Pernahkah kalian mendengar istilah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya? Dan hei, Istilah itu benar-benar nyata dan ada.
Kalian tak percaya? Awalnya Minkyeong pun tak percaya, bisa saja bukan buahnya jatuh dan tertendang orang lalu bergulir ke pohon yang lain. Tapi, hari ini semuanya tergambar nyata.
Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya.
Itulah yang Minkyeong tangkap saat melihat penampakan ayah dari sang kekasih, Taeyong - yang bisa dibilang sebelas dua belas tiga belas empat belas dengan ayahnya, Tuan Kim - atau Kim Jaejoong.
Mereka sama.
Tak hanya sikap dinginnya bak kulkas.
Wajah coolnya, tapi wajah tampannya juga benar-benar mirip.
Taeyong benar-benar cetakan sempurna dari sang ayah, Kim Jaejoong.
Demi apapun, jika Minkyeong lebih dulu bertemu dengan ayah Taeyong - tentu Minkyeong akan jatuh hati dan bisa saja sekarang Minkyeong menjadi ibu tiri Taeyong.
Hehehe
Bercanda. Itu tak mungkin terjadi, toh Tuan Kim juga memiliki istri yang sangat sempurna - Jessica Jung, itulah ibunda dari Taeyong - sekaligus calon mertua Minkyeong dimasa depan.
Ah, Taeyong ini dua bersaudara. Ia memiliki adik perempuan yang usianya satu tahun dibawah Minkyeong, Kim Eunbi - dan kalian tau, wajah Eunbi ini sebelas dua belas tiga belas empat belas dengan Ibunya, Jessica.
"Sayang, kau melamun?" Dengan pelan Taeyong menyenggol tangan sang kekasih, Minkyeong.
Setelah berkenalan dengan ayah, ibu dan adik Taeyong - Minkyeong seolah hidup di dunia lain. Minkyeong terlalu shock dengan penampakan ayah Taeyong yang masih terlihat tampan, padahal usia nya tak muda lagi.
He's hot father.
Super hot.
Mungkin gen keluarga Kim benar-benar sempurna.
Minkyeong jadi penasaran, bagaimana anaknya kelak - jika ia dan Taeyong benar-benar menikah. Apa anaknya akan hot juga seperti kakek dan ayahnya?
Oke, khayalan Minkyeong benar-benar sempurna. Mereka saja belum lulus SMA dan sekarang Minkyeong telah memikirkan masalah anak? Please, rasanya ada yang salah dengan saudara kembar Joshua ini.
"Sayang.."
Kali ini, dengan sengaja Taeyong mengacak rambut Minkyeong dan berhasil kini Minkyeong menatap Taeyong.
"Kenapa?"
Taeyong tertohok dengan jawaban tanpa dosa sang kekasih.
'Kenapa? Hey, sejak tadi kekasihnya ini melamun lalu - kenapa?yakkk!' batin Taeyong tak percaya. Ingin rasanya Taeyong melumat bibir Minkyeong detik ini juga. Tapi, pria ini tak bisa - mengingat dibawah, ayah dan ibunya sedang memperhatikan gerak-gerik mereka.
Heol. Kenapa ayah,ibu dan adiknya itu tak pergi saja ya?
Taeyong menghela napasnya pelan lalu menatap teduh sang kekasih. "Sejak tadi kau melamun sayang. Kau kenapa? Jangan membuatku khawatir"
Minkyeong balas menatap Taeyong. Dan astaga, Taeyong semakin tampan.
Gak nyesel pokoknya Minkyeong nerima cinta Seorang Kim Taeyong.
"Ay, sekarang aku tau kenapa ay ganteng" kata Minkyeong tak jelas. Taeyong saja harus memutar otaknya berkali-kali demi mengerti arah pembicaraan sang kekasih.
Taeyong memang tampan.
Dan mengapa gadisnya ini baru menyadarinya sekarang?
"Ay, kenapa ayah kamu bisa Hot gitu ya. Aku jadi ngiler masa liatnya" aku Minkyeong yang tentu saja membuat mata Taeyong membulat sempurna.
Gadisnya tertarik dengan ayahnya sendiri? Helll!!
Dengan tega Taeyong menggetok kepala sang gadis.
Tok!
"Awww! Sakit ay!" Jerit Minkyeong agak berlebihan sih, tapi emang sakit kok.
Taeyong masa bodo, dan kali ini tangannya sibuk mencubit kedua pipi sang kekasih. "Makannya jangan genit, inget loh - itu calon mertua ay"
Minkyeong tersenyum bodoh. "Abisnya hot sih ay, jadi gemes sendiri"
"Aaawww!"
Lagi dan lagi Taeyong menggetok kepala sang kekasih, berharap gadisnya ini cepat sadar.
"Yakkkkk! Kim Taeyong"
"Yakkkkk! Kim Minkyeong!!"
_______
"Eomma, Appa - kenapa Oppa sama Unnie teriak-teriak?"- Eunbi
Jessica menggeleng. "Mereka ngapain ya Oppa?"
"Mungkin mereka lagi olah raga" enteng Jaejoong yang tentu saja berhasil membuat istri dan anak bungsunya menjerit tak percaya.
"Mwooo???"
____
"Ay, sakit.."
"Kamu sih nakal, sini aku cium.. chuuuuu~"
170113
Efek nonton drama 'Protect the boss' lagi - jadi gini nih, kepincut gantengnya Jaejoong Oppa lagi 😍😍
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.