3. Daniswara Nama Ku

7.4K 574 7
                                    

Setelah lama tidak tersentuh, akhirnya cerita ini hadir kembali.

Semoga feelnya masih dapat.

Selamat menikmati, jangan lupa vote n comments, he he.

Sebentar lagi adalah ulang tahun Eyang Antari, aku bahagia, bahagia karena hari itu akan menjadi hari yang sangat berarti dalam hidup ku.

Eyang Antari hari ini mau kembali dari perkebunan, entah mengapa tidak mau dijemput.

Sudah sebulan tidak ketemu, walau ada banyak multi media tapi bersua langsung rasanya tetap beda.

"Trijaka, mau kemana?"

Ketika aku keluar ruangan, aku lihat asisten ku itu seperti tergesa mengambil kunci mobilnya.

"Ini mau....."

Kenapa dia sepertinya gelisah mau menjawab.

"Tri, ini masih jam kantor, kamu mau kemana?"

Aku melihat dia tambah gelisah.

"Mau keluar sebentar ada urusan Pak Danis, saya sekalian minta ijin."

"Mau kemana?"

"Urusan pribadi, Pak."

"Perusahaan ini tidak membayar karyawannya yang keluar kantor  mangkir dari tanggung jawabnya."

"Bukan begitu Pak, saya ada perlu untuk pergi ke suatu tempat."

"Jangan berputar - putar, kamu mau kemana?"

"Saya mau ke bandara menjemput seseorang Pak."

"Dari tadi tinggal jawab begitu, susah sekali."

Tiba - tiba telepon diatas meja Trijaka berbunyi, aku tidak sengaja melihat layarnya.

Ekstensi 1002, telepon internal dari lantai atas, aku menekan tombol interkom, memberi tatapan ke Trijaka untuk menjawab.

"Siang Pak Trijaka, saya hanya konfirmasi lagi tentang penjemputan orang perkebunan ke bandara."

Aku melihat wajah asisten ku tambah gelisah, aku menatapnya untuk segera menjawab.

"Ya Mbak, ini mau berangkat."

"Oke kalau begitu, siang Pak."

"Siang Mbak."

Ku lihat jari Trijaka menekan tombol mati interkom.

"Pak, saya...."

"Tunggu!'

Aku memotong bicaranya sebelum keluar beribu alasan dari mulutnya.

"Kamu disuruh menjemput orang perkebunan ke bandara?"

"Ya, Pak."

"Tanpa sepengetahuan ku?"

"Itu saya kurang tahu."

"Atau agar saya tidak tahu, begitu perintahnya?"

"Maaf Pak, kalau itu saya tidak tahu."

Aku kesal dengan jawaban itu, bukannya sudah jelas.

The Fox Lady                                       ( Completed )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang