Unexpected

3.4K 114 5
                                    

Tasha

Sekarang mungkin sudah impas bagi kami untuk menceritakan sedikit tentang masa lalu kami. Walaupun dia mengakhiri curhatannya dengan sangat aneh dan ganjil bagiku, tetapi setidaknya aku tau kalau kak Andra sudah memercayai aku sebagai teman curhatnya.

Setelah aku mengalihkan pembicaraan dan memutuskan untuk fokus menikmati indahnya suasana malam hari di atas bianglala. Tiba-tiba ada dua tangan besar mendekapku dari ke belakang. Spontan aku kaget sehingga aku hampir ingin melepaskan dekapan itu, walau akhirnya gagal karena dekapannya mengunci pergerakan tubuhku.

Kak Andra memelukku begitu erat. Sekujur tubuhku mendadak merinding seakan aku sedang ditemani setan atau kuntilanak di malam jumat. Hatiku berdebar lebih cepat dari biasanya. Dalam diriku seakan berdebat tentang menentukan bagaimana perasaan hatiku saat ini, apakah aku merasa takut atau aku sangat ingin lebih lama dalam dekapannya?

Dia semakin mengeratkan pelukannya dan menempelkan dagunya di pundak kananku. Membuat aku semakin sulit untuk bernafas sehingga pikiranku mulai kacau. Keringat pun hampir menunjukkan diri di permukaan kulitku yang usang ini.

Lalu ia berbisik

You are the glorious gift that God had given to me in my whole life, darling.

1/2 dalam diriku memaksaku untuk berkata

HIH MESUM!!! CEPAT KATAKAN KALAU DIA ITU COWO MESUM!!!

Lalu 1/2 nya lagi menahanku untuk berbuat barbar dan tetap lembut terhadapnya. Kapan lagi aku merasakan momen seromantis ini?

Aku rupanya mengikuti 1/2 kata hatiku yang barbar tersebut. Tapi ketika aku ingin memberontak, rupanya Kak Andra semakin mengunci pergerakan tubuhku lebih erat daripada sebelumnya.

"Aku tau kamu pasti mau teriak kalau aku ini cowo mesum or whatever, but please, let me enjoy this beautiful moment with you, aku janji ga akan bablas sebelum waktunya,"

Aku janji ga akan bablas sebelum waktunya

Ga akan bablas

Sebelum waktunya

Itu berarti...

"Aku akan menunggu kamu supaya siap lahir batin untuk menjalankan tugas utamamu sebagai seorang istri yang patuh," lanjutnya karna dia daritadi rupanya membaca pikiranku. Dan disusul sebuah kecupan di pipi kananku. Pelukannya pun merenggang, sebagian hatiku merasa kecewa, sebagiannya lagi merasa bebas.

Rupanya bianglala yang kami naiki mulai berhenti berputar, kami lalu turun dari bianglala.

"Ayo kita pulang sayang," ucapnya sambil menggenggam erat tanganku.

Aku sudah habis kata-kata. Bukan habis lagi, otakku masih belum bisa bekerja seperti normal untuk merangkai kata-kata untuk membalasnya. Aku cuma mengangguk karena aku masih shock.

Aku merasa seperti dicabuli, tapi sebagian diriku merasa senang karena aku akhirnya bisa merasakan indahnya kasih sayang dari orang yang baru kau kenal. Biasanya aku hanya merasakan itu dari keluargaku, tapi sekarang orang lain yang sekarang sudah menjadi bagian dari hidupku memberikan kasih sayangnya dengan pelukannya itu.

Perasaanku saat ini campur aduk. Aku bahkan tidak mengerti akan diriku saat ini. Mungkin ini terlalu cepat bagiku untuk merasakan hal tadi, tapi di masa depan aku yakin dia akan memberikan kejutan-kejutan lain yang lebih mengejutkan dari ini.

"Aku ga nyangka, kamu langsung mati gaya sampai kamu mungkin ga nyadar kalau kita udah di jalan menuju rumah," ucapnya lagi yang membangunkanku dari lamunanku.

Aku tetap diam.

Aku masih shock.

"Maafin aku sha karena aku terlalu agresif sama kamu tadi, tapi aku juga ga bisa kendalikan diri aku untuk ga ngelakuin hal tadi. Entah semakin hari, aku semakin kehilangan self control aku ketika aku ada di hadapanmu, sayang," lanjutnya dengan nada bersalah.

Aku masih belum berani mengatakan satu patah kata pun.

Lalu sampailah kami di rumah. Suasana yang tadinya santai berubah menjadi super. Kami masih saling diam, kak Andra jalan mendahuluiku menuju ke kamar kami. Ketika kami sampai di kamar, tiba-tiba kak Andra diam terpaku, saat ia diam aku lalu memeluknya dari belakang. Kini kak Andra yang mati gaya.

"Makasih ya kak untuk hari ini," ucapku yang pada akhirnya membuka suara.

Tapi tiba-tiba, kak Andra dengan sigap melepaskan dirinya dari pelukanku, pandangannya yang tajam mengarah ke mata ku. Tatapannya begitu nanar sehingga membuatku terpaku, aku ketakutan lebih jelasnya.

Dia lalu mendekatiku, tiba-tiba ia menggendong tubuhku dan membawanya ke tempat tidur. Aku semakin panik, apa yang akan ia lakukan kepadaku? Dia menjatuhkan ku agak kasar ke tempat tidur. Aku hanya bisa membelalakkan mataku dan diam membisu tanpa tubuhku memberikan perlawanan terhadapnya.

Sepertinya malam ini kami merusak janji kami, dan malam ini adalah malam yang tak pernah kuduga kedatangannya. Mungkin ini sudah waktunya aku menyerahkan segalanya untuknya malam ini. Malam ini tidak akan pernah aku lupakan dalam hidupku.

***

Dan dengan tumbennya aku update cepet, ini dikarenakan tanganku yang udah gatel dan otakku yang memaksa untuk update.

Buat yang hari selasa berperang di SBMPTN GOOD LUCK YAA!! SEMOGA KALIAN DAN AKU BISA LOLOS DI PTN FAVORIT MASING-MASING AAMIIN.....!!

I love You, My Cutie Little GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang