Part 11

1.4K 162 15
                                    


Jungkook pov🐰

"Yeri-a, aku menginginkanmu". Pintaku menekan paksa tengkuknya hingga bibir kami akhirnya menyatu.

Yeri berontak dalam ciuman kami hingga dengan sangat terpaksa aku melepaskannya.

"Ada apa denganmu?". Tanyaku marah karena sikapnya yang berbeda sekarang.

Yeri menatapku lalu mendorong tubuhku menjauh. "Aku hanya sedang tak enak badan". Jawabnya lalu keluar dari rooftop menyisakanku sendirian disana.

Ada apa dengannya?

🌸🌸🌸

Seminggu kemudian....

Kami berdua bersiap-siap untuk pernikahan myungsoo hyung, awalnya yeri menolak ikut tapi dengan paksa aku memintanya ikut.

Yeri mengenakan dress berwarna putih yang pas di tubuh mungilnya, aku terpesona karena tubuhnya ini semakin hari semakin bagus saja.

"Kau sudah sangat cantik, jadi ayo kita pergi sekarang". Ucapku menyentuh pinggangnya yang ramping lalu berakhir dipantatnya.

.

Pletak

.

"Dasar byuntae". Kesalnya menjitak kepalaku sembari menjauhkan tubuhnya dariku.

Aku hanya dapat terkekeh melihat tingkah imutnya yang menggemaskan. "Pantatmu semakin besar saja".

"Oh astaga, apa mulutmu itu tak bisa dijaga jeon jungkook". Omelnya melempar tatapan mematikan padaku.

"Kenapa? Kau senang aku memanggilmu pantat besar?". Tanyaku semakin menggodanya, dia tampak semakin kesal dan bersiap untuk menyerangku.

Bugh...bugh...bugh...

Yeri memukuliku dengan bantal hingga terbaring diatas ranjang dan membuat pakaianku acak-acakan.

"Yakk, pakaianku kusut". Gerutuku tak terima, jas ini aku beli bersama ketiga hyungku dan aku tak mau memakai jas lain selain yang ini.

"EOMMA...YERI MEMBUAT JASKU KUSUT". Aduku sembari berteriak dan berusaha untuk merapihkan kembali jas kesayanganku itu.

"Ada apa jungkook? Mengapa berteriak seperti itu?". Tanya eomma yang baru datang lalu memperhatikan penampilanku yang sudah acak-acakan.

"Lihat eomma, apa yang putrimu lakukan pada jasku? Dia memukuliku, lihat ini bahkan dia mencakarku". Dengan tampang memelas aku mengadu pada eomma, ini adalah caraku mengerjai nya.

Aku juga menunjukan luka yang sebenarnya bukan cakaran yeri.

"Yeri, mengapa kau bersikap kasar pada oppamu?". Tanya eomma dengan nada menasehati yeri.

"T-tadi itu dia, jungkook oppa hanya mau mengerjaiku saja". Timpal yeri beralasan namun eomma tampak tak percaya.

"Sekarang setrika jas oppamu, arraseo". Ucap eomma membuat yeri menghela nafas kesal, sedangkan aku bersorak sorai berhasil mengerjainya.

"Rapihkan serapi-rapinya ya, pantat besar". Perintahku sembari menyerahkan jasku padanya.

Ia menatapku kesal lalu membungkam mulutku dengan satu tangannya, aku terdiam karena tatapan kami langsung bertemu.

Only Tears (Slow Update) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang