Leonardo Alejandro Kaiden terkenal dengan ulahnya yang selalu membuat guru guru sekolahannya pusing akan sikapnya. Perawakan yang tinggi dengan rambut hitam legamnya membuat semua wanita di sekolahnya selalu berlomba lomba untuk mendapatkannya.
Kyl...
"Ky pulang sekolah nanti lo ada acara?" - L Kyla mengernyit bingung saat ada sebuah pesan masuk kedalam ponselnya. Kyla pun bisa menebak jika itu adalah Leo, tapi dari mana Leo tau nomor telpon miliknya. "Gue enggak tau Le, ada apa?" "Gue mau ajakin lo ke suatu tempat" "Gue?" "Iya lo, siapa lagi" "Lo kenapa ngajak gue? Kenapa enggak ngajak cewek cewek yang naksir lo?" "Kan gue udah sempat bilang. Lo itu beda dari mereka, jadi hapus pikiran negatif lo tentang gue yang bakal nyamain lo sama mereka" "Maaf" Kyla memandang gugup layar ponselnya menunggu balasan dari Leo "It's Okay, jadi lo mau pergi sama gue?" "Oke, sebagai permintaan maaf gue karena udah mikirin lo yang enggak bener" "Nanti pulang sekolah gue ke kelas lo" "Okay"
Kyla menghela napasnya lalu kembali memperhatikan kelasnya yang masih kosong "Gue ke pagian" tangannya sibuk memainkan ponselnya, lalu beralih ke arah galery foto miliknya. Senyumnya mengembang saat melihat foto dirinya dengan kedua kakaknya. Juga fotonya dirinya bersama keluarganya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seketika itu Kyla merindukan Ayah dan Ibunya yang sebenarnya sebentar lagi akan pulang dari London. "Woy, Ky bengong aja" Kyla menoleh dan mendapati Briana disana "Lo liat kelas sepi gini, Ava mana ?" "Biasalah nungguin Javier di pintu masuk sekolah" Kyla mengangguk "Leo sms gue" "Apa? Leo sms lo?" "Iya, dia ngajakin gue pergi ntar pulang sekolah" "Ya amppun Kyla, Leo ngajakin lo pergi" Briana memasang wajah terkejutnya, karena baru kali ini dia mendengar Leo mau mengajak seorang perempuan untuk pergi. "Hmm, dan gue bingung siapa yang kasih nomor gue ke dia" "Hello everybody" suara khas milik Ava terdengar di sesentro kelas, lalu dirinya beringsut untuk duduk di sebelah Kyla "Hey Ky" Ava tersenyum senang "Lo kenapa? Kejedot apa lo barusan? Senyumnya enggak hilang hilang" Briana menimpali "Javier kasih gue ini" Ava mengeluarkan cokelat dari dalam tasnya "Enggak percaya gue, pasti lo beli di supermarket trus ngaku ngaku Javier yang kasih" "Beneran, jadi kemarin Javier tanya nomor Kyla ke gue. Trus gue kasih dia, tadi pagi pas dia baru masuk pintu dia ngasih gue cokelat" "Oh jadi lo yang kasih nomor Kyla" Ava hanya memamerkan deretan giginya "Pantesan Leo sms dia tadi" "Apa Leo?" "Iya Leo, bahkan dia ngajakin Kyla untuk pergi ntar pulang sekolah" Ava menatap Kyla seakan bertanya apakah itu benar apa itu hanya ulah Briana saja. "Iya, dia ajakin gue buat pergi nanti pulang sekolah" "Ya kali lo va cuma dikasih cokelat karena udah ngasih nomor Kyla, dan sekarang Kyla dapat cowok ganteng kayak Leo" Ava hampir saja memukul Briana jika saja wanita itu tidak menghindar. "Udah udah, gue enggak ada hubungan apapun saja Leo" "Awas loh Ky, nanti lo malah suka sama dia" "Kalau pun gitu ya, itu takdir Kyla Bri" Kyla tersenyum saat Ava mengucapkan kata itu "Udah deh, gue sayang kalian berdua" Ava dan Briana berhampir memeluk Kyla "Kita juga sayang lo Ky" Kyla tersenyum dan semakin erat memeluk sahabatnya itu. ---- "Ciee yang udah ditungguin" Briana menyenggol Kyla lalu menatap keluar kelas mereka "Bagi cerita ya besok" Ava ikut menimpali sambil mengerjabkan matanya "Udah deh" Kyla sedikit tersenyum "Gue duluan ya" "Ingat ya ceritanya besok, atau traktiran buat kita" Ava dan Briana berseru lalu terdengar suara tawa setelahnya. "Dasar punya temen enggak ada beresnya" Kyla berguman tepat dihadapan Leo "Hei" Senyuman itu kembali muncul "Hei" Kyla tersenyum "Ayo, ntar sekalian gue anter lo pulang, lo dianter kan tadi?" "Gimana bisa lo tau gue dianter?" "Gue liat lo tadi di gerbang" Kyla mengangguk, dan setelah itu tangannya ditarik oleh Leo menuju mobil milik laki laki itu, sebuah Audi R8 telah berada di hadapan mereka. "Ayo" Leo melepaskan genggaman tangan Kyla dan menyuruh Kyla untuk masuk ke dalam mobilnya "Kita mau kemana sih Le?" "Well, aku suka panggilan itu" Leo menatap Kyla sejenak "Jangan berharap deh, Leo itu kepanjangan jadi gue panggil Le aja" "Iya apa mau tuan putri deh" Leo sedikit terkekeh "Ih lo itu ya, syukur gue mau ikut lo sekarang" "Udah deh ntar lo juga tau kita mau kemana" tak lama kemudian mobil milik Leo berhenti di sebuah taman yang berada di tengah pusat kota "Taman kota?" Kyla menatap Leo setelah mobil berhenti di tempat yang seharusnya "Udah deh ayo" Leo keluar terlebih dahulu dari mobilnya lalu disusul oleh Kyla. Tangan milik Leo menggenggam tangan Kyla, menuntunnya ketempat yang akan Leo tuju. "Ya ampun Le, kedai es krim" Kyla berjingkrak-jingkrak girang khas anak kecil yang akan mendapatkan es krimnya, bahkan tanpa sadar dia sudah menarik Leo untuk masuk kedalam kedai es krim yang memang sengaja Leo tuju bersama dengan Kyla. "Ternyata lo suka ya? Kayak anak kecil pula" Leo berucap saat Kyla dan dirinya sudah duduk di salah satu meja untuk menikmati es krim yang sudah mereka pesan "Ini salah satu favorit gue,mana mungkin gue nyia nyiain es krim seenak ini" Kyla menyendok es krim miliknya "Lagi pula tempatnya nyaman banget, gimana gue bisa enggak tau kedai es krim seenak ini disini" Leo terkekeh "Karena gue yang ditakdirin bawa lo untuk pertama kalinya kesini" "Bangga banget jadi orang" Kyla menatap sekeliling kedai es krim tempatnya kini berada "Kalau sore pasti banyak anak anak disini" Kyla bergumam "Kenapa?" "Gue suka aja liat mereka asik sendiri main ditaman ini" "Lo suka anak kecil?" Kyla mengangguk "Mereka lucu aja, apalagi kalau perempuan" "Kenapa kalau perempuan?" "Coba deh kalau mereka pakai Dress, pasti lucu banget" Kyla tersenyum tetapi arah pandangannya menuju ke arah luar kedai, dan Leo pun mengikuti arah pandangan Kyla "Lo liat deh, mereka lucu. Apalagi anak kecil yang punya poni yang nutupin seluruh dahinya, ditambah lagi dress warna cokelatnya terus sepatunya yang lucu ditambah posenya sekarang yang bikin gue pengen nyubit kedua pipinya itu"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Leo juga mengamati anak kecil yang Kyla katakan tadi "Lo cocok deh jadi ibu ibu sekarang" Leo terkekeh "Gue bakalan cocok tak enggak sekarang, nanti waktu gue udah sukses" "Kalau sekarang lo jadi Mommy gue siap kok jadi Daddynya" seketika itu Leo mendapatkan pukulan di kelapanya "Aduh sakit Ky" Leo meringis sambil memegangi kepalanya "Habisnya lo, ngomong itu disaring dulu" Dengan kesal Kyla menyendokkan es krim terakhirnya "Ky" "Hmm" "Ky" "Apa sih Le?" Kyla sama sekali tidak menatap Leo "Ngambek deh tuan putri" Leo bangkit dari duduknya "Udah tau gue kesel dia malah pergi" Kyla berguman sendirinya "Nih gue bawain es krim kesukaan lo, tapi jangan ngambek lagi ya" Leo menyodorkan es krim rasa vanila dengan toping Chocochip pada Kyla. Kyla menatap Leo lalu tangannya perlahan mengambil es krim yang Leo berikan, lalu menyendoknya dengan perlahan. Seketika senyumnya melebar "Lo tau kesukaan gue?" "Tuan putri udah enggak ngambek lagi?" "Ih gue bukan tuan putri, gue ngambek lagi nih" Kyla berusaha memasang wajah kesalnya "Iya iya deh, jangan ngambek lagi" tangan Leo terulur untuk mencubit kedua pipi Kyla "LEONARDO!!" Kyla mengejar Leo keluar dari Kedai es krim yang mereka tempati . Sedangkan Leo dia berusah lari sekuat tenaga menuju mobilnya, dia bahkan tertawa saat melihat Kyla mengejarnya sambil membawa es krim milik nya. ---- "Makasi ya udah nganterin gue pulang" Kyla berkata sambil tersenyum ke arah Leo "Apa sih yang enggak untuk tuan putri" Kyla mendengus lalu membuka pintu mobil Leo dengan wajah kesalnya "Iya deh maafin gue, senyum dong" "Males gue habisnya lo selalu buat gue kesal" "Gue bercanda doang Ky" senyum terbaik Leo pun keluar dan mau tak mau Kyla ikut tersenyum "Kalau gitu gue pulang dulu ya" "Hat hati di jalan Le" Leo mengacungkan ibu jarinya membuat tanda oke "Sampai ketemu besok tuan putri" Dan seketika itu Leo langsung menancapkan gas mobilnya untuk pergi dari rumah Kyla sebelum perempuan itu mengamuk padanya lagi "Leonardo! dasar laki laki gila" Kyla menghentakan kakinya dengan kesal sebelum akhirnya dia masuk ke dalam rumah dengan senyum yang mengembang lebar.
To be countinue Hai aku update lagi maaf ya semakin ke sini semakin hancur hehe, tapi jangan lupa ya vomentnya karena itu berarti banget buat aku, thank you :)