

KAMU SEDANG MEMBACA
HUJAN DAN SENJA
Teen FictionLangit sudah menghitam. Matahari sudah tertutup awan kelabu. Hawa dingin menyergap. Orang-orang berkata, "Wah, hujan akan turun!" Hujan. Nama itu. Namamu. Indah dihiasi rintik air yang statis membasahi tanah. Hujan. Senja Senja. Hujan. Hujan dilang...