"Mba Nisa..... Pak Hendra sudah datang" ucap Maya dengan kepala yg menyembul di pintu
"Arahin ke ruang private may, suguhin minuman andalan kita ya" tangan lentik nisa mengisyaratkan maya, maya mengangguk.
Nisa merapihkan draft perjanjian MoU, merapihkan baju yg dipakai dan merapihkan rambutnya, rautnya agak sedikit sedih karena hari ini danielo cuti selama seminggu, entah kemana si cowok tengil itu.
Bagi Nisa, penampilan danielo bukanlah orang biasa, terlalu keren jika dibilang pengangguran yg butuh uang, tapi danielo tidak pernah mau menceritakan kisah pribadinya.
Nisa menghela nafas lalu memantapkan diri masuk ke ruang private.
"selamat pagi Ibu Nisa" ucap pak hendra, manager yg biasa berhubungan dengan cafenya
"selamat pagi Pak Hendra, apa kabar, bagaimana suasana Bali?" jawab Nisa dengan tangannya setelah meletakan map dimeja lalu menjabat tangan pa hendra dan memandang seorang laki laki yg sedang menggendong seorang gadis kecil yg sedang tidur, laki laki itu berdiri dan meneliti nisa dari ujung kaki sampai ujung kepala
cantik....
"kabar saya baik Ibu Nisa, dan bali tidak pernah membuat saya bosan, o iya kenalkan ini Bpk. Pramoedia Mahesa pemilik Mahesa group" ucap pa hendra, Nisa tersenyum lalu mengangguk hormat
"silahkan duduk, saya persiapkan draft perjanjiannya" Pram menoleh ke pa hendra yg bisa membaca isyarat dari Nisa, lalu menganggukan kepala, tangannya masih setia mengelus sayang gadis kecil yg tertidur.
Pram menatap pemandangan dua orang yg sedang serius berdiskusi walaupun dengan bahasa isyarat, pram sudah diberitahu oleh p hendra, manager pemasarannya bahwa customer istimewanya adalah seorang yg tidak bisa berbicara, tapi siapa sangka wanita itu sangat cantik dan anggun, pram hampir saja lupa bernafas saat pertama kali melihat wanita itu.
"apakah anak anda mau dibaringkan? Ada kamar dikantor saya kalau anda mau menidurkan putri anda?" isyarat nisa, pram kembali menengok hendra meminta penjelasan lalu mengangguk
"Tidak usah, dia susah beradaptasi dengan tempat baru" ucap pram lagi, lalu nisa mengangguk dan melanjutkan diskusi hening dengan pa hendra.
Pram masih berdiri sambil menggendong Hana yg masih tertidur, setelah tadi puas bermain dipantai, Hana tertidur karena kecapaian. Kedua orang itu masih asyik berdiskusi dan pram masih asyik menatap nisa yg hari ini memakai kemeja putih dan rok pensil biru tua, pram hilang fokus sesaat......
"Pak Pram, apakah ada yg mau ditambah atau direvisi?" ucap pa hendra membuyarkan lamunan pram tentang gadis didepannya itu, nisa ikut memandangnya dengan kepala dimiringkan, lucu...
"saya percayakan ke pa hendra dan nona Nisa, tidak berbeda dengan MoU sebelumnya bukan?, yg penting kami tetap menjadi pemasok utama di toko anda" ucap hendra, suaranya berat dan dalam
"Kami sangat berterima kasih kepada Mahesa group karena selalu memenuhi kebutuhan kami secara cepat dan mutu yg selalu terjaga" ucap anisa lalu tersenyum dengan manisnya membuat pram kembali terhipnotis.
"sama sama ibu Nisa, berarti draft MoU sudah kita sepakati, besok bagian legal kami akan mengirimkannya untuk anda tanda tangani" ucap pa hendra karena pram tidak kunjung menjawab
"Papaaa..........." lirih gadis kecil yg terbangun
"ya sweety, sudah bangun ya" ucap pram sambil mengelus pipi tembem yg lucu itu
"Hana lapel papa......" ucap gadis kecil yg masih menggelendot ditubuh pa pram membuat nisa yg mendengarnya gemas, saat gadis kecil itu menatap Nisa, Hana memandangnya lama sambil mengedipkan matanya
"hai manis, kamu lapar ya, mau kue?" isyarat nisa, Hana melihat gerakan gerakan aneh nisa dengan bingung, nisa maklum dengan hal itu lalu tersenyum, nisa mengelus perutnya lalu menunjuk Hana dan menunjuk mulutnya
"Kata ibu Nisa, apakah Hana laper, apakah Hana mau kue?" pa hendra menyuarakan isyarat nisa, kalau dibilang sedih, nisa pasti sedih karena tidak semua orang mengerti dirinya.
"Hana mau kue" ucap Hana lalu mengayunkan badannya kedepan hampir membuat pram terhuyun menabrak Nisa, untung badannya kuat. Tangan Hana terulur ke nisa membuat senyum nisa melebar lalu menggendong Hana dan berjalan keluar untuk membiarkan Hana memilih sendiri kue yg ingin dimakan.
"mari pak....." ucapan pa hendra membuyarkan lamunan pram akibat senyuman nisa, yg buat aneh kenapa Hana langsung menempel nisa begitu saja seperti kepada ibunya.
sambil berdiri di dekat jendela kaca, pram melihat interaksi anaknya dengan wanita muda yg baru dikenalnya itu, wanita bernama Anisa itu terlihat sangat sabar meladeni anaknya yg menunjuk kue apapun yg ingin di makannya
"pak Pram" ucap pak hendra menginterusi tatapan pram pada dua orang dietalase kue
"tadi ibu Silvia telpon katanya dia masih akan bertemu dengan tamannya yg ada di denpasar, nanti langsung bertemu saja di hotel" ucap hendra
"oke, pak Hendra, kira2 apakah adik saya jadi menyusul kesini?" ucap pram tidak mengalihkan matanya ke dua orang yg sedang asyik duduk di meja makan
"adik bapak menginformasikan bahwa dia masih sibuk sampai akhir pekan dan tidak bisa menyusul kesini" ucap hendra
"oke, tolong bilang saya akan berkunjung ke jakarta besok malam"
"baik pak" ucap hendra lalu berjalan ke arah luar restauran
pram duduk dan bersandar pada sofa nyaman yg menjadi tempat duduk hendra dan anisa tadi, pram melihat betapa nyaman dan homey-nya cafe anisa, penerangan yg teduh, sofa-sofa nyaman berwarna latte dan meja-meja berpelitur warna mahony, ditambah laut kuta sebagai latar belakang pemandangan cafe membuat siapapun akan betah duduk disini, banyak wisatawan asing yg terlihat nyaman menikmati hari bersama pasangannya
"Papa....." ucap Hana berlari kearah pram dengan membawa kue cantik berwarna merah muda, anisa mengikutinya dengan berjalan sangat sopan dan senyum
"apa ini sayang" ucap pram memutus tatapannya pada anisa
"ini enak papa, rasanya manis, bentuknya seperti stroberry" ucap hana dengan semangat
"wow... sudah bilang terima kasih sama tante Anisa?" ucap pram lalu menatap anisa
"makasih tante Anisa" ucap hana masih dalam pangkuan pram, anisa mengacak rambut hana lalu menautkan telunjut dan ibu jarinya
"oke..."
.
.
.
.
.
Wattpad, Romance, 3 April 2017

KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Pain (Pending)
RomanceWARNING : PENDING (JANGAN DIBACA YA, ENTAR BERASA DI GANTUNG) Anisa, gadis bisu nan cantik jelita yg harus merasakan sakitnya pernikahan yg tidak dia inginkan hanya agar ayahnya sembuh dari sakit Tapi bagi seorang Gilang, Anisa adalah duri tajam dal...