Soonyoung benar-benar tidak tahu dimana letak kesalahanya, kenapa Seokmin jadi berubah padanya. Jangankan untuk sekedar menyapa, melihat sosok Soonyoung dari kejauhan saja Seokmin menghindar ia lebih memilih mengambil jalan lain ketimbang harus berpapasan dengan pemuda berwajah imut yang telah membuatnya hilang kendali dan kini justru membawanya kedalam sebuah dilema.Soonyoung yang biasanya ceria dengan senyum yang selalu mengembang di bibirnya kini terlihat menjadi lebih pendiam sejak sikap Seokmin berubah padanya.
Saat ini Soonyoung tengah menikmati makan siangnya di kantin kampus, ia mengambil tempat duduk di pojok ruangan. duduk seorang diri di meja kosong itu. Sepasang matanya kembali menangkap sosok itu. Terlihat empat orang pemuda dengan masing-masing membawa nampan di tanganya menempati meja yang letaknya tak jauh dari tempat Soonyoung berada, meja tersebut berjarak tiga meja dari meja yang saat ini di tempati Soonyoung.
Seokmin terlihat asyik bersenda gurau dengan teman-temanya, percakapan mereka terlihat sangat seru hingga membuat mereka semua tertawa-tawa. Soonyoung hanya memperhatikanya dalam diam. Entah mengapa saat melihat sosok Seokmin ia menjadi merasa bersalah. Mungkin jika kejadian itu tidak pernah terjadi hubungan persahabatan mereka masih baik-baik saja sampai saat ini.
Tawa Seokmin perlahan menghilang saat menyadari keberadaan Soonyoung yang tengah melihat ke arahnya. Soonyoung dapat dengan jelas melihat ekspresi Seokmin yang tadinya terlihat ceria kini tergantikan oleh ekspresi wajah yang dingin. Selama mengenal sosok seorang Lee Seokmin ia baru pernah melihat ekspresi itu. Soonyoung tahu diri, ia tidak mengharapkan lebih dari Seokmin, tapi kenapa dia harus bersikap seperti itu. Seolah Soonyoung-lah yang bersalah disini.
Seokmin memutuskan kontak mata, ia kembali asyik dengan obrolan bersama teman-temanya. Soonyoung bisa melihat ekspresi dingin itu langsung lenyap ketika kontak mata mereka telah terputus. Jadi, ini maksud dari kata-kata Seokmin tempo hari?
"Kita mulai dari awal .."
" ..anggap kita dua orang asing yang tidak pernah saling mengenal dan lupakan semuanya ..."
Ya, sekarang Soonyoung baru paham dengan kata 'anggap kita dua orang asing yang tidak pernah saling mengenal'
Nafsu makanya seketika hilang. Soonyoung meninggalkan begitu saja makananya yang baru saja di makan beberapa suap. Ia melangkah cepat meninggalkan mejanya, pergi dari kantin tersebut. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya tapi mendapatkan sikap dingin dari Seokmin membuat hatinya sakit. Mungkin ia yang terlalu lemah, mungkin hatinya terlalu sensitif. Tapi sungguh. Sikap Seokmin membuatnya menjadi orang yang paling bersalah disini. Apa hanya karena ini persahabatan mereka jadi putus? Jika ini yang di inginkan Seokmin, Soonyoung tak bisa berbuat apa-apa.
Setelah berjam-jam berjalan tanpa tujuan, disinilah sekarang Soonyoung berada. Duduk sendirian di halte bus meninggalkan kuliahnya. Bagaimana mungkin ia bisa berkosentrasi belajar disaat suasana hatinya yang sedang tidak baik, pergi ke kampus hanya membuat perasaanya semakin tidak karuan.
Bus datang dan pergi menaikan dan menurunkan penumpangnya, namun pemuda itu hanya duduk termenung seperti orang yang kehilangan arah. Ia juga tidak tahu apa yang sebenarnya saat ini sedang ia rasakan, tapi semangatnya lenyap begitu saja. Apa ia harus cuti kuliah untuk sementara waktu untuk menghindari lelaki itu? Tapi ia tidak punya alasan untuk mengambil cuti dan lagi ia juga kasihan pada kedua orang tuanya yang bekerja keras untuk membiyayai kuliahnya mengambil cuti karena alasan menghindari seorang pria itu adalah hal yang konyol.
Di saat teman-temanya yang lain memeras keringat berlari memperebutkan si kulit bundar, Seokmin hanya duduk di pinggir lapangan menonton tanpa berniat untuk bergabung.

KAMU SEDANG MEMBACA
Light A Candle In The Cold Night [SEOKSOON FANFICTION]
RandomSoonyoung sudah mengenal Seokmin sejak lama, mereka adalah teman kuliah. Tidak ada yang istimewa, mereka hanya teman biasa, lagipula Seokmin sudah memiliki kekasih perempuan. Suatu hari, di hari yang hujan, semuanya berubah ketika Seokmin pergi ke r...