BANGTANVEROSSA: 11

307 23 1
                                    

"Taehyung-ah, ayo...."

"Jisoo-ah!" Apa ini? Taehyung berteriak di depan wajahku. Aku menatapnya tidak percaya.

"Taehyung-ah?"

"Aku kau anggap apa selama ini hah?" tanyanya dengan nada tinggi.

"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.."

"Hhh- Semalam kau tidak ke kamar mandi bukan? Kau bertemu Jimin. Dia Jimin itu kan?"

"Taehyung-ah! Kau tidak mengerti, jangan marah seperti ini! Kau salah-"

"Selama ini aku berusaha menghiburmu dan membuatmu melupakan orang yang sedang kau cari-cari itu. Tapi kau sama sekali.... Argh!"

"Kau-"

"Ya, aku mengikutimu semalam. Kau bertemu Jimin dan pergi dengannya. Tidak hanya bertemu, kau berpelukan dan berciuman dengannya? Keterlaluan!"

"Taehyung, dengarkan aku! Aku sudah berbicara dengannya kalau aku telah bersamamu. Dia percaya kau akan menjagaku dengan baik. Kau bisa kan? Tolong hargai aku, karena aku juga telah menghargaimu...." Air mataku sudah sedikit terbendung.

"Aku minta maaf, Tuan Putri. Kau menyakitiku. Aku tidak ingin bersamamu lagi.."

"Tapi Taehyung-ah, kumohon...."

"Apalagi? Apa kita berpisah itu salahku juga? Aku tidak peduli. Biar saja seperti ini. Kau kembalilah bersama Jimin. Aku lelah! Kalau kau ingin cari masalah jangan denganku.. " Taehyung mulai melangkah menjauh.

"Kau jahat, Taehyung-ah!" Aku mulai menangis.

"Kenapa diriku yang jahat? Semua kau salahkan padaku. Kau pikir aku adalah manusia hebat yang bisa menahan emosi?" Kini Taehyung berlalu di hadapanku.

"Apa yang terjadi denganku? Semuanya meninggalkanku...." Aku memegang kepalaku tak kuasa memikirkan ini semua. Ini hari terburuk dalam hidupku.

Apakah ini sebuah kutukan?


"Kim Jisoo.... Kumohon buka pintunya, sayang.." Aku rasa ibu sudah lelah membujukku untuk keluar kamar. Sudah hampir 3 tahun(?) aku mengurung diriku di kamar. Aku terus terlarut dalam sedih, tapi aku tidak ingin kesedihanku ini terlihat oleh ayah dan ibu walaupun mereka sudah mengetahui apa yang membuatku jadi seperti ini. Sangat parah sampai aku tidak ingin bertatap dengan siapapun. Aku hanya keluar kamar untuk makan dan mandi. Setelah sekian lama, akhirnya aku membuka pintu.

"Ibu.. Aku ingin keluar untuk jalan-jalan sebentar.." ucapku saat aku muncul di hadapan ibuku sambil tertunduk.

"Ibu akan ikut bersamamu.."

"Tidak perlu, Ibu.." Aku pun berjalan keluar istana dan meraih jubah berkudaku. Sudah lama aku tidak berjumpa dengan Hoseok, mungkin kuda kesayanganku itu rindu berpergian denganku. Aku sampai di kandang Hoseok dan Hoseok langsung berlari menghampiriku. Aku mengusap surai putih Hoseok dan sesekali memeluk lehernya sambil tersenyum tipis.

"Ayo kita jalan-jalan.." ucapku lalu naik ke punggung Hoseok. Aku tidak tahu kemana aku akan pergi. Mungkin ke Pantai Timur. Tenang saja, aku tidak akan bertemu dengan Taehyung lagi.

Sampailah aku dan Hoseok di Pantai Timur. Untung ada persediaan apel yang aku bawa untuk Hoseok. Hoseok makan di tempat dan aku berjalan menyusuri pesisir sepanjang pantai.

"Yak...." Aku menemukan sesuatu mendarat di depan kakiku. Aku pun mengambilnya, sebuah bola karet. Tak lama ada sepasang kaki kecil yang menghampiriku. Seorang anak laki-laki berumur sekitar 2 tahun yang baru bisa berlari.

"Ah ini bolamu? Ini.." Aku sedikit membungkuk dan memberikan bola itu pada anak kecil itu sambil tersenyum. Anak kecil itu membalas senyumku.
Senyumannya menawan dan mirip sekali dengan-

"Putri Kim Jisoo?" Aku menegakkan badanku dan melihat siapa yang datang.

Sungguh. Aku tidak dapat berkata apa-apa. Ya, Tuhan tolong aku. Hatiku benar-benar remuk.







Don't forget to give your comment and vote to get the next part. Thank you!

bangtanverossa👑 [jisooxjimin] ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang