Lisa dengan tergesa gesa memakai dasinya sambil menuruni tangga.
"Mah,Varo mana?"Lisa dengan secepat kilat menyambar gelas yang berisi susu tersebut dan langsung meminumnya.
"Udah pergi sayang"Mama meringgis melihat Lisa langsung melotot.
"Kembaran biadab!!!"rutuki Lisa yang tentu saja Mama tidak mendengarkan nya.
Jangan sampai malahan kalau kedengeran bisa bisa cabe rawit yang di kulkas terbang ke mulut Lisa.
"Yaudah Lisa pergi ya mah"Lisa menyalim tangan Mama nya.
"Hati hati ya, sayang"Lisa mengajungkan jempolnya lalu berlari membuka pintu.
Fauzan yang baru saja hendak mengetuk pintu tiba tiba saja sudah terbuka. Tangannya masih mengantung di udara ketika sang pembuka pintu menatapnya aneh.
Lisa mengedipkan matanya berulang kali. Kalau ia sekarang tidak salah liat.
Fauzan tersenyum hangat menatap Lisa yang kebinggungan.
"Hai,cantik. Kita berangkat sekarang?"Lisa melonggok.
bagaimana anak ini mendapatkan alamat rumahnya?.
Lisa memutar bola mata lalu melihat jam tangannya. Seketika mata Lisa ingin keluar dari tempatnya melihat jam tujuh lewat sepuluh sedangkan sekolahnya masuk jam tujuh lewat lima belas menit.
Lisa dengan reflek menarik tangan Fauzan menuju kereta Fauzan.
"Beb,aku belum pamit sama calon Grandma anak aku"Lisa berdecak menatap Fauzan.
"Peduli setan,cepatan kita nanti telat"Lisa memakai sendiri helm yang ada tergantung di spion kereta Fauzan.
Dengan tampang cemberut Fauzan naik ke kereta dan menyalalannya.
"Duduk perempuan beb"Lisa menelan ludah ketika melihat kursi yang di belakang tinggi sekali.
"Lo sengaja bawa kereta ini biar gue peluk ya?!"hardik Lisa dengan segenap usaha bisa naik ke atas boncengan Fauzan.
"Pinter kamu beb"Fauzan nyengir lalu langsung menjalankan keretanya dengan kencang.
Lisa langsung mengeratkan tangannya di pinggang Fauzan.
Segala bentuk sholat,yasinan mungkin sudah Lisa baca.
Sehingga Fauzan terkikik geli mendengar gumaman Lisa.
Dengan sengaja ia mengencangkan gas keretanya.
Lisa tersentak dengan segenap tenaga ia mencubit pinggang Fauzan.
"Ta allah ,apaan ni?kok gelitikin aku ya?"Lisa berdecak kesal. Mungkin ia lemes banget di boncengin Fauzan makanya cubitannya seperti gelitikan.
Lisa membuka matanya ketika kereta yang ia naikin berhenti.
Lisa mengembuskan nafas panjang ketika sudah sampai di sekolah dengan selamat sentosa.
"Gak telatkan beb?"Fauzan cekikian ketika melihat wajah Lisa yang pucat pasi.
"Besok gak usah jemput kalau lo masih bawa keretanya kayak di kejar huluk gitu!"Lisa melempar helm yang ia gunakan tadi ke dada Fauzan.
"Yahhh,ngambek dianya?"Fauzan langsung saja menjajarkan langkah dengan Lisa.
"Lis,tunggu dong"Semua murid yang sudah di sekolah melonggok melihat kejadian yang baru saja terjadi.
Ketua osis mereka lagi di kejar kejar dengan bad boy yang akut di sekolah mereka.
'Jadi tranding topik dah gue!'Lisa merutuki dirinya ketika Fauzan terus saja mengoceh sambil memanggilnya "beb".
"Beb,nanti pulang kawanin aku ya?"Fauzan merangkul Lisa mesra.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ketua Osis Vs Bad Boy
Fanfiction{Revisi} Typo bertebaran. Harap teliti. Akibat pertaruhan yang menyatukan si KETUA OSIS dengan BAD BOY. membuat seluruh warga sekolah heboh. Dari benci berubah menjadi cinta ada hal yg lumrah. Lisa akan seberusaha membuat Fauzan berubah. Namun halan...