Part 12

18 2 0
                                    

Hari-hari yang dilalui Alia di SMA terasa membosankan tak banyak yang ia lakukan selain berkenalan dengan teman baru, ia tidak akan membohongi siapapun terutama dirinya sendiri bahwa ia masih mengingat Dhika..

Alia masih berharap jika Dhika mampu mengingatnya kembali, dan menepati janji nya bahwa ia akan kembali menengok Alia di Bandung

"Al? eskul?" tanya Vino sontak mengagetkan Alia

"Enggak dulu hehehe" Alia tersenyum paksa, jujur saja hingga saat ini Alia kurang nyaman jika Vino berada di dekatnya, Vino memang teman masa kecil Alia. tapi kini setelah semua yang Alia lewati pandangan Alia terhadap laki-laki sedikit berbeda

"Al, kenapa lo jadi berubah? Al iya gue tau sih lo bukan anak kecil gue juga begitu" Vino tersenyum 

"Maaf? gue berubah kenapa?" Alia bertanya tidak enak , ia menyadari jika dirinya sangat ketus pasa Vino sejak hari  pertama ia memasuki sekolah ini

"iya gue tau apa yang terjadi sama lo, tapi Al life must go on! kamu gak bisa begini terus Al, coba buka hati kamu untuk kehadiran orang lain" jelas Vino

Alia tercekat, ia tak menyangka Vino akan mencari tau tentanh dirinya sejauh ini bahkan kehidupan pribadinya yang paling dalam

"Tau dari Rara?" tanya Alia

Vino mengangguk, ya. jelas Alia tidak kaget, memang Rara punya sifat yang ceplsa ceplos bahkan ia ingin Alia dan Vino menjadi sepasang kekasih sampai-sampai dialah yang kini mendukung pihak Vino untuk mendapatkan hati Alia

"Okey, gue pulang dulu Vino, gue ada les" Alia tersenyum penuh arti. ia sangat tidak nyaman bukan karena masih mencintai Dika namun Vino tidak membuatnya tertarik sama sekali

Alia melangkahkan kakinya keluar gerbang, ia menaiki angkutan umum yang mengarah ke toko buku . Alia memutuskan untuk bolos dari les nya sore ini, ia ingin menyegarkan pikirannya dengan memmbaca novel-novel romantis.

dikelilinginya toko buku sore itu, dengan sepatu kets dan tas hijau muda di punggungnya ia menyusuri rak satu persatu. dering ponsel Alia menunjukan pesan dari sahabatnya

Amara Al, bisa kerumah gue gak? sekarang ya Al

Rahmalia anggina iyaya Ra, gue kesana sabar ya

Alia bergega keluar dari toko buku, ia memutuskan memesan ojek online agar cepat sampai dirumah Rara. 

sesampainya dirumah Rara, Alia mengetuk pintu kamar Rara dan mendapati sahabatnya dengan mata yang sembab kini sedang duduk lemas di kasurnya

"Kenapa?Adit?" Suara lembut Alia membuat tangis Rara semakin tumpah 

"Gue jahat Al" isak Rara sangat membuat Alia sedih, dari dulu Alia tak tahan melihat Rara bersedih

"Ra tenang, ini lo minum dulu terus baru deh lo cerita sama gue ya" Alia menyodorkan minum kehadapan Rara, Rara hanya meneguknya sedikit

"Ada apa?" Tanya Alia 

"Gue mutusin Adit Al, gue suka sama Keenan dan gue memilih mutusin Adit demi Keenan, salah gak sih Al? gue mau yang pasti-pasti aja, gue capek ldr terus Al.." ucap Rara diiringi dengan tangisannya

"Ra, apapun yang lo lakuin saat ini, gue yakin bangt pasti lo udah tau apa resiko nya dan baik ataupun buruknya, gue yakin lo bukan anak kecil lagi Ra dan bagi gue lo gak jahat" Alia tersenyum memaklumi apa yang terjadi dengan sahabatnya kini, ia paham betul suloutnya menjalani hubungan jarak jauh seperti yang dialami Rara sahabatnya

"Gue gak sanggup Al" tangis Rara

"Iya Ra, gue tau kok. tau banget" ucap Alia sambil tersenyum pada Rara

Dan, ketika cinta memilihTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang