Namun saat hari itu datang.
“Jimin-ssi, kau mau pergi kemana?” Tanyaku saat menemukannya sedang berkemas.
“Aku akan kembali ke desaku, Tuan Putri. Untuk beberapa lama. Aku harus menemui keluargaku disana..” Jimin menatapku sendu seakan ini benar-benar perpisahan.
"Kau akan datang kemari lagi kan?”
“Ya, Tuan Putri..”
“Kau tahu aku tidak ingin kehilangan orang yang kucintai lagi..” Aku tidak kuat membendung air mataku ini.
“Aku akan kembali, percayalah..” Jimin mereguhku dalam pelukannya yang hangat, yang tidak akan aku dapatkan lagi kala ia pergi.
“Tunggu aku, Tuan Putri. Kau, carilah kesibukan bersama Hoseok..” Jimin masih dapat tersenyum saat berbicara padaku. Aku pun menganggukkan kepalaku.
“Ehm, aku sekalian ingin berpamitan denganmu. Jagalah dirimu dengan baik, Tuan Putri. Aku akan merindukanmu..” Genggaman tangannya lepas perlahan.
"Jangan lupa mengirimiku surat tiap saat!” Teriakku senambi melihatnya mulai menjauh dari hadapanku.
Sepi. Kosong, kembali menyelimuti diriku. Aku merindukannya. Bahkan ia sama sekali tidak mengirimiku surat seperti yang kuperintahkan. Ini hampir menjelang hari ulang tahunku. Kenapa aku begitu sedih? Ayah dan ibu terus menanyaiku. Namun aku tidak dapat mengatakannya.
Sehari setelah ulang tahunku Kak Seokjin akan menyelenggarakan pernikahannya dengan Putri Jennie. Betapa bahagia mereka. Apakah ini memang takdirku hanya bisa mencintai seseorang tanpa harus memilikinya untuk selamanya.
Semuanya sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, untuk ulangtahunku dan pernikahan kakakku. Aku bosan. Aku pun menunggang Hoseok untuk pergi berkeliling negeri Bangtanverossa.
KRUUUNG.
Perutku berbunyi. Aku lapar. Aku harus membeli makanan untukku dan Hoseok. Maka sampailah aku di pasar dekat pusat negeri. Ah, disini ada ayam kalkun. Terakhir kali aku makan- ah tidak, ayam kalkunku dimakan monster pemakan segala itu.
“Selamat siang Tuan Putri Jisoo yang mulia, ada yang bisa aku bantu?” sapa sang pemilik kedai.
"Ah ya, aku ingin makan ayam kalkun. Apakah aku bisa memesannya disini?”
"Tentu Tuan Putri. Kau mau yang ukuran besar, sedang, atau yang kecil?”
"Ehm.. Yang besar saja..”
"Uuu- kau membawa serta keluargamu kemari, Putri?”
“Tidak, aku sendiri..”
"Hm, baiklah. Tunggu sebentar Tuan Putri. TOLONG SEPORSI AYAM KALKUN BESAR!”
“Baik, sementara itu aku akan mencari beberapa apel untuk kudaku..”
Aku pun keluar kedai dan berjalan bersama Hoseok untuk mencari penjual buah. Aku menemukannya.
“Tolong sekantung apelnya..”
"Oh, Tuan Putri. Tentu saja, segera datang..”
Aku menoleh sekeliling dan aku menemukan seorang yang familiar.
“Ini apelnya Tuan Putri..” Aku menerima sekantung apel merah kesukaan Hoseok dan tidak lupa membayarnya.
“Kim Jisoo-“
“Ajjajjajjajinjja!” Aku memegangi dadaku untuk mengatur nafasku karena kaget saat melihat seorang berdiri di hadapanku ketika aku berbalik.
"Kau-“
"Kim Taehyung..”
"....”
"Apa kabarmu Putri?”
Don't forget to give your comment and vote to get the next part. Thank you!

KAMU SEDANG MEMBACA
bangtanverossa👑 [jisooxjimin] ✔️
FanfictionBANGTANVEROSSA: Finding The True Love by chewtrbl Menceritakan Putri Kim Jisoo dari Kerajaan Bangtanverossa yang mulai menemui cintanya. Bertunangan dengan Pangeran Jungkook namun berakhir dengan air mata hingga ia bertemu dengan sosok juru kuda ist...