sad day or best day ?

432 11 0
                                    

Devon POV
Saat itu aku melihat Rya yg berdiri terpaku melihat ke arah Lisa dan Boy,aku berlari menghampiri Rya"Rya lo kenapa?"tanyaku sambil menatap wajah Rya yang kelihatan sedih

"Aaku gpp kok Dev"jawab Rya sambil terisak-isak,"aku gak yakin klo keadaan lo begini rya"sambil berkata begitu aku langsung memeluknya erat

Lantas Rya pun membalas pelukanku dengan eratnya juga. "Dev,akk..u sakitt dev"kata Rya sambil membenamkan wajahnya ke dada ku yg bidang.

"Aku tau perasaanmu Rya,aku tau"jawabku sambil mengelus rambut nya. "Tapi,dia yg membuatku nyaman dan cinta sama dia tapi aku gak tau kenapa dia tiba-tiba menembak Lisa!"jawab rya.

"Emm udah rya mungkin dia bukan yg terbaik buat kamu jadi kamu sabar aja,dan ingat kamu jangan benci sama mereka berdua karena mereka lah sahabat mu"kataku menenangkan Rya yang semakin sedih.

Dan saat itu juga Rya melepaskan pelukan ini

"Rya asalkan kamu tau klo aku ini sebenarnya suka sama kamu,kamu mau jadi pacarku Rya"aku langsung menembak Rya sebelum Rya bicara aku langsung mengatakan"aku tau rya meskipun jawaban kamu tidak tapi aku tidak ingin memendam rasa ini selama 1 tahun ini ry,yang penting aku sudah mengungkapkan perasaan ini ry"kataku yang membuat Rya tertunduk

"Iya dev,aku gak bisa nerima kamu maaf bgt kamu tau kan klo perasaan ku ini masih buat Boy,dan aku berterima kasih bgt sama kamu yg udah ngertiin ini"jawab Rya lirih.

"Iya gpp kok ry aku ngerti aja"jawabku singkat.

Boy POV
Saat itu aku melihat Devon dan Rya sedang berbicara berdua kelihatannya itu sangat serius,aku tersenyum melihat mereka berdua. Tapi sedari tadi aku tidak melihat Dea disana kemana dea ?

Aku pun mengajak Lisa mendekati Rya dan Devon disana...

"Hey kalian liat Dea gak?"tanyaku
"Oh iya Dea mana ya?ayo kita cari ke villa kali aja dia ada disana kan?"jawab Rya

Author POV
Mereka pun langsung bergegas ke villa tapi tidak ada satupun orang disana mereka meneriakkan nama Dea "Dea, Dea kamu dimana Dea jangan bercanda deeaa..."panggil mereka namun tidak ada juga tanda-tanda Dea.

Akhirnya mereka pun berpencar Boy mengajak Lisa ke hutan untuk mencari Dea tetapi karena Lisa takut masuk hutan jadi Boy mengajak Rya. Rya pun ikut,jadi Lisa sama Devon mencari di sekitar Villa dan Pantai.

Di perjalanan Rya hanya diam saja tidak ada sepatah katapun yang dia ucapkan,Boy pun begitu.

Saat itu mereka tiba di sungai yg pernah mereka singgahi,"Ry apa kamu ingat sama sungai ini?"tanya Boy yang hanya dibalas anggukan kecil oleh Rya.

"Ry, kamu kenapa sih dari tadi diem aja gak mau ngomong kamu sakit?"tanya Boy yang penasaran dengan Rya. "Gak usah peduliin aku Boy,udahlah aku gpp kok"jawab Rya dan langsung berjalan ke arah sungai meninggalkan Boy yang terdiam kebingungan.

Boy pun langsung mengejar Rya dan mengikutinya dari belakang,saat itu Rya duduk di tepi sungai sambil mencucui kakinya dengan air sungai. Boy duduk disampingnya sambil memandang Rya dari samping.

"Ry,kamu beneran gpp?"tanya Boy lagi."aku takut klo mengatakan ini Boy aku takut persahabatan kita bakal rusak,jadi tolong jangan tanyakan aku kenapa"jawab Rya sambil meneteskan air matanya dan langsung seketika diusapnya.

"Loh kok nangis?ayo dong ry ceritakan aku khawatir nih?"kata Boy yang memaksa Rya untuk menceritakan apa yang dimaksud Rya."oke,aku sebenarnya suka sama kamu Boy udah puas kan lo"jawab Rya sambil berdiri dan berlari ke dalam hutan.

Boy hanya terdiam menyimak kata-kata Rya,dan dia pun langsung mengejar Rya secepatnya.
"Ryaa tunggu jangan lari,shitt kenapa begini sih"kata Boy sambil memanggil manggil Rya

VILLA'S (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang