Jungkook mendapatkan firasat buruk saat pertama kali membuka matanya.
Firasatnya makin diperkuat dengan sikap para hyungnya yang aneh. Namjoon-hyung melakukan segalanya dengan hati-hati seakan tidak ingin merusak barang apapun, Yoongi-hyung sudah terjaga di jam sembilan saat hari libur dan belum mengurung dirinya di dalam studio dan yang paling mencurigakan adalah saat ia tahu Jin-hyung menyambut [Name] di depan pintu dorm mereka.
Sejak kapan gadis yang diam-diam ia sukai itu tahu tempat tinggalnya? Tempat tinggal mereka lebih tepatnya. Seingat Jungkook, ia tidak pernah memberitahukan alamat dorm mereka pada teman sekelasnya, walaupun itu adalah gadis yang ia sukai.
“Aku yang memberitahunya. Aku juga yang menyuruhnya untuk mampir ke sini. Jangan tanya kenapa, aku sedang merindukannya,” jawab Jin-hyung saat Jungkook menyuarakan pertanyaan yang terus berkeliaran di kepalanya.
Tanda tanya besar tercipta di atas kepala Jungkook. Ia memang sudah pernah membawa para hyungnya menemui [Name], itupun karena Jiminie-hyung keras kepala ingin menemui gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta. Walaupun niat awalnya hanya ingin mempertemukan Jiminie-hyung dengan [Name], kenyataan berkata lain. Hyungnya yang lain memaksa ikut dan ia tidak bisa menolak.
Lalu rencana apa yang ada dipikiran Jin-hyung sampai ia mengundang [Name] ke dorm mereka? Sepanjang pagi dahi Jungkook mengernyit, berpikir keras tentang kemungkinan yang bisa ia pikirkan dengan fakta aneh yang ia temui sepanjang pagi ini.
“Jungkook-ah, tolong ambilkan sweater merah mudaku di kamar,” suruh Jin-hyung tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi. “Aku sedang sibuk. Jadi tolong ya.”
Jungkook menghela nafas rendah. Ia tidak memiliki energi untuk menolak dan beradu mulut dengan hyung tertuanya. Entah sudah hal aneh keberapa yang ia lihat hari ini, tapi kamar hyungnya terang, tidak seperti biasanya.
Tidak ingin membuang energi dengan memikirkan hal yang tidak penting, Jungkook langsung membuka pintu kamar hyung tertuanya. Betapa terkejutnya ia mendapati [Name] tengah berdua dengan Yoongi-hyung di kamarnya. Untuk kesekian kalinya, pikiran Jungkook berkabut dengan segala kemungkinan yang mampu ia temukan.
“H-hyung dengan [Name]-ah?”
Yoongi-hyung menggelengkan kepala lalu bangkit dari posisinya. Jungkook masih terpaku saat Yoongi-hyung menepuk bahunya lalu keluar dari kamar. Ia memiringkan kepala setengah bingung saat mendengar suara pintu terkunci.
“Jungkook-ah. Jangan salah paham,” [Name] buru-buru bangkit saat Jungkook masih belum bereaksi. “Yoongi-oppa menyuruhku untuk menunggumu di sini. Karena kau tidak datang juga, makanya oppa memutuskan untuk menemaniku. Oppa juga mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkanku.”
“Apa yang hyung katakan?” sebelah alis Jungkook terangkat.
[Name] menunduk malu, wajahnya memerah samar dan Jungkook harus menahan diri untuk tidak menerkam [Name] saat itu juga. Dasar kelebihan hormon.
“Yoongi-oppa berkata kalau kau menyukaiku. Aku bisa menanyakannya padamu kalau aku tidak percaya dengan ucapannya,” [Name] memainkan ujung bajunya dengan gugup, takut kalau kalimat yang ia ucapkan selanjutnya malah menghancurkan hubungan mereka. “Aku hanya ingin kau tahu, kalau yang Yoongi-oppa katakan memang benar, aku juga memiliki perasaan yang sama denganmu.”
Jungkook bertindak dengan instingnya, ia memeluk [Name] dengan erat seakan gadis itu akan menghilang kalau pelukannya mengendur, ia mencoba mengekspresikan kebahagiaannya. Ada gunanya juga ia bercerita pada hyung yang paling dingin itu.
“Kau tidak tahu betapa bahagianya aku sekarang, [Name]-ah,” Jungkook menempelkan bibirnya di puncak kepala [Name]. “Aku sudah menunggu momen ini sejak pertama kali bertemu denganmu. Ah.. aku sangat bahagia.”
“Jungkook-ah,” panggil [Name]. Gadis itu mendongak dengan senyuman lebar ke arah Jungkook.
“Hm?”
“Aku menyayangimu.”
Kali ini wajah Jungkook yang memerah. Ia memang sering mendengar ucapan seperti itu dari Ibunya dan para ARMY, tapi tidak pernah oleh gadis yang diam-diam ia kagumi ini. Bahagia, tersipu dan rasa penuh berterima kasih bercampur menjadi satu hingga seakan dadanya siap membuncah kapan saja. Jungkook janji akan lebih patuh pada hyungnya mulai saat ini, walaupun ia tahu akan mengingkari janjinya tepat saat ia keluar kamar ini.
“[Name]-ah.”
Jungkook menangkup wajah [Name], mengusap pipi gadis yang menjadi miliknya dengan lembut. Ingin sekali melakukan sesuatu yang mampu membuat [Name] mengerti betapa Jungkook menyayanginya, tapi ia tahu tindakan itu terlalu cepat. Ia hanya bisa mengatakannya untuk saat ini.
“Aku sangat menyayangimu, lebih dari yang kau tahu,” tatapan keduanya beradu hingga [Name] bisa melihat kasih sayang yang sangat kentara dalam tatapan Jungkook saat hanya ia yang berada dalam jarak pandang kekasihnya. “Aku benar-benar menyayangimu sampai rasanya ingin menguncimu di kamar dan hanya menjadikanmu milikku.”
“Maknae jaga ucapanmu!” suara Seokjin-hyung menggema dari balik pintu. “Kau harus menikah dulu sebelum melakukan itu. Lihat Namjoon-ah apa yang sudah kau tularkan pada dongsaeng kesayanganku!”
“Sshh, jangan berisik hyung. Nanti Kookie tahu kalau kita menguping,” kali ini suara Taehyung-hyung yang mencoba menenangkan Seokjin-hyung. “Kita bisa dihabisi olehnya, kau tahu kan?”
“Aku tidak peduli dengan itu,” Jungkook merasakan [Name] menggelengkan kepalanya. “[Name]-ah, jangan terpengaruh oleh kelinci kelebihan hormon itu! Saat keluar dari kamarku kau harus tetap suci, kau dengar!?”
“Hyung, jangan berteriak seperti itu. Telingaku bisa dioperasi lagi kalau kau tidak menurunkan nada bicaramu.”
“Sebaiknya kau temui hyungmu dan menjelaskan semuanya pada mereka, Jungkook-ah. Aku takut kau yang dianiaya mereka kalau tetap memelukku seperti ini,” suruh [Name] sembari mendorong dada Jungkook perlahan.
Jungkook nyengir. “Kalau memang itu yang harus kudapatkan untuk memelukmu lebih lama, aku tidak keberatan.”
“Dasar gombal.”
“Maknae! Keluar kau dari sana!”
Daku kembali bersamaan dengan teori yang nongok dari mv terbaru bangtan yang memusingkan kepala...
Mau tau dong komentar kalian yang udah ntn BST Japan ver. Gmana reaksi kalian setelah ntn video itu..

KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Wings
FanfictionTerbang bersama ketujuh laki-laki yang akan bikin kamu berulang kali jatuh cinta dengannya. Cerita singkat tentang kamu bersama dengan salah satu member BTS