Lullaby↪Nine

961 147 27
                                    

Pria itu membuka pintu seraya mengucap, "Aku pulang,"

Terlihat wanita paruh baya tengah duduk di atas sofa. Ia menghampiri putra semata wayang.

"Park Woo Jin! Senang bertemu dengan mu!"

Saking lama tak bertemu, sang ibu memeluk anak-nya erat.

Jadi, ibu dari Park Woo Jin baru saja pulang dari Singapura. Memang rutinitas-nya adalah keliling dunia.

Pria berwajah suram itu juga biasa tinggal sendiri.

Cerita-nya sejak Woo Jin berumur delapan tahun, sang ibu sering meninggalkan-nya sendiri. Alasan? Sudah pasti karena rutinitas.

Ibu dari pemuda itu bekerja sebagai direktur perusahaan kosmetik. Sebab ia berkeliling dunia yakni mencoba cosmetik mewah milik negara lain. Begitu selesai ia akan memproduksi sesuai hasil kesimpulan.

"Oh ya. Apa yang ingin kau tanyakan? Ayo duduk dulu."

Pertanyaan tersebut diajukan usai melepas pelukan.

Mereka-pun mendudukkan diri. Lama tak melihat wajah anak semata wayang membuat sang ibu bergairah.

Seketika raut Woo Jin berubah. Wajah-nya lebih suram. "Ibu. Jujur-lah pada ku."

Mendengar itu senyum sang ibu menjadi luntur. Ia menatap serius pada putra yang melanjutkan pembicaraan.

"Apa alasan sebenar-nya hingga ibu menyuruh ku membenci Ji Hoon? Ibu tahu sendiri, kan? Bahwa ialah
satu-satu nya sahabat ku. Siapa lagi yang mau menerima ku sebagai sahabat kalau bukan diri-nya?!"

Sang ibu merasa terkejut lantaran suara anak-nya makin lama makin kencang.

Wanita itu menjawab dengan sabar. "Bukankah sudah ibu katakan? Ia bukanlah keluarga yang beruntung."

Namun bukan Woo Jin nama-nya jika tak memaksa. Ia tetap bersikeras untuk menggali jawaban milik wanita paruh baya.

"Lantas apa hubungan-nya dengan kita?! Apakah dengan kedatangan-nya membuat semua ekspetasi ibu menurun? Perusahaan Ibu akan bangkrut? Atau-"

"Park Woo Jin! Makin lama suara mu semakin keras! Jangan seperti itu pada ibu mu sendiri! Harus-nya kau menyambut ibu dengan bahagia karena sudah lama tak bertemu. Kau tak merindukan ibu mu ini, huh?"

Karena kesal sang ibu mengalih pembicaraan. Tentu saja hal tersebut membuat Woo Jin semakin geram. Ia tak suka pada orang yang senang mengubah topik seenak-nya.

"Terserah ibu saja!"

Segera Woo Jin berdiri pergi meninggalkan ibu-nya sendiri. Ia beranjak menuju kamar. Tak lupa juga akan pintu kamar yang dibanting oleh-nya.

Melihat itu, Kim Yoo Jin--- ibu dari Park Woo Jin bergumam. "Anak ku penasaran rupa-nya, haha."

---

Di dalam ia mengurung diri dalam selimut. Karena alihan pembicaraan, ia malas berlanjut.

Tak lama tanpa mengetuk pintu, seseorang masuk. Ia berjalan menuju sang anak. Tak lupa juga kekehan kecil dilontarkan.

"Park Woo Jin. Maafkan ibu, ya. Ayo. Jangan seperti ini." Ia duduk di pinggir ranjang sambil membuka sedikit selimut.

Awalnya pria itu tak sungkan menjawab. Namun karena tak nyaman sebelah sang ibu terpaksa ia bicara.

"Pergi-lah. Bukankah ibu ingin bekerja? Biarkan aku di sini. Aku mengantuk." Ucap-nya sambil menutup diri dengan selimut.

Yoo Jin tersenyum. Namun bukan senyum manis melainkan senyum menyeramkan. Kembali ia buka sedikit selimut lalu berbisik pada sang anak.

Lullaby || Park Ji Hoon ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang