*Kita jalan-jalan di wilayah Martix yang terlihat seperti kota besar*
"Hei hei! Bukankah itu Aka-sama?",
"Wah Aka-sama berada di Martix!",
"Jarang-jarang sekali Aka-sama berjalan-jalan di kota ini",
"Aka-sama ternyata sangat tampan ya dari dekat~","Aku ingin berfoto dengannya!!"
"Siapa tuh yang sedang bersama Aka-sama?"
Orang2 membicarakan Aka yang sedang berada di Martix.
"Hei Aka, orang-orang sedang membicarakanmu tuh" ku mencolek-colek tangannya.
"Ooh...itu sudah biasa terjadi kok. Jadi santai saja" Aka tersenyum padaku.
Aku begitu tidak enak karena sedang ditatap dan diperhatikan orang-orang sekitar. "Kamunya mungkin tidak masalah dengan ini tapi akunya merasa tidak enak. Lebih baik aku menjauh sedikit ya, Aka" saat aku berbalik badan untuk menjaga jarak dengan Aka tiba-tiba...
Aka memegang tanganku. "J-jangan pergi dariku Mizuo!"
"Aku hanya menjaga jarak denganmu kok, tenang...tidak akan jauh-jauh. Aku berada di belakangmu"
"Kau pasti merasa terganggu dengan tatapan dan permbicaraan orang-orang padamu kan?"
Aku hanya mengangguk.
"Baiklah, ikut denganku!" Aka berjalan di depanku dengan menggenggam tanganku.
Aka berjalan agak cepat. "Mau kemana kita? Kenapa terburu-buru?"
Kita sudah berada di depan toko pakaian. "Nah...kita mampir kesini saja"
"Eh? Toko pakaian? Mau membeli baju ya?"
"Iya. Katamu kau risih dilihat orang-orang yang berlalu lalang bukan?"
"Hoo! Penyamaran ya?!"
"Tepat sekali!"
"Bolehkan aku yang memilihkan pakaiannya untukmu Aka?" mataku berbinar-binar."T-tentu saja boleh! Jika kau memaksa..." seperti biasa Aka malu-malu dengan memalingkan wajahnya. "Ayo kita masuk!" Aka tanpa sadar masih menggenggam tanganku.
"Aka, apakah kau akan selalu menggenggam tanganku?"
"A-aah! Maaf Mizuo...a-aku tidak menyadarinya" wajah Aka sangat memerah hingga ia kebingungan untuk menutupi wajahnya dariku.
Wajahku pun ikut memerah karena tingkahnya. "T-tidak kok tidak apa2! j-jika kau begitu malu aku pun juga ikut maluuu!!"
"A-ayo kita segera memilih pakaian!" Aka masih gugup.
"Ayo!", "Aka, kau duduk manis disini dulu saja ya...aku akan memilihkan semuanya untukmu!", 'Hohoho~ aku akan membuatnya seperti sedang bercosplay~ lihat saja nanti! nyiahahaha!' aku begitu bersemangat.
*Aku memilihkannya baju, celana, topi, kacamata, sepatu, dan aksesoris lainnya selama kurang lebih 20 menit*
"Maaf menunggu lama Aka..., nah silahkan coba diruang ganti~" aku begitu tidak sabar melihat ia menggunakan pakaian yang aku pilih.
"Um" Aka hanya mengangguk.
'Yosh! Aku tidak sabar melihatnya menjadi husbandokuuuu!! Entah kenapa bahan-bahan yang aku butuhkan untuk menjadi Kazuhiro-kun benar-benar adaaaa!! Aaa senangnya~ pas sekali karena rambut Aka juga merah seperti Kazuhiro-kun~' dalam hatiku aku histeris sendiri.
Aka pun keluar dari kamar ganti itu. "Maaf lama, Mizuo"
'Woaaahh...se-sempurnaaaa!!! Dia benar-benar cocok menjadi salah satu husbandoku yaitu Kazuhiro-kun versi menggunakan kacamata!! Bahagianyaaa' aku terkagum-kagum melihatnya sedang cosplay.
"Mizuo...ada apa Mizuo? apakah ini aneh? Tidak cocokkah untukku?"
"Aka....KAU BEGITU SEMPURNAAAA!! SANGAT KEREEEENN!!" mataku berbinar-binar.
"Be-benarkah? Terima kasih sudah memilihkannya untukku..." pipi Aka merona dengan memalingkan wajahnya.
"Sama-sama! Aka...kau...kau begitu mirip dengan dirinya!"
"Mirip siapa?!" Aka terkejut.
"Kazuhiro-kun..." aku mengatakannya dengan sedikit malu-malu.
"Siapa dia?!"
"Salah satu kekasihku ehehe~ maaf aku sudah membuatmu mirip sepertinya"
"Kekasih...,jadi kau sudah memiliki kekasih ya Mizuo..." Aka menundukkan kepalanya.
"Iya!" aku langsung mengeluarkan HPku dari dalam tasku. "Ini dia fotonya!" ku menunjukkan gambar Kazuhiro-kun pada Aka.
Aka terkejut dan ekspresinya sangat lucu. "He! Jadi ini yang namanya Kazuhiro itu?? ku kira siapa, ternyata hanya character dari anime saja...ahahahaha" Aka tertawa dengan ekspresi puas sekaligus lega. 'syukurlah...aku kira seorang laki2 dari dunianya'
"Apa yang kau tertawakan? Menertawakan Kazuhiro-kun?! Asal kau tau ya Aka, kita ini hanya dipisahkan oleh dimensi yang berbeda! Aku mencintainya begitu tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam. Jangan meremehkan rasa cintaku kepada para kekasih 2D ku ya! Awas saja jika kau sampai menjelek-jelekkan, menghina, bahkan merendahkan mereka. Bila ku mendengarnya...aku akan marah, murkanya orang yang ceria, humoris, dan periang itu mengerikan lho! Berhati-hatilah" aku sedikit membentaknya.
"Iya iya~ aku menghargaimu jika kau memiliki kekasih 2D. Sebanyak apapun itu aku menghargainya, apa salahnya memiliki sesuatu yang disukai bukan?" Aka tersenyum padaku lalu memukul kepalaku dengan telapak tangannya. "Bo~doh~"
"Terima kasih Akaaaaaa!!" tanpa sadar ku memeluknya.
Wajah Aka langsung memerah padam. "Mi-Mizuo! apa yang kau lakukan...!"
"Waaaaaa!!" ku refleks melepas pelukanku. "Maaf Aka! Maafkan aku sudah tiba-tiba memelukmu!! Maaf!! Aku refleks begitu" wajahku pun memerah.
"K-kalau refleks dan bukan unsur kesengajaan ya ti-tidak masalah..." Aka menyembunyikan wajah memerahnya itu. "Ya sudah lupakan itu! ayo kita bayar semua ini dan melanjutkan jalan-jalannya"
"B-baik!" ku masih deg-degan. "T-tunggu dulu Aka, bolehkah aku memotomu sekali saja?" aku malu-malu mengatakannya.
"Baiklah...lakukan sesukamu" Aka pun juga malu-malu.
Setelah membayar kita keluar dari toko tersebut.
"Mizuo, sekarang kau bisa berjalan di sampingku kan?"
"Tentu saja! Sekarang yang sedang berjalan bersamaku ini Kazuhiro-kun! Yeeey!"
"Bukan Kazuhiro tapi A-ka!" lagi-lagi Aka memukul kepalaku dengan telapak tangannya.
"Iya iya..." ku menggembungkan pipiku.

YOU ARE READING
Takdir Dari Sebuah Impian yang Kuat
FantasySeorang gadis otaku yang multitalenta (Mizuo) memiliki sebuah impian sejak kecil yaitu bisa hidup dan berpetualang di suatu dunia lain selain di dunianya saat ini. Bagaimanakah cerita dari kehidupannya? Ikuti cerita "Takdir Dari Sebuah Impian" :D