Setelah ayah keluar dari ruangan tempat dimana Rosa berada, ayah duduk ditaman belakang rumah sakit. Sejenak dia menghela nafas panjang seakan hidupnya sangat berat. Tiba-tiba ayah membuka ponselnya dan menelfon seseorang.
"Hallo Radit, ini ayahnya Rosa. Kamu dimana? "
"Iya ayah, Radit lagi dikampus yah. Emang ada apa? Tumben ayah telfon Radit, oh iya Rosa udah sampai rumah belum yah? Dari tadi Radit telfon ponselnya nggak aktif. "
Mendengar nama putrinya, ayah Rosa kembali tertegun sejenak dan berfikir keras.
"Nanti setelah kamu pulang dari kampus, bisa nggak kerumah? Ada beberapa yang mau ayah sampaikan kekamu? "
" Nggak bisa besok aja ya yah? Soalnya ini udah malam. Eh tapi demi nyenengin hati calon mertua nggak papalah malem-malem kesana. '' suara Radit begitu bahagia
Suara itu begitu bahagia seakan tak tak tega untuk dirusak setiap detiknya
"Yaudah terserah kamu , ayah tutup telfonya dulu. Kamu hati-hati dijalan. "
"Iya makasih yah, salam buat ibu sama Rosa. "
Setelah menutup telfon dari Ayah, Radit melanjutkan mengetik tugasnya
"Siapa bro ? Calon mertua ya? Cieeee.... Yang mau kawin aja. Tungguin gue ngapa! "
"Ahh... Berisik lu wil salah siapa cewek ganti-ganti mulu, dipikir cewek tuh kartu kuota apa? " sambil menjitak kepala Wildan
"Yaelah bro, bukannya gue suka gonta-ganti cewek tapi gue sedang berusaha untuk mencari calon pasangan gue. "
"Terserah lu aja deh gue pusing dengernya mending lu ngejomblo bareng si Zayn aja noh, kasih dia "
"Bener juga kata lu, yaudah gue susul dia dikantin sambil godain cewek sapa tau ada yang kecantol. "
Dia Wildan, setidaknya dia teman Radit walaupun begitu dia setia kok katanya sih begitu. Setelah Radit ditinggalkan Wildan dia merenung diperpustakaan sendirian, Radit masih terus saja berkelahi dengan pikirannya.
"Ahh sebentar lagi aku akan menikah, Ananda Rosa Wijaya nama yang membuatku selalu tersenyum bila mendengarnya setidaknya selama ini aku benar-benar sangat mencintainya." benaknya saat ini
Setelah Radit bergumam dia nampaknya harus kembali mengerjakan tugasnya agar tidak terlalu malam untuk kerumah Rosa.
Sedangkan ayah Rosa nampaknya kini sudah kembali keruang UGD dan menghampiri ibu Rosa.
"Bu, mari kita pulang . Kita harus mempersiapkan segalanya walau kita saat ini benar-benar tidak siap menerima semuanya tapi kita harus menghadapinya "
"Rosa anak yang baik yah tapi kenapa Rosa dipanggil tuhan lebih cepat daripada kita, dan bagaimana aku menjalani sisa hidup ini tanpa Rosa? "
Ayah kembali memeluk Ibu Rosa, sedangkan Rosa sendiri masih tertegun belum percaya bahwa dia sudah meninggal. Ayah ibu Rosa pulang untuk mempersiapkan pemakaman Rosa besok dan Rosa keluar dari rumah sakit dan berlari kejalanan.
"TUHAN....... Apa salahku? Mengapa engkau memberikan cobaan ini? Bagaimana nasib orang tuaku? Bagaimana calon suamiku dan sebentar lagi kita ingin menikah hanya kurang dua bulan lagi tuhann....jawablah aku tuhan"
Perlahan-lahan hujan turun dengan indah menghiasi setiap jengkal bumi, dan hujan ini mengingatkan Rosa akan sosok Radit yang sangat dicintainya selama ini. Setelah puas menghujat Rosa kembali kerumahnya untuk melihat dirinya terakhir kali.
Setelah tugasnya selesai Radit bergegas kerumah Rosa dia membawa marthabak keju kesukaan Rosa dan singkong goreng keju kesukaan pak Wijaya atau ayah Rosa. Namun belum sampai didepan rumah Rosa, Radit melihat bendera kuning yang menandakan bahwa seseorang telah meninggal. Radit yang membawa mobil dia memutuskan untuk berjalan kaki sampai depan rumah Rosa dan alangkah terkejutnya Radit rumah Rosa ramai akan pelayat dan dia melihat tulisan "Telah berpulang Ananda Rosa Wijaya binti Wijaya pukul 20.00 Wib 14-12-16".
Dan Radit langsung masuk begitu saja dan dia menemukan sesosok Rosa yang tertutup kain yang tubuhnya terbujur kaku.
Thanks for reading and Keep vote 😃 + Coment

KAMU SEDANG MEMBACA
Menentang Hujan Kita
RomansaAku sudah meninggal. Kalian pasti bertanya tanya kenapa tidak dialam lain, jawabannya sederhana tuhan belum menginginkan aku kembali nampaknya. Ada beberapa hal yang harus ku selesaikan sebelum aku kembali disampingnya