"2 Moons" - Chapter 2A
Knock Knock Knock
Pada esok harinya, aku terbangun karena seseorang mengetuk pintu kamarku. Siapasih kira-kira? Aktivitas baru akan dimulai jam 9 pagi. Ini bahkan baru jam 6.
Knock Knock Knock
Masih berbunyi. Aku sudah siap untuk membuka pintu ( karena aku sangat yakin jika itu Ming ). Tapi ketika aku mendengarnya dengan seksama, suara itu bukan berasal dari suara ketukan pintu kamarku, tapi dari pintu didepan kamarku. Dindingnya pasti sangat tipis.
Knock Knock Knock
Cepat buka pintunya, aku mau tidur lagi.
Dan ketika aku mau beranjak untuk kembali tidur, aku mendengar seseorang membuka pintunya. Sekarang, aku benar-benar bisa kembali tidur.
" Oh.. ini sangat pagi. Ada apa?" suara itu berasal dari seorang wanita, tetangga sebelah kamarku.
" Bisakah aku meminjam lembar neuronmu? Aku lupa mencatat beberapa lembar. Karena mengantuk di jam pelajaran."
Suara kedua adalah suara lelaki yang sangat familiar. Menggganggu, tapi suaranya sangat pelan. Itu suara Kak Pha!
" Oke, tunggu sebentar. Aku fikir kau kesini untuk menjemputku sarapan pagi." Dia tertawa sedikit. Suara kikikan dan percakapannya terlihat saling menggoda, seperti orang yang berkencan atau ada sesuatu.
Aku duduk dan menggigit kukuku. Apakah aku seorang ilmuan? Aku menjadi penasaran, aku harus tahu itu. Jadi aku menggosok wajahku untuk membangunkanku sampai sesadar-sadarnya, kemudian berjalan ke arah pintu dan membukanya sendikit.
Aku melihatnya berdiri disisi lain dan sedang melihat ke kamarku.
" Fuck!"
Aku terkejut, lalu aku menutup pintuku. Itu benar-benar dia. Tepat didepan dan melihat ke arah kamarku. Dia terlihat sangat rapi dan tampan dengan baju itu.
Aku sangat paham, kenapa dia terpilih menjadi bulan universitas tahun lalu. Dia bersinar, dan auranya itu sangat kuat. Kemeja biru dan jeans biru sangat cocok di tubuhnya yang bagus. Gaya rambut yang berantakan, tapi terlihat sangat keren. Damn! Jantungku berdetak sangat cepat.
Knock Knock Knock
Sekarang ini benar-benar berasal dari kamarku. Kedengaran sangat kencang, karena aku masih bersender di pintu.
" Kau bajingan nakal yang manja. Aku melihatmu. Kenapa kau menyumpahiku? Cepat keluar."
Dia terlihat benar-benar marah.
Aku tidak menyumpahimu. Aku terkejut.
" Apakah kamu akan keluar atau aku akan mendobrak pintumu?"
" Apa yang kamu mau hah?" Dia pasti berfikir bahwa aku adalah bajingan yang nakal, kasar, dan tidak mempunyai sopan santun terhadap orang yang lebih tua. Tapi aku tidak akan membiarkannya melihatku saat ini.
Kaos lama, boxer lama, wajah yang belum dicuci, gigi yang belum dicuci, wajah seseorang yang baru bangun.
" Aku bilang buka pintunya."
Pergilah. Kau bisa menjadi bajingan ke orang lain, tapi tidak ada orang yang boleh brengsek kepadamu, iyakan?
" Kau bicara dengan siapa Pha?" tetangga wanitaku bertanya.
" Seekor banteng." Dia menjawab pertanyaannya. Banteng? Siapa yang dia sebut banteng?
" Hati-hatilah dengan banteng itu Pring. Aku akan pergi sekarang. Thanks untuk lembarnya."
" Aku akan kembali anak manja kurang ajar. Jangan biarkan aku melihatmu dimanapun. Kau akan mati."
Aku menggigiti kukuku karena takut. Aku yakin dia tidak bicara dengan Kak Pring. Kenapa hal seperti ini selalu terjadi saat aku melihatnya?
... Tapi aku sedikit tertawa. Banteng? Apakah aku seorang banteng? Ha Ha Ha.
***
Knock Knock Knock
Apa lagi? Apakah dia datang kembali untuk menangkapku?
" Woi Yo! Kenapa kau tidak mengangkat teleponku?" itu Ming. Aku membuka pintu dengan cepat.
Kami tumbuh bersama dan sudah pernah saling melihat sisi terjelek dari diri masing-masing, jadi aku tidak khawatir mengenai apa yang aku kenakan saat ini.
" Hey, kau sudah bangun. Apa yang kau kerjakan?"
" Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang membuatmu datang kemari? Ini terlalu pagi."
" Tidak lagi cepat. Kita diharuskan disana pukul 7.30. Apa yang kau lakukan sekarang? Kenapa kau belum bersiap?"
" Benarkah?" aku melihat telephoneku dan mendapati 5 panggilan tidak terjawab dari ming dan 2 panggilan tidak terjawab dari Ketua Jae. Dan 1 panggilan tidak terjawab dari "Nate"-bintang dari fakultas Mipa. Dia dari jurusan Kimia.
" Shit.. shit.. shit.. Tapi bagaimana kau tahu jadwal ini?"
Dia menggaruk kepalanya. "Err..r...r.."
" Kau adalah Bulan dari fakultas teknik!!"
" Ya, aku ingin menolongmu mengenai Kak Pha dan itu terlihat menyenangkan. Makanya aku ikut kompetisi ini di fakultasku. Ini benar-benar tidak mudah. Banyak sekali lelaki tampan di fakultasku."
" Kamu melakukannya karena aku berisik tentangnya?"
" Alasan terakhirku."
" Fuck." Aku ingin memukul kepalanya, tapi dia menahan tanganku sebelum itu terjadi.
" Mulut yang jorok. Baunya seperti err.. Pergi mandi sana."
"..."
" Kak Pha akan berada disana juga."
Penjelasan terakhirnya membuatku harus berdandan sangat baik hari ini. Aku berjalan ke kamar mandi dengan cepat. Aku merasa lebih lega mempunyai teman baik disini bersamaku.
Mungkin hunungan ku dengan Pha akan lebih baik daripada mengindari berursan dengannya. Meskipun aku hanyalah seekor banteng baginya.
***
Bersambung ke chapter 2B

KAMU SEDANG MEMBACA
DUA BULAN KAMPUS [ INDONESIAN VER ]
Novela JuvenilOriginal Story by Chiffon_Cake Sesuai dengan chapter aslinya, tapi bakal di pisah-pisah. Per-chapter dibagi berapa sub-bagian. Happy reading~ AKU BAKALAN CEPAT UPDATE KOK