Aku di sini...
Kamu di bumi?Barangkali, ini persoalan jarak yang membentang...
Batas-batas yang melebar di tiap ujung ..
Mengklaim dirimu di garis batas geografis Soppeng..
Aku, di sudut Pallette sebagai Tanjung...Tapi, jangan mencariku di sana...
Bukan pada kabut pagi Sumpanglabbu yang berkelok...
Bukan pada Malam terang patung gagah La Tenritatta..
Bukan aku di sana, dan kuyakin bukan kau di sana...Atau barangkali, yang memisahkan kita bukanlah jarak
Melainkan denting detak sang waktu....Aku di sini...
Tepat di sudut kota yang nyaris lelap..
Bukan di Bajoe yang hiruk pikuk...
Aku di sudut malam bersama nelayan yang bertolak menuju diamnya teluk Bone...Aku di sini... Di Bumi Arung Palakka..
Kamu di sini.. Di Bumi Arung Palakka...
Kita di sini.. Di Bumi Beradat....Pada akhirnya, jarak dan waktu yang merangkak di tiap sudut Bone ini...
Tak pernah mengizinkan aku dan kamu berdiri sebagai "kita"....

KAMU SEDANG MEMBACA
DUNIA DALAM KELAMBU
PoetryTempat terbaik untuk bersembunyi. Menyembunyikan pikiran dari angin, nyamuk berisik, bahkan dunia besar.