Chapter 1 - First Meet

53 5 0
                                    

Ini cerita pertama aku jadi maaf ya kalau rada typo atau bahasanya kurang pas. Semoga kalian suka :)


Suara drum, terompet, bendera dan alat lain khas Marcing Band terdengar di sesentro CA Internasional High School, perayaan untuk kemenangan tim basket CA sedang dilangsungkan
dan kini penampilan Marcing Band lah yang sedang berlangsung. Kyla memandang malas temannya yang sedang serius menatap penampilan Marcing Band milik CA ini, bukan karena permainan musik mereka tapi karena laki laki penghuni Marcing Band CA Internasional High School yang tak lain ialah Mario. Mario dia laki laki populer yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Marcing Band milik CA Internasional High School.
"Bri gue bosen, pindah yuk. Lagian disini panas juga"
"Ky lo enggak liat Mario lagi main mana mungkin gue ninggalin penampilannya yang keren itu" Kyla memutar bola matanya malas mendengar celotehan milik sahabatnya itu
"Ih Bri nanti juga bisa liat kak Mario di ruang Marcing Band, Ntar gue deh yang anterin lo kesana"
"Ih gue enggak mau Ky, gue mau liat my baby Mario. Kalau lo mau pindah, pindah aja dulu sekalian nyari Ava sana, tu anak dari tadi ngilang tapi enggak balik balik"
"Oke, kalau gitu gue nyusulin Ava dulu" Kyla bangkit dari duduknya dan berjalan menjauh dari kerumunan yang masih menonton Marcing Band. Kyla berjalan ke arah pinggir lapangan dimana disana lebih teduh dan banyak dihuni oleh siswa - siswa yang takut kepanasan. Hingga tak sengaja Kyla terkena senggolan yang sangat keras yang hampir membuatnya terjatuh, tapi sebuah tangan berhasil menariknya agar dirinya seimbang lagi. Kyla menatap laki - laki yang berada di hadapannya, tinggi dan mempunyai rambut hitam legam tapi wajahnya seperti ada campuran sehingga dia terlihat seperti bukan orang asli negara tempat tinggalnya.
"Makasi udah nolongin gue"
"Enggak masalah, lo hampir jatuh dan gue liat lo jadi gue tolongin"
"Hmm, gue Kyla. Lo? Lo juga murid baru apa senior?"
"Gue Leo, gue bukan senior dan gue sederajat sama lo. Lo murid baru juga kan?" Kyla mengangguk
"Makasi ya sekali lagi, gue pergi dulu" Leo mengacungkan tangannya tanda dia menyetujui perkataan Kyla barusan
"Woy bro siapa tu? Cewek baru lo?"
"Buka bego, gue baru aja ketemu dia. Tadi dia hampir jatuh trus tolong dia"
"Nolong apa nolong"
"Diem lu bego" Leo memukul temannya itu karena menggodanya tentang gadis tadi yang tak sengaja dia selamatkan. Disini dia memiliki tiga sahabat Nolan, Javier, dan Liam dan Nolanlah yang paling gila dianatara mereka.
----
"Gue pikir lo diculik pergi enggak balik balik" Ava mendengus saat mendengar ocehan sahabatnya itu
"Gue laper Ky, ya makanya gue diam disini kantin tempat paling startegis buat gue makan"
"Gue bingung sama lo berdua, Briana stay disana nontonin si Mario. Lo disini makan dan gue, gue harus kemana? Nasib gue punya temen macam lo berdua yang aneh banget" Kyla lalu duduk disebelah Ava
"Gini gini gue ngangenin kan?"
"Kalau gue bilang enggak gimana?"
"Ky lo enggak bisa bikin gue senang apa?" tawa Kyla terdengar setelah itu, membuat Ava mendengus. Tapi seketika matanya membulat melihat empat laki laki yang paling populer mengalahkan Mario sedang berjalan ke arah kantin.
"Ky"
"Hmm"
"Ky, lo liat ya ampun Javier keren banget"
"Javier siapa maksud lo?"
"Ih makanya lo liat deh itu cowok populer yang melebihi Mario lagi jalan ke sini"
"Siapa sih" Kyla terpaku pada satu titik saat dirinya di paksa berbalik, disana laki laki yang menolongnya tadi berjalan dengan ketiga temannya. Jadi mereka cowok populer, kenapa dirinya tidak mengetahui akan hal itu.
"Mereka cowok populer?"
"Kyla Kyla lo kemana aja sih, semester 1 udah mau lewat Ky. Dan lo belum tau juga cowok cowok itu" Kyla menggeleng
"Gue cuma tau Leo"
"LO tau Leo?"
"Please deh va suara lo, malu gue kalau sampai kedengaran sama dia"
"Ky, Ky lo tau dia dimana?"
"Gue barusan di tolong sama dia"
"Di tolong Ky, gimana bisa? Laki laki kayak dia nolong lo?"
"Tadi gue mau nyari lo, trus waktu di pinggir lapangan gue enggak sengaja ke senggol trus hampir jatuh, tapi dia narik tangan gue buat gue jadi seimbang lagi"
"Ya ampun lo, dia itu nakal bangat Ky, lebih dari pada temen temannya itu. Lo enggak tau kalau dia selalu kena hukum guru BK karena telat ataupun selalu buat masalah" Kyla menggeleng
"Ya ampun Ky, lo kemana aja?" Kyla terlihat sedikit berpikir, lalu menaikkan kedua bahunya
"Makanya lo jangan pacaran doang sama buku lo, sampai lo itu enggak tau siapa seorang Leonardo Alejandro Kaiden"
"Emang dia penting bagi sekolah ini?"
"Ya ampun Ky, lo sampe segitunya enggak tau. Dia emang penting Ky penting. Iya walaupun enggak dalam bidang akademik"
"Maksud lo? Jadi dia penting dibagian apa?"
"Dibagian buku BK, sama di bagian cewek cewek yang naksir dia karena dia populer"
"Ava itu namanya bukan penting, tapi emang dia itu susah di atur" Ava mengendikkan bahunya
"Tapi tapi siapa tadi lo bilang nama dia"
"Nama dia Leo dah Ky"
"Bukan va, tapi nama lengkap dia maksud gue"
"Ooh, Leonardo Alejandro Kaiden"
"Alejandro?"
"Iya kenapa lo ternyata udah kenal dia dari jauh"
"Enggaklah va, tapi namanya kayak nama anak temen bokap gue" Kyla menunjukkan gigi rapinya yang mendapatkan pelototan dari Ava
"Dasar lo, gue kira apaan"
"Haha gue suka liat lo kesel va, Bye gue pergi dulu ya ratu nyebelin"
"Kyylaa awas aja ya lo" Kyla tertawa terbahak mendengar teriakan dari Ava.

Makasi ya yang udah baca :)
Jangan lupa vomentnya biar aku tambah semangat buat nulisnya. Makasi ya sebelumnya :)

Leonardo AlejandroTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang