Seorang wanita muda merasa kagum saat melihat sebuah ruangan yang mungkin memiliki luas lebih besar dari rumahnya. Disana terdapat rak dengan buku-buku yang tertata rapi, sofa dan meja yang besar, karpet dan beberapa barang yang terlihat mahal. Dia melihat keseliling dengan mulut menganga. Sesaat kemudian perhatiannya tertuju pada pintu ruangan itu karena seorang pemuda baru saja membanting pintu tersebut dengan kasar.
Dia melihat seorang pemuda dengan wajah lebam duduk disudut sofa itu. Ada perasaan bersalah saat ia melihat perban yang berubah warna dari putih menjadi merah karena darah dipelipis pria tersebut."Huft... Tidak ada yang ingin kau katakan padaku?" Ucap Amber dengan nada dingin.
"Terimakasih."
"Itu saja?"
"Memangnya apa lagi. Tunggu, kenapa kau menggunakan bahasa informal padaku? Memangnya kita saling mengenal."
"Apa kau tidak merasa bersalah padaku?! Gara-gara kau aku dimarahi habis-habisan oleh ayah, dan motorku disita sebulan." Krystal diam dan merasa malu saat Amber membahas perihal wajah memarnya.
"Ehhmm... Aku minta maaf. Sudahlah cepat buka bukumu dan cepat belajar." Krystal membuka tas dan mengambil alat tulisnya.
"Kau tak usah repot-repot. Aku tidak akan melakukannya."
"Apa maksudmu?"
"Kau cukup berdiam diri disini selama dua jam setelah itu pulanglah."
"Tidak bisa, tugasku adalah membantumu belajar. Dan aku dibayar untuk itu."
"Baiklah, kalau begitu katakan padaku berapa aku harus membayar waktu dua jam mu itu." Amber mendekatkan dirinya pada Krystal.
Krystal yang terkejut menampar pipi Amber dengan sangat keras kemudian meninggalkannya dengan luka dibibir yang kembali terbuka dan mengeluarkan darah segar.~
Lorong-lorong di SMA Seoul sepi karena semua murid sedang mengikuti KBM dikelas masing-masing.
Seorang guru yang mengajar di kelas 3-2 segera membersihkan barangnya dan keluar kelas setelah waktu mengajarnya habis."Bro bangun.! Ayo ke kantin."
"Kau pergilah dengan Key, aku mau tidur. Ngantuk!" Tolak Amber pada ajakan Henry kemudian memasang earphone nya.
Amber tertidur dengan tenang diruang kelas sendirian sampai ia merasakan ada tangan yang menyentuh pipi dan dahinya."Kenapa kau disini?"
"Kamu demam? Tunggu sebentar, aku belikan obat."
"Hei... Bukankah aku sudah sering bilang jika aku tidak menyukaimu. Kenapa kau selalu melakukan hal tak berguna seperti itu?" Teriak Amber saat Minah berdiri dari duduknya.
"Kata siapa tidak berharga? Aku akan melakukan apapun untuk menghapus semua memorimu tentang wanita itu, dan aku akan membuatmu mencintaiku." Ucap Minah dengan rasa sakit dihatinya saat pergi meninggalkan Amber.
"Tidak ada gunanya. Hati ini sudah tidak berfungsi lagi, cinta? Itu hanya omong kosong.!" Lirih Amber dengan emosi didalamnya.
Tiga orang sekawan terlihat membolos sebuah mata pelajaran dengan bersembunyi di atap sekolahan.
"Bro, perasaan kemarin luka dibibirmu sudah hampir sembuh, kenapa sekarang berdarah lagi?" Tanya Henry mendekati Amber.
"Ini karena perbuatan seorang wanita gila."
"Eh? Siapa?"
"Guru lesku."
"Apa??!!" Teriak Henry dan Key.
~
Krystal makan seorang diri di taman kampus dengan bekal yang dibuat ibunya.
"Dasar bocah gila. Dia pikir uang segalanya." Gerutu Krystal memasukkan telur gulung kedalam mulutnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Teacher
FanfictionSuatu ketika hiduplah seorang anak laki-laki yang tampan nan mempesona. Dia merupakan putra tunggal konglomerat Korea Selatan yang memiliki sifat selengean, amburadul, susah diatur, dan pervert. Anak muda itu memiliki IQ yang tinggi, namun ia berpur...