"Akhirnya mas bisa nemuin kamu Jef"
Jefri hanya mematung dalam pelukan Rama. Jujur dia masih kaget karena bisa bertemu dengan Rama secepat ini. Apa lagi saat keadaannya sedang seperti ini. Jefri gak tau harus bagaimana. Di satu sisi dia bahagia karena bisa merasakan dekapan hangat Rama yang bisa meredakan rasa rindunya selama ini. Tapi di lain sisi juga Jefri sedih karena dia tidak bisa menghilang dari hadapan Rama, sebagai mana janjinya pada dirinya sendiri untuk meninggalkan Rama agar Rama bahagia.
"Mas kangen sama kamu Jef"
Rama mempererat pelukannya. Dia gak mau kehilangan Jefri lagi. Rama gak akan membiarkan Jefri pergi lagi untuk yang kedua kalinya.
"Aku juga kangen sama mas"
Jefri hanya bisa mengatakan rasa kerinduannya dalam hati.
"Mas mohon jangan pergi lagi jef, mas mau kita bersama lagi"
Jefri medorong tubuh Rama, untuk melepaskan dirinya dari pelukam Rama.
"Maaf mas aku gak bisa"
Jefri memalingkan wajahnya, walaupun dia gak bisa melihat, tapi Jefri bisa merasakan Rama sedang melihatnya dengan Raut kesedihan.
"Jef"
Rama berusaha meraih tangan Jefri, tapi Jefri menolaknya.
"Kita gak bisa sama-sama lagi mas"
Suaranya bergetar, Jefri berusaha sekuat mungkin agar tangisnya tidak pecah, dia harus terlihat kuat di depan Rama. Agar Rama percaya bahwa dia benar ingin pergi dari sisi Rama.
"Jef mas..."
"Mbak, bisa tolong bawa aku ke kamar"
Pinta Jefri.
"Tapi Jef"
"Mbak aku capek, aku ngantuk"
Mau gak mau Lisa mengantar Jefri ke kamar, meninggalkan Rama yang terlihat sangat kacau.
Alex menuntun Rama untuk kembali duduk di sofa.
"Ram" panggil Alex mengusap punggung Rama.
"Dia orangnya Lex"
Rama menompang kepalanya di kedua tangannya yag bertumpu pda kakinya, meremas rambutnya sendiri untuk pelampiasan rasa sakitnya.
Tanpa perlu di perjelaspun Alex sudah paham dengan apa yang Rama katakan. Alex tau bahwa Jefri adalah orang yang Rama sayangi.
Tak lama Lisa datang, dia duduk di samping Rama. Mengusap pundak lelaki yang sedang dilema itu.
"Ram kamu..."
Panggil Lisa
"Aku gay Lis, dan orang yang aku sayang itu Jefri. Aku udah nyari dia kemana-mana. Aku udah sebar anak buah aku untuk nemuin dia. Tapi nyatanya pas aku udah nemuin dia, justru..."
Rama gak tau harus ngomong apa lagi. Dia sudah kehabisan kata-kata untuk mengeluarkan semua isi hatinya.
"Aku tau kamu gay. Jefri butuh waktu Ram"
"Waktu untuk apa Lis, waktu untuk lari lagi dari aku?. Aku sayang sama dia Lis, butuh waktu berapa lama lagi dia untuk menghindar dari aku?"
"Jefri butuh waktu Ram. Dia udah banyak ngalamin hal di hidupnya. Kamu lihat sendiri kan gimana keadaan dia sekarang?, dia buta Ram"
Rama mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk. Dia langsung melihat pada Lisa, mencari jawaban atas apa yang tadi Lisa katakan. Apa maksudnya dengan Jefri buta?. Dia memang tadi gak begitu memperhatikan Jefri. Yang dia tahu Jefri ada di depannya. Dan tidak memperhatikan apapun lagi.
"Jefri mengalami kebutaan Ram. Malam itu aku nemuin dia tergeletak di jalan yang sepi sendirian. Dan Jefri mengalami kebutaan karena kecelakaan itu"
Jelas Alex.
"Gimana itu bisa terjadi"
Rama mengacak rambutnya frustasi.
"Dokter bilang dia masih bisa sembuh, dengan oprasi donor mata"
Jelas Alex lagi.
"Donor mata?"
"Iya, dan kamu jangan berpikir yang macem-macem dengan mendonorkan mata kamu. Jefri pasti gak mau itu"
Ucap Lisa memperingatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BALADA ANAK KOSAN [END]
RomanceKata siapa hidup anak kosan itu gampang. Anak kosan juga punya balada yang gak kalah sama balada cintanya Rangga dan Cinta yang penomenal itu. Jefri si mahasiswa kedokteran yang naksir sama mas-mas ganteng satu kosannya. Awalnya biasa aja tapi gara...
![BALADA ANAK KOSAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/104932259-64-k262222.jpg)