Aku merasa ada tangan yang menyentuh bahuku yang langsung menyadarkan aku dari lamunan masa lalu"Eh,ya ada apa Ni?"tanya ku gugup karena memang dari tadi aku tidak menyimak pembicaraan mereka
"Ness,maafkan aku,tadi aku tak bermaksud menyakiti hatimu"ucap Niall dengan nada bersalah
"Hey,Nialler kau tak salah untuk apa meminta maaf!lagi pula aku tidak masalah dengan ucapan mu.memang tak ada yang salah kan dengan ucapan mu?semua nya benar alias fakta"balas Nessa sambil menyembunyikan sesak di hati nya dengan senyum polos yang biasa ia berikan
"Jadi,kau tak marah padaku?"tanya Niall
"Kenapa harus marah?"tanya ku lagi dengan tampang seperti orang bodoh
"Oh astaga,Vanessa kau memang teman ku yang paling baik,tak salah jika kau menjadi Tunangan si keriting Harry"puji Niall sambil memelukku erat saking senang nya dia dan membuat ku sesak napas
"Ehem,ehem jadi ada yang berani menyentuh punyaku disini"ucap suara familiar di belakang ku
Dengan cepat Niall melepas pelukan nya,dan aku menghirup udara sebanyak banyak nya karena merasa sesak setelah mendapat pelukan erat dari Niall
Aku melihat Harry berjalan mendekati meja kami sambil memeluk tubuhku posesif dan memberikan kecupan singkat di bibirku
"Eh,keriting dari mana saja kau?lama sekali meninggalkan kami bersama Zayn tadi"tanya Niall gugup mengalihkan pembicaraan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
"Oh,tadi kami lumayan lama karena ada urusan kerja yang aku bicarakan dengan Zayn,tapi apa aku terlalu lama meninggalkan kalian sampai kau berani memeluk tunangan ku ini dengan sangat erat"jawab Harry dengan menekan kata memeluk sambil menatap Niall tajam
"Ayo,siapkan dirimu Nialler pilih rumah sakit atau pemakaman"tambah Liam dengan nada meledek nya
"Diamlah saja kau Liam!pilihan mu tidak ada yang menarik,akan lebih baik aku memilih nandos daripada kedua tempat itu"tambah Niall lagi dengan wajah konyol nya
"Cepat,Ni pilih saja rumah sakit atau pemakaman?"tambah Harry dengan wajah sangar nya dan berjalan mendekati Niall
"Aku,aku memilih" 'prett' ucapan Niall terpotong karena ada suara lain yang terdengar dari bokong nya "aku,memilih pergi ke toilet sebentar"tambah Niall lagi dan berlari menjauh dari Harry menuju toilet
Lantas seisi meja itu tertawa tanpa henti sampai sampai salah satu dari mereka ada yang mengeluarkan air mata
"Astaga,Harry bercanda mu sangat keterlaluan!kau membuat nya sangat ketakutan tadi sampai Niall buang angin saking gugup nya"ucap Bella sambil memegang perut nya yang merasa nyeri akibat tawa nya yang berlebihan tadi
"Tak apa lah sekali aku kerjai si maniak makan itu"jawab Harry sambil meredakan tawa nya
"Oh God,kalian liat wajah takut Niall tadi?sangat lucu dan menggemaskan"tambah Sissy dan mengusap mata nya yang sedikit lembab akibat tertawa nya terlalu berlebihan
"Oh,ya lalu dimana Zayn?"tanya Liam karena menyadari Zayn tak ada diantara mereka
"Zayn tadi izin pergi lebih dulu,karena harus menemui salah satu Klien nya"jawab Harry memberitahu
Lalu mereka semua habiskan waktu dengan canda tawa dan kebahagiaan
****For 49 Days****
Author POV
Di tempat lain

KAMU SEDANG MEMBACA
For 49 DAYS{ONE DIRECTION fanfict}
FanficDalam kurun waktu 49 hari,temukan tiga orang yang tulus mencintaimu!dan kau bisa kembali *** "Berhenti berpura pura menjadi orang lain layaknya orang bodoh!" "Hanya orang bodoh seperti mu!yang menganggap ini sebuah sandiwara belaka Zayn!" _________...