Hallo......
Maaf ya lama gak update....
Happy reading :))--
Aku langsung membalikan tubuhku, bersiap untuk memarahi orang itu.
Namun saat kutatap wajahnya, rahangku kaku, mataku tak dapat kukedipkan, tanganku mendadak sembuh. Diaaa, kenapa diaaaa...------
"Aduh, aduh maaf gak sengaja." suara itu mengagetkanku
"hehehe, nggak apa apa kok" kupengangi tanganku sambil meringis kedinginan.
"Eh, kamu yang dari kelas 10-5 tadi kan?"
"A a a a..."
"Airaa kan??" Jawabnya spontan, setelah mencoba mengingat-ingat."Ah iya, aku Aira"
"Kamu dylan kan?" Tanyaku dengan nada sok menebak. Padahal kenyataanya aku hafal betul namanya, walaupun baru sekali sebut.Dia mengangguk, membenarkan ucapanku.
Kupandangi wajah Dylan yang ganteng. bola mata yang hitam tebal, alis yang melelengkung indah, rambut coklat yang seperti landak, ditambah badannya yang sixpack, membuatku diam tak berkutik
"Heyyy dylan!!" Teriak cowok dari ujung kantin.
Aku langsung bangun dari lamunanku, kujauhkan mataku dari pandangan cowok tampan dihadapanku.
"Aira, gue duluan yaa" pamitnya sambil menepuk pundaku.
"Eh i i iya" jawabku grogi
'Ya Allah di memegang ku, di memegang pundakku' teriakku dalam batin.
"Heeee, kok lama banget sih?" Anna datang menghampiriku.
"Hehehe sorry, tadi ada sedikit masalah" jawabku menutupi rasa grogi yang ada di mukaku.
"Hah? Masalah apa Aira?" Tanya Anna khawatir.
"Bukan apa apa, cuma masalah kecil aja, langsung balik kelas aja yuk" ajakku.
di sepanjang pelajaran aku hanya melamun, memikirkan dylan. Ya aku memikirkan dylan, aku memikirkan cara dia bicara kepadaku, aku memikirkan cara dia menatapkan, aku memikirkan segalanya dari dia.
Eiiitss, tapi. Kenapa aku memikirnya ya, kenapa aku jadi tertarik ya sama dia. Ini kah yang namanya cinta pandangan pertama. Tidak, tidak boleh. Nggak ini nggak boleh terjadi.
Tidaaakkkkkk...."Kenapa raa??"..........

KAMU SEDANG MEMBACA
Camourflage
Teen FictionBertemu dengannya aku tak pernah membayangkannya. Ditemani salju pertama yang turun membuat pertemuan ini serasa begitu indah. Tapi didalam hatiku berkecamuk. Beribu pertanyaan muncul kepada diriku sendiri. "kenapa dia harus hadir dalam hidupku lagi...