Justin perlahan membuka matanya. Bisa merasakan sinar matahari masuk ke kamarnya. Dia bangun dan merasa sangat sehat. Dia merasa sehat dan kuat seperti dulu lagi. Tidak merasa lemah seperti beberapa hari yang lalu. Justin perlahan duduk. Lalu ia mengarahkan pandangannya ke samping. Ariana masih tertidur pulas. Dan seketika senyuman Justin pun merekah. Shit. Kutukan itu benar atau tidak yang pasti,ia berterima kasih kepada kutukan ini. Ariana saat ini bersamanya,disisinya.Justin kembali membaringkan tubuhnya lagi. Menatap wajah Ariana. Rasanya menyenangkan sekali. Ketika membuka mata,ia langsung bisa menatap wajah orang yang dicintainya. Justin membelai lembut wajah gadis itu. Justin tersenyum lembut. Lalu tiba-tiba pintu kamarnya diketuk. Justin lalu menuju pintu dan membukanya.
"Ada apa Joe?"
"Maafkan saya Tuan. Tapi ada masalah di kantor. Dan Anda harus kesana Tuan"
"Masalah? Kenapa tidak Cam saja yang menanganinya?"
"Sudah Tuan,tapi Tuan Cameron mengatakan butuh bantuan Anda"
"Why he always ruin my moment,God! Baiklah aku akan segera datang kesana. Aku harus bersiap-siap terlebih dahulu,katakan padanya!"
"Baik,Tuan"
Justin menghela nafas pelan dan menutup pintu. Dia kemudian bersandar di pintu kamarnya dan menatap Ariana yang masih tidur. Justin benar tak rela meninggalkan Ariana. No at this point. He still want to spend more time with her.
'What are you worrying about,Justin? Your wife will be in here until you back. And after that,you can be with her as long as you want' ucap hatinya,Justin tersenyum kecil. Ya dia hanya perlu bersabar saja. Setelah semua masalah ini selesai.
****
Ariana perlahan membuka matanya. Tubuhnya terasa sakit,tapi hatinya merasa sangat bahagia. Ariana tersenyum. Lalu setelah itu, Ariana menatap sekeliling. Tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Justin.
"Justin?" panggilnya,tapi tidak ada jawaban.
Ariana menghela nafas pelan dan perlahan duduk di tempat tidur. Dia menatap sekeliling kamar dan menemukan kereta berisi sarapan. Ariana perlahan bangkit sambil menutupi tubuhya dengan selimut. Dia mendekati kereta itu dan menemukan bunga mawar. Di bawah bunga mawar itu terdapat sebuah note bertuliskan namanya. Ia tersenyum. Dia meraih mawar itu dan menciumnya. Ariana lalu meraih note dan membacanya,
There is some problem in office. Coming to home soon.
Your boyfriend,
- JustinBoyfriend? Ariana tersenyum lemah menatap note itu. Ariana menghela nafas pelan dan perlahan kembali duduk di tempat tidur. Dia bingung. Tak tahu harus berbuat apa. Perlahan menutup matanya.
I love you Ariana....
Kalimat itu terbayang di kepalanya. Justin mengucapkannya semalam. Membisikan kalimat itu di telinganya. Membisikannya begitu lembut. Ariana membuka matanya seketika. Dia tersenyum pahit dan seketika sesuatu terbesit di benaknya. Bagaimana dengan Kendall? Justin masih berpacaran dengan Kendall. Ariana bertanya-tanya dalam hati,berapa banyak wanita dikehidupan Justin yang sudah mendengarkan kalimat cinta yang diucapkan Justin? Dia tidak tahu,tapi satu hal yang dia tahu. Kendall pernah mendengar kalimat yang sama diucapkan padanya.

YOU ARE READING
Their Curse | jariana [COMPLETED]
FanfictionWhen they are stuck in a stupid curse and at the same time love grows between them but only one is aware of it. "Are you a cigarette? Because the more I smoke the more my heart will get sick. It's like loving you. The more I love you,the more my he...