Di luar matahari sudah bersinar tinggi, orang-orang sudah mulai sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing, jalanan sudah padat dengan kendaraan. Udara pagi ini lebih hangat dari hari-hari kemarin, langit begitu bersih didominasi warna biru yang menyejukan mata.Lee Seokmin masih terlelap di tempat tidur. Dengkuran halus terdengar darinya, sedangkan tempat disebelahnya telah kosong, lelaki manis itu rupanya sudah bangun terlebih dahulu.
Aroma harum masakan menyebar keseluruh ruangan, aroma gurih dari telur dadar membuat pagi ini terasa spesial, apalagi ia memasak untuk orang yang juga spesial. Sejak Seokmin berada di apartemen-nya Soonyoung menjadi lebih rajin, ia lebih sering menyambangi dapur. Jika biasanya setiap baru bangun ia langsung membuka ponsel untuk melihat media sosial, kini ia seperti ibu rumah tangga yang hobi melihat-lihat resep masakan di internet, ia ingin memasak makanan yang enak untuk Seokmin.
Di jam seperti ini biasanya Soonyoung masih meringkuk dibalik selimutnya, tapi tidak lagi semenjak ada Seokmin. Pagi-pagi ia sudah pergi ke Supermarket untuk membeli daging dan beberapa bahan makanan lainya, karena di dalam kulkas mereka tidak ada apa-apa selain air mineral, masker wajah berbahan rumput laut kualitas no 1 milik Seungkwan yang katanya dibelinya dengan harga mahal, botol-botol berisi belembab wajah, krim malam, dan masih banyak lagi produk perawatan wajah berjejer rapih didalam kulkas. Seungkwan sudah seperti mau membuka toko sendiri.
Menunggu tumis dagingnya matang Soonyoung beralih pada telur dadar, nasi di rice cooker juga sebentar lagi matang. Ia benar-benar sibuk, seperti ibu rumah tangga yang sedang menyiapkan makanan untuk suami tercinta.
"Baunya harum sekali.... "
Soonyoung menoleh, tersenyum dengan senyum terbaiknya.
"Seokmin-ah, kau sudah bangun?"Seokmin berjalan menghampiri. Penasaran apa yang sedang dimasak oleh lelaki manis ini. Ia tidak tahu kalau ternyata Soonyoung pandai memasak, ia pikir Soonyoung hanya pandai dalam urusan membuat miliknya tegang. Eh, kenapa malah jadi ke arah sana...
"Kau memasak apa, hmm?" tanyanya dengan suara yang masih terdengar serak. Ia melingkarkan kedua tanganya di perut Soonyoung, meletakan dagunya di bahu lelaki sipit itu.
"Kau suka daging?"
"Mmh... aku menyukainya.... " jawab Seokmin sembari menenggelamkan wajahnya diceruk leher Soonyoung, menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang menjadi candunya.
Jika berada di dekat Soonyoung, Seokmin sulit mengendalikan diri. Ia tidak bisa membiarkan tubuh di hadapanya ini menganggur. Ia ingin terus menyentuhnya, menghirup aromanya, mengecup dan menciuminya. Ia benar-benar sudah kecanduan.
"Seokmin-ah, hentikan.... "
Soonyoung mencoba menjauhkan Seokmin darinya dengan menyikut perut pria yang berdiri di belakangnya itu, namun Seokmin tetap bergeming. Ia justru semakin mempererat tanganya diperut Soonyoung, lidah hangatnya menari-nari dipermukaan kulit leher putih lelaki itu, terus naik menggelitik telinga lembutnya.Embusan napas yang menerpa kulit leher dan telinganya membuat Soonyoung hanya bisa memejamkan mata. Ia tak bisa bohong kalau dirinya menyukai perlakuan Seokmin ini.
"Seokmin... hentikan.... masakannya bisa hangus nanti... " kata Soonyoung dengan mata terpejam. Suaranya terdengar sangat pelan, seperti rengekan imut.
"Aku tidak bisa berhenti... " bisik Seokmin menggigiti gemas telinga Soonyoung yang kini sudah berubah warna bersemu merah.
Ia kembali beralih ke leher putih Soonyoung, memberikan kecupan-kecupan ringan di sana, mengisapnya seperti vampir yang haus darah, membuat beberapa tanda merah keunguan yang tidak akan hilang untuk beberapa hari ke depan. Tanda kemarin saja belum hilang, sekarang dia membuatnya lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Light A Candle In The Cold Night [SEOKSOON FANFICTION]
AcakSoonyoung sudah mengenal Seokmin sejak lama, mereka adalah teman kuliah. Tidak ada yang istimewa, mereka hanya teman biasa, lagipula Seokmin sudah memiliki kekasih perempuan. Suatu hari, di hari yang hujan, semuanya berubah ketika Seokmin pergi ke r...