Suzy memandangi penampilannya di cermin dengan wajah cemberut.
"Bagus kok"
Suzy spontan menoleh saat lelaki yang dengan tak berdosa memotong rambutnya sangat pendek mengatakan kalau hasil potongan rambutnya itu ....
"Bagus???"
"Bagus kau bilang?!" Teriak Suzy mengejar Jongsuk dengan cermin yang ia pegang, seperti hendak memukul kepala Jongsuk yang tumpul itu.Tersandung bantal yang tergeletak di lantai, Suzy tak sengaja mendaratkan cermin yang ia genggam di kepala Jongsuk yang hendak menolong Suzy agar tak terjatuh ke lantai.
"Hehehehe.. mian~" ujar Suzy sebari nyeringis.
Kini giliran Jongsuk yang melotot sebari mengusap-usap kepalanya.
"Sudah ku bantu potong" gerutu Jongsuk, ia berjalan menuju pintu apartemen."Kau mau kemana?" Tanya Suzy sebari menahan Jongsuk dengan menarik tangan lelaki itu.
Jongsuk menoleh, ia hanya menunjukkan wajah datarnya."Seharusnya aku ya yang marah, bagaimana bisa rambutku sependek ini" ujar Suzy hampir nangis karena rambutnya yang hanya sepanjang bahunya.
"Pergi keluar saja lah daripada kepikiran dengan rambut" ajak Jongsuk yang merubah posisi tangannya, yang tadi digenggam Suzy kini ia menggenggam tangan wanita itu.
"Hya.. aku tak bawa masker atau topi" Suzy mencoba kembali ke apartemennya namun tarikan tangan Jongsuk lebih kuat dibandingkan dengan tenaganya.Dan dalam waktu singkat ia sudah ada di mobil sport merah kesayangan Jongsuk.
"Apa kau bisa menatap mataku sebentar?" Pinta Jongsuk dengan suara rendah, wajahnya datar membuat Suzy mendadak terdiam karena takut.
"Wae?" Tanya Suzy sebari menoleh, membenarkan posisi duduknya agar menghadap Jongsuk.Jongsuk menatap mata Suzy lekat, awalnya Suzy tak sanggup melihat Jongsuk, entah kenapa akhir-akhir ini ia menjadi pemalu dihadapan lelaki itu.
"Sebentar saja" ujar Jongsuk sebari memegang kedua pipi Suzy, menahan kepala wanita itu agar tak menoleh kearah lain."Kenapa wajahnya terlihat sangat serius?" Gumam Suzy dalam benaknya.
Jongsuk memejamkan matanya setelah menatap mata Suzy.
......
"Suzy!!!" Teriak Jongsuk lantang. Ia hendak memanggil wanita itu yang sedang menyebrang sebari membawa dua kantung plastik penuh dikedua tangannya.
Jongsuk berlari kencang
"Jangan selamatkan aku" tatapan mata Suzy mencoba memberi tahu saat tangannya ditarik Jongsuk. Suzy mendorong kuat Jongsuk, membuat lelaki itu jatuh tersungkur di pinggir jalan.
Jongsuk reflek bangun, ia berjalan gontai mendekati Suzy yang sudah terpental agak jauh dengan darah disekujur tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan?!" Teriak Jongsuk sebari menopang kepala Suzy dipahanya, ia mencoba membersihkan darah yang ada di wajah Suzy dengan bajunya, tangannya bergetar dengan mata yang mulai mengeluarkan air mata.
Suzy yang setengah sadar, menggenggam tangan Jongsuk. Suaranya pelan, sehingga Jongsuk harus mendekatkan kupingnya.
"Kita tak ditakdirkan bersama. Meski kau akan selalu bisa menyelamatkan ku, tetap saja kau yang menggantikan posisiku. Harusnya aku yang terluka dan ternyata dirimu yang terluka setelah menyelamatkan ku." Bisik Suzy.
Jongsuk menghapus air matanya dengan tangan bergetar, semua orang yang berkumpul terlihat panik, dan ikut membantu menelpon 119.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love, Lies
Fanfiction[LOVE, LIES] Kisah: Lee Jongsuk, lelaki pembaca masa depan dan Bae Suzy, artis kelas A yang dihantui kematian.