Dinner

6.8K 123 0
                                    

{Ello}

"Ma pa ello pulang." Masuk rumah

"Eh, anak ganteng mama udah pulang. Kamu udah makan sayang?" Kata mama

"Udah ma. Ello ke kamar ya ma. Mau tidur, soalnya capek banget hari ini." Kata ello sambil menuju kamarnya.

****
"Sial banget sih gue harus dijodohin sama cewek kayak gitu. Udah jelek, cupu lagi. Orang papa sama mama gimana sih cari calon istri buat gue kok nggak berbobot banget sih." Kesal ello sambil membuka lemarinya untuk mengambil pakaian ganti.

Setelah berganti pakaian. Ello langsung membaringkan badannya diatas tempat tidur empuknya. Tiba tiba hp nya berbunyi.

"Siapa sih nelpon jam segini." Kesalnya

"Hellena? Mati gue." Kata ello kecil

"Malam sayang. Kamu dari mana aja sih nggak ada ngabarin aku satu harian. Kesal deh." Kata Hellena manja.

Hellena putri adalah pacar ello. Mereka sudah 6 tahun berpacaran, saat kuliah mereka sudah menjalin hubungan. Mereka satu kampus yapi berbeda jurusan. Hellena jurusan kedokteran dan ello jurusan bisnis. Semenjak tamat kuliah mereka berdua bersepakat untuk bekerja di bali. Karena ello disuruh papanya untuk memimpin perusahaan mereka yang sibali. Jadi, ello pun menyuruh hellen untuk bekerja di rumah sakit bali.

"Iya sayang maaf ya tadi aku banyak kerjaan banget di kantor. Soalnya minggu lusa kan aku harus balik ke bali. Jadi aku harus ngurus berkas berkas aku disini." Kata ello merasa bersalah kepada cewek tercintanya itu.

"Yaudah deh. Kamu mau tidur ya? Kalau kamu mau tidur yaudah tidur aja. Malam sayang." Kata hellena

"Yaudah. Kamu juga tidur ya. Malam sayangku, mimpi indah ua. I love you. :* " kata ello tersenyum manis dan langsung mematikan hpnya.

****
Saat dikantor lidya menjadi sorotan orang banyak karena penampilannya.

"Loe mau kemana lid?" Tanyak clara heran

"Gue nanti mau dinner bareng calon suami gue." Jawab lidya tersenyum

"What? Are you crazy? You don't have boyfriend lidya?" Kata clara sambil menaikan alis kanannya.

"Sial lu.. meskipun gue nggak punya pacar. Tapi gue punya calon suami. Emang lu aja yang bisa punya calon duami. Gue juga bisa kali." Jawab lidya kesal.

"Aneh banget sih loe. Nggak punya pacar tiba tiba punya calon suami. Sinting lu."

" ra.. lu tau nggak. Gue dijodohin sama nuokap bokap gue. Dan calon duami gue itu gantrng banget. Dia ceo terkenal di bali. Dan badannya itu keren banget ra. Pokoknya lu pasti jealous deh sama gue." Kata lidya dengan semangat menceritakan calon suaminya.

"Elo serius lid? Elo lagi nggak bohong kan?" Tanya clara tidak yakin.

"Gue serius ra. Tanggal 10 selasa lusa kita bakalan nikah. Tapi pernkkahannya tertutup sih. Kadi nanti elu aja yang gue undang ra." Kata lidya sambil memegang tangan sahabatnya

"Terus kalau elo nikah sama dia, elo bakalan pergi dong?" Tanyak clara sedih

"Pergi kemana?" Tanyak lidya bingung

"Suami lo kan kerja di bali."

"Ohiya.. gue nggak kepikiran kesana ra. Masaa iya gue harus ke bali ra. Gue mana bisa jauh dari orang tua gue." Kata lidya sambil memukul jidatnya dengan raut wajah sedih.

****
"Elo dimana? Gue udah di caffe nih." Kata ello dengan suara sinisnya

"Iya bentar ini gue udah mau sampe." Jawab lidya

Sampai disana lidya langsung duduk di depan ello dan xia langsung menatap mata ello dalam dalam

"Apa? Ngapain lu liat gue kayak gitu?"
Tanyak ello sambil menaikan bibir kanannya.

"Gue nggak mau pergi dari sini. Gue mau tetap tinggal disini. Gue nggak bisa pisah dari nyokap bokap gue. Apalagi bokap gue lagi sakit." Kata lidya sambil menangis

"Lu ngapain nangis? Idah dong jangan nangis. Orang pada liatin kita gilak! Ntar dikira orang lu nangis gara gara gue." Kata ello kebingungan sambil memukul pundak lidya pelan agar tidak menangis lagi.

"Ini emang salah lu. Kenapa lu barus kerja di bali?" Kata lidya tambah menangis.

"Lu gila ya. Suka suka gue dong mau kerja dimana aja. Yaudah kalau lo nggak mau tinggal di bali, lo tinggal disini aja." Kata ello geram sambil menaikan bibirnya.

"Terus lu gimana?"

"Ya gue tetap di bali lah." Kata ello sinis

"Terus kita pisah? Masa suami istri hidupnya pisah?" Tanyak lidya

"Elu maunya apa sih. Kan elo sendiri yang bilang nggak mau hidup di bali. Serbah salah sama nih cewek." Jawab ello kesal.

"Oke kalau gitu. Tapi nanti kalau ada libur panjang lu harus ke jakarta." Kata lidya sambil menaikan alisnya.

"Gue? Enak aja lu. Elu yang harus ke bali lu kan istri gue. Diman mana suami yang nyuruh istri. Bulan istri yang nyuruh nyuruh suami. Dasar cupu!" Jawab ello kesal.



My Devil Husband (Completed)Where stories live. Discover now