Huyeiiii, part two finish, and this is it, happy reading para reader,
:) salam damai dari aku. Tinggalkan jejak ya :):) thank you
--------Aku sudah sampai dikelas, kelas yang ukurannya 3,5kali lipat dari kamar aku.(kenapa tidak aku buat 4? karena aku takut perkiraanku kebanyakan jadi ya 3,5 aja lah ya-,-).
Aku langsung mengganti ringtone ponsel ku, dengan lagu dari nada yang biasa saja. Mungkin itu lebih normal. Aku menjajali ringtone yang sudah ada di ponselku. Ada yang seperti bass, ih menjijikan. Ada yang seperti terompet, uh, cempreng. Akhirnya aku menemukan nada yang elegan, tidak cempreng, yah ini lebih baik. Aku memasangnya sebagai ringtone panggilan masuk ku. Aku nggak mau kejadian tersebut terulang kembali. Haruskah aku malu untuk kedua kalinya? dan tatapan itu, argh,, aku tak kuat untuk itu, apakah aku selemah ini? dasar dungu. Bodoh. Aku tidak akan lagi.
"hei, ngapain syah?" tanya temanku, yang duduk seenaknya disampingku, dan membuatku kaget. Bukankah dia tau kalau aku ini kagetan? Huh, teman jaman sekarang.
"hih, kamu apaan sih? ngagetin aja, gimana kalau aku pingsan? hah? gimana gimana?" tanya ku meskipun aku tidak penting untuk dijawab.
"kalau pingsan, yah tinggal bawa kamu ke uks kelar kan," sambil memperlihatkan kedua lubang hidungnya, lebih tepatnya macam bab*. Oke aku tidak sejahat itu dengan temanku. Tapi, aku tidak suka dengan lanjutan dari nya, "bukankah pingsan itu hobimu?" ledeknya. Yah, aku selalu kalah dengan pernyataan seperti itu. Berapa kalikah aku pingsan? tidak setiap hari bukan? selalu di perbesar-,-.
"itu bukan hobi ku tau!" wajah yang selalu aku pakai agar dia tidak meneruskannya lagi.
"ya, bukan hobi mu, tapi hobi temanmu" entah suara siapa yang tiba-tiba saja berada persis dibelakangku, ingin rasanya aku menarik bibirnya, biarin seperti bibir spongebob, saat di tarik oleh tuan krab-,-. Aku langsung menengok kebelakang, aku kaget, "hai" kan sudah bisa kutebak siapa yang ada dibelakangku, apakah hari ini dia lagi hobi mencari masalah denganku. Bukan hari ini saja, sebelumnya pun sama. Apa dia akan sakit perut, atau bahkan sampai mual mual jika tidak nengangguku haanya untuk satu jam. Satu menit pun tak pa.
"maksudnya?" tanyaku.
"iya, hobi temanmu yang suka menggendongmu" sambil menjulurkan lidahnya. Dengan sponta aku langsung menjitak kepalanya.
"lu,," biarin aja nggak sopan, toh dia juga sama nggak sopannya. Aku nggak suka di sela saat aku masih ingin berbicara,"sana-sana pergi ke bangkumu lagi, hus" kucing kali, -,-.
"aduh,,yah dia marah, aku kagetin nih" dia siap-siap mengambil plastik di rak meja guru, entah kenapa, mungkin sudah disiapkan olehnya, saat aku mendebat kepadanya. Jahat!!
"aku hanya menjulurkan lidahku," dia langsung pergi, semoga hanya berhenti disitu. Tapi, dugaanku salah besar. Apa dia sudah sinting? bukankah ini sma? kenapa masih ada anak macam dia? Oh Tuhan. Kuatkan hamba.
Aku memang takut dengan suara yang terlalu keras, karena aku tidak suka kebisingan. Mungkin itu menjadi penyebab kenapa aku di masukan kelas macam ini. Yah, waktu aku priksa ke dokter, ternyata memang benar aku mempunyai penyakit jantung lemah, tapi menurutku itu bukan penyakit, bukankah itu kelainan? oke aku terima kata dokter itu. Aku juga tidak suka saat harus tes lari saat olahraga. Aku selalu langsung ambruk setelah tes. Manja. He, bukan begitu, siapa yang mau merepotkan orang? Aku pun tak mau, tapi gimana lagi, ini jantung yang di berikan-Nya padaku.
Sesaat aku melihat sekeliling, dia tidak muncul, kan benar dugaanku, dia tidak kan melakukan hal sebodoh itu bukan? Tapi,, di luar perkiraan.
Duuaaaarrr!!!!!
Langsung, nafas ku megap-megap, seperti ada batu yang ditaruh di dalam tenggorokan ku. Dasar nggak punya hati.
Brak!!
Aku menggebrak meja dengan keras, saat aku tau aku akan memperparah penyakitku, seharusnya aku tenang, tapi.kenapa malah seperti ini?"nggak punya otak atau gimana sih lo? nggak punya hati sih nggak punya hati, dasar psikopat sinting," dengan nafas masih tersengal sengal, malah semakin parah, pandanganku semakin kabur, tapi aku tetap mengumpati dia, biar hanya cukup aku, tidak yang lain,"klo lo nggak mau gue disini, jangan kayak gini, klo lo mau ng.ngebunuh gue langsung aja, jangan nglib- nglibatin yang la,,," oke semuanya gelap total. Kadang saat aku pingsan aku masih mendengar suara berisik temanku yang selalu tuduh menuduh atas diriku, tapi kenapa sekarang tidak? Rasanya aku menikmati tidur ini. Tapi, aku tak ingin meninggalkan semua mimpiku hanya untuk orang sepertinya.
Paling tidak aku tidak mati karenanya.Benar semua gelap total, dan suara semua orang ikut lenyap denganku, aku hanya bisa merasakan seseorang menggendongku, tapi tidak untuk suaranya.
Apa aku benar-benar akan berakhir? Bagaimana dengan mimpi-mimpi ku? Siapa yang akan mewujudkannya?
Entah aku ada dialam mana, aku merasakan aku tenang dan nyaman, bunga dimana-mana, sejuk sekali.
"asyah" suara itu. Suara yang mampu merasuk telingaku saat suara semua orang terasa lenyap. Panggilan itu, panggilan yang kunantikan sejak lama. Suara yang mampu menarikku dalam tidur ini, dan mengais sisa-sisa kesadaran yang ku punya. Genggaman ini, masih sama, waktu yang sangat lama itu tak mengubah apapun tentangnya dalam diriku. Aku ingin kembali membuka mata, tapi yang ada nyeri dadaku bertambah. Aku semakin yakin dia disini bersamaku. Mungkin waktu yang sangat lama itu telah merubahnya, merubah wajah tampan saat kecil, wajah manis saat kecil, menjadi seorang yang sangat dewasa. Aku mungkin akan lupa saat bertemu dengannya. Tapi suara ini tidak bisa ku lupakan, suara yang lembutnya, dan dengan senyum manisnya. Akan bisa membuat tubuh ini melayang dengan bebasnya.
Kesadaranku menghilang lagi. Tapi, aku kembali merasakan tubuh ini di gendong kembali oleh seseorang.
Suara lembut bak aliran angin yang membuatku nyaman akan dirinya, bawa aku bersama mu. Jangan lagi kau hanya berada dalam mimpiku. Muncullah, walau hanya sekejap.
Tidak bisakah kau memperlihatkan dirimu setelah waktu yang sangat lama ini? Belum bosan kah engkau melihatku menunggu seperti ini?
***
kritik dan sarannya ditunggu lo

KAMU SEDANG MEMBACA
One Your Reason ( On Going)
Teen FictionJadi, hanya satu yang bakalan gue minta dari lo, satu dari sejuta alasan lo, yang bakal lo pakai buat yakinin gue lagi. Gimana? Ini bodohnya seorang gue, gue percaya gitu aja, Dan kalo gue aja mau nerima alasan lo, kenapa gue gak bisa nerima diri l...