Part 6. Bali..I'm in love

4.8K 354 18
                                    

Aila menghembuskan napas lega saat akhirnya dirinya sampai di Cielo Notte Resort, Bali. Resort mewah berasitektur Italia yang ada di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan itu, akan menjadi rumah sementaranya sekaligus tempatnya melakukan photoshoot untuk weeding dress karya salah satu bridal butik mahal dan terkenal di Jakarta, Heraldora, selama seminggu ke depan.

Dua bulan yang lalu Aila memang telah menandatangani kontrak eksklusif dengan mereka sebagai model utama alias brand ambassador. Dan Heraldona akan mengeluarkan rancangan gaun-gaun pengantin terbaru mereka untuk semusim ke depan. Jadi disinilah Aila sekarang, melakukan tugas pertamanya sebagai brand ambassador Heraldona.

Aila mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru resort lewat jendela kaca kamarnya yang besar. Semua bagian resort tampak begitu indah dan elegant, sangat kontras berpadu dengan panorama lautnya. Ada terlihat kapel-kapel berdinding kaca, serta beberapa paviliun cantik, yang salah satunya berwujud bangunan berarsitektur Italia yang konon katanya sudah berusia 150 tahun. It's look romantic and beautiful, batin Aila kagum. Rasanya tak salah jika clientnya memilih resort ini sebagai tempat photoshootnya nanti. Rasa lelah Aila perlahan berkurang saat menikmati pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.

Tok..tok..tok..

" Come in.. " seru Aila saat mendengar pintu kamarnya diketuk perlahan dari luar. Posisi Aila masih tetap menghadap jendela kacanya, menikmati pemandangan resortnya yang sangat sayang dilewatkan. Tubuhnya berdiri membelakangi pintu, dan Aila belum tertarik mengetahui siapa yang telah mengetuk pintu kamarnya.

" Do you like the view, princess ? Beautiful isn't it ? " Suara Edsel yang lembut membuat Aila menoleh lalu tersenyum manis. Sejenak Edsel terpaku karena terpesona.

" Ya..aku menyukainya, Ed. It's really beautiful.. " kata Aila manis. Moodnya bagus saat ini dan jet lagnya terlupakan.

" Kau lelah, princess ? Apa keberatan kalau aku ajak berkeliling sekarang ? " tanya Edsel masih dengan nada suara lembutnya.

" Oh..kau manis sekali, Ed. Enggak kok..aku ga capek. Ayo kita berkeliling.. " jawab Aila riang sambil buru-buru mengaitkan tangannya ke lengan Edsel dan sedikit menarik badan tegap dan atletis milik Edsel, untuk segera berangkat berkeliling resort.

" Oke..oke..pelan-pelan saja, princess. Resort ini ga akan lari kemana-mana. " kata Edsel sambil terkekeh geli melihat tingkah Aila yang sangat bersemangat.

Akhirnya sejoli itu berkeliling resort untuk menikmati udara segar dan pemandangan indah yang ada di sana. Kedekatan dan kemesraan mereka menjadi tontonan menarik bagi anggota tim dan para kru photoshoot yang juga ada di sekitar resort. Namun baik Edsel maupun Aila tidak pernah mau memusingkan perhatian orang-orang pada kedekatan mereka.

¤¤¤

" Wah..indahnya.. " pekik Vienna kagum dan terpesona ketika membuka tirai jendela kamarnya, dan melihat pemandangan resort, yang akan ditempati olehnya bersama orang tua dan kakak laki-lakinya selama liburan di Bali.

" Kau suka, sayang ? " Silvana bertanya lembut pada putrinya yang sedang mengagumi pemandangan yang dilihatnya.

" I like it, mi. This is so beautiful..like in heaven. " jawab Vienna riang.

" Nah..sekarang istirahatlah sebentar. Kamu pasti capek kan ? "

Silvana merangkul bahu mungil putrinya lalu mengecup sayang pipi putrinya itu. Silvana merasa senang melihat Vienna bahagia. Dia sedikit merasa bersalah karena sebelumnya sudah terlalu sibuk, hingga tak pernah punya waktu bersama putri kecilnya itu. Silvana yang seorang executive directur Glow, sebuah majalah fashion ternama di Jakarta, memang memiliki jam kerja yang sibuk.

Cinta Kita ( SUDAH TERBIT )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang