Hari ini, hujan tiba, menyapa tiap jengkal tanah dikota ini.
Kau mengeluh padaku, tentang hujan.Kata mu, pelangi itu indah. Dan kau selalu menantikannya.
Sebaliknya,
Katamu, hujan menyebalkan, merepotkan dan mengganggu. Kau tak suka.Ku katakan kepadamu,
Ya, memang...
Memang kau tak bisa bebas pergi karena hujan.
Memang kau akan direpotkan dengan payung ataupun jas hujan.
Memang akan ada beberapa suara yang memekakan telinga mu disela hujan.Tapi, tahukah kau?
Pelangi memang lebih indah daripada hujan, namun hujan lebih berharga daripada pelangi.
Pelangi hanya bisa dinikmati, namun hujan bisa memberikan tiap tetes airnya untuk kehidupan.
Dan ingatlah, Tanpa hujan kau tak akan menjumpai pelangi.
Kau termenung, sekejap menatapku.
Itukah alasan kau menyukai hujan?
Aku tersenyum, mendengarkan pertanyaanmu.
Ya. Selain itu, aku ingin seperti hujan.
Walaupun aku tak seindah pelangi.
Aku ingin bisa bermanfaat seperti hujan.
Kau terdiam.
Memandang angkasa yang sedang menjatuhkan butiran airnya.Tapi kan, hujan bikin banjir.
Kali ini aku tertawa,
Raka, itu bukan salah hujan. Andai manusia tidak membuang sampah sembarangan, menutup daerah resapan air, dan menggunduli hutan-hutan. Aku yakin, hal itu tak akan terjadi.
Kulihat kau mendengus,
Baiklah. Tapi bukan berarti aku akan menyukai hujan sepertimu. Bagiku sama saja. Merepotkan. Sama seperti hari ini, kita tidak jadi piknik karena hujan.
Aku menggeleng, beranjak pergi. Mengambil termos berisi teh hangat dan kue didalam tas -yang tadinya akan kita gunakan untuk piknik-. Menyodorkannya pada dirimu.
Kita bisa piknik disini!
Kataku bersemangat.
Dan kau hanya terkikik melihat tingkahku.
Tiba-tiba...
Dhuuaarr
Bersamaan dengan suara petir, kau memelukku, erat. Sangat erat.
Sedetik,
Dua detik,
Tiga detik,
Aku tertawa. Melepaskan pelukanmu. Takut, kau mendengar degup jantungku.
Udah gede kok takut petir sih! Pantesan ga suka hujan, ini toh alasan sebenernya...
Godaku, berusaha menghilangkan suasana canggung.
Lita! Udah deh, ngga usah nggodain.
Kulihat kau tersipu.
Haha, bertambah lagi kenanganku. Kenangan bersama hujan dan dirimu. Tentang petir yang berhasil membuat kau memelukku.
Tak sengaja memang.
Tapi mengingatnya, aku rasa itu bisa membuatku tersenyum sepanjang hari.
***
Haiii readers... makasih udah baca cerita pertamaku. Maaf kalo jelek.
Maklum, belum pernah nulis ceritaaa... hehehe :pSo, aku butuh banget pendapat dari kalian semua. Don't forget to Vomment yosh...^^
#Napz
-dipublikasikan pertamakali 2017.
