Chapter 10

20 3 0
                                    


Dan kita akhirnya sampai di depan ruang guru.

"Permisi" Aka membuka pintu ruang guru.

"Oh! Aka-sama, dan apakah kau murid baru itu?" bu guru bertanya padaku.

"Ah iya! Perkenalkan nama saya Shiromi Mizuo" aku membungkukkan badan.

"Baik. Nama ibu Syoko. Aka-sama sudah menceritakan semua tentangmu pada ibu kok Shiromi-san"

'He! Tunggu! Dia menceritakan apa saja woii! Awas saja jika seenaknya mengarang cerita tentangku...' aku menatap tajam Aka dan ia pura2 tidak melihatku.

Bu guru menunjukkan ruangan untukku mengerjakan soal tes. "Baiklah langsung saja kita mulai, kemari Shiromi-san dan duduklah, akan ibu bagikan soalnya. Shiromi-san sudah belajar dari Aka-sama kan?"

"Tentu saja. Saya sudah memperlajari seluruh materi pelajaran yang akan di teskan hari ini dari buku-buku yang Aka berikan" 

"Baguslah jika seperti ini. Hari ini Shiromi-san mengerjakan 5 mata pelajaran yang masing-masing diberi waktu 60 menit, jika sudah 60 menit alarm yang ibu berikan ini akan berbunyi. Ibu akan berada di sini juga untuk menemanimu dan membagikan soal untuk mapel selanjutnya" bu guru menjelaskan.

"Baik. Saya mengerti"

*Aku pun mengerjakan tes secara beruntun, 5 jam non stop. Dengan ditemani Bu Guru Syoko yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya*

Aku meregangkan otot-ototku. "Aah~ akhirnya selesai juga..."

"Terima kasih Shiromi-san, ibu akan mengoreksinya dengan segera. Karena semua soalnya pilihan ganda, bisa Shiromi-san tunggu"

"Baik bu. Saya akan menunggu di depan ruang guru saja"

Aku keluar dari ruang guru. "Woh! Aka! Apakah kau dari tadi berdiri disini?!"

"Tidak. Aku keluar sekolahan tadi, berkeliling di kota"

"Yang benar saja? Akan lebih baik bila kau sekalian saja masuk sekolah. Kau ini...apa tidak apa membolos? Kau kan pangeran, seharusnya memberikan contoh yang baik bagi orang biasa" sambil menyilangkan kedua tanganku di depan dada.

"Tidak apa lah sekali-kali~, ngomong-ngomong kau ingin bekerja paruh waktu kan?"

"Aku ingin! Aku ingin!" aku melompat-lompat.

"Saat aku berjalan-jalan tadi, aku menemukan tempat yang sedang membutuhkan seorang perempuan untuk bekerja di tempat itu" Aka tersenyum padaku.

"Waaah!! Terima kasih banyak Aka! Kau bahkan sudah mencarikan pekerjaan untukku" mataku berbinar-binar.

"Ja-jangan salah paham! Aku tidak sengaja saja menemukannya!" pipi Aka memerah dengan memalingkan wajahnya.

"Iya-iya~ hihihi" aku tersenyum dengan mengunjukkan gigiku.

Bu Guru Syoko keluar dari kantor. "Maaf menunggu lama Shiromi-san, Aka-sama. Ibu sudah mengoreksinya dan ibu begitu tercengang..." tiba-tiba bu guru memegang pundakku. "Shiromi-san! Kau anak yang jenius ya?! ibu tidak menyangka bahwa semua tesnya mendapatkan nilai sempurna seperti ini!! Sudah dipastikan Shiromi-san DITERIMA!" bu guru berbicara agak ngegas.

"Ya...bukannya saya sombong tapi saya sudah biasa mendapatkan nilai sempurna seperti ini hehe" aku menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal.

"Sungguh luar biasa Shiromi-san! Ibu bangga padamu! Tolong dijaga prestasimu ini ya!" bu guru terlihat sangat senang.

"Baik bu!" aku tersenyum dengan melakukan hormat.

"Ah! Seragam dan buku-bukunya! Tunggu disini sebentar Shiromi-san! Ibu akan mengambil seragam serta buku-buku paketnya untukmu" dan ibu guru pun pergi menuju koperasi sekolah.

"Luar biasa sekali kau Mizuo, mendapatkan nilai sempurna dalam lima mapel" Aka mengusap-usap kepalaku.

Pipiku memerah. "Aah...terima kasih Aka, karena itu sudah biasa bagiku hehehe...ya sejujurnya aku ini paling tidak suka belajar"

Tiba-tiba bu guru datang dengan mambawa seragam untukku. "Maaf menunggu lama. Ini seragam dan buku-buku paketnya Shiromi-san" bu guru memberikanku seragam yang masih terbungkus plastik dan buku-buku pelajaran.

"Seragam...!!! Terima kasih bu guru!" aku membungkukkan badan dan sangat bahagia akhirnya menerima seragam.

"Jika kurang pas, kebesaran atau kekecilan, bisa ditukar kok"

"Baik! Dan kapan saya bisa mulai sekolah bu?"

"Besok juga bisa. Tapi sebelum itu, Shiromi-san ke ruang guru dulu ya"

"Baik bu! Saya akan pulang sekarang. Terima kasih Bu Guru Syoko"

"Sama-sama Shiromi-san..."

Kita pun keluar dari sekolah.

"Aka! Ajak aku ke tempat yang kau kunjungi tadi, kau bilang ada lowongan pekerjaan untukku kan?" aku sangat bersemangat.

"Baiklah"

Dengan berjalan kaki, kita sampai di depan sebuah toko roti yang lumayan besar.

"Woaah!! Toko roti ya...ayo kita masuk" aku menarik tangan Aka.

"Woii! Woii! Tunggu-"

"Selamat datang" kata seorang perempuan yang berdiri di depan kasir dengan ramahnya.

Aku pun mendekati kasir. "Permisi, apa benar disini sedang dicari pegawai perempuan untuk bekerja disini?"

"Benar sekali. Sedang dibutuhkan bagian kasir. Karena teman saya sudah mengundurkan diri"

"Bolehkan saya bekerja disini?!" aku menggebrak meja kasir dan mendekatkan wajahku pada wajah perempuan tersebut dengan mata berbinar-binar.

"Te-tenanglah...baik-baik saya akan memberitahu manager dulu" perempuan itu pergi ke sebuah pintu yang tidak boleh dimasuki pelanggan.

Akhirnya perempuan tadi keluar dengan membawa seorang wanita. "Ini dia bu, orang yang ingin bekerja disini"

Aku tersenyum pada wanita itu sambil membungkukkan badan.

"Wah-wah~ cantik sekali dirimu, nak. Siapa namamu? Coba kau memperkenalkan diri dahulu"

"Perkenalkan nama saya Shiromi Mizuo, umur 17 tahun, saya ingin bekerja paruh waktu disini karena saya masih sekolah dan tinggal sendiri" aku tersenyum pada wanita itu.

"Baiklah Mizuo-san, kamu langsung diterima bekerja disini, bagian kasir. Kau bisa bekerja setelah pulang sekolah sampai malam kurang lebih jam 8. Biar bagian pagi sampai sore dikerjakan oleh dia, Ai-san. Bisa dimulai besok. Terima kasih Mizuo-san sudah mau bekerja paruh waktu disini. Ah, saya belum memperkenalkan diri, nama ibu Inoue, ibu adalah manager disini alias orang yang memiliki toko roti ini" Inoue-san tersenyum padaku.

"Baik! Saya mengerti Inoue-san. Saya akan bekerja sungguh-sungguh disini mulai besok. Terima kasih Inoue-san!" aku membungkukkan badan sambil tersenyum padanya. "Kalau begitu saya permisi dulu. Sampai jumpa Ai-san, Inoue-san" aku tersenyum pada mereka.

Saat kami keluar dari toko tiba-tiba aku mendengar seperti ada orang yang memanggilku. 'Mizuo'


Takdir Dari Sebuah Impian yang KuatWhere stories live. Discover now